SuaraTasikmalaya.id- Kebakaran Depo Pertamina Plumpang juga berdampak kepada rumah-rumah di dekat tempat itu. Warga pun terkejut sebab tak menyangka banyak rumah di dekat Depo Pertamina Plumpang.
Seorang warga Plumpang melalui unggahan di twitter mengaku tak menduga banyak sekali rumah di dekat depo Pertamina Penumpang. Akibatnya karena terlalu mepet ke Depo, api dari depo menyambar puluhan rumah warga.
Melalui akun twitter @BarusDewie, Sabutu pagi, 4 Maret 2023, warga itu mengaku asli warga Plumpang, namun baru menyadari kini sekitar depo Plumpang dipadati pemukiman warga.
Ia menduga warga membangun pemukiman liar dan merangsek mendekati komplek kilang Plumpang. Sebab dulu tempat itu sepi dan seolah tempat jin membuang anak.
"Bolak balik Tomang-Plumpang di thn 1980", KILANG Plumpang sudah ada, dan sekitarnya itu kek tempat jin buang anak. Sepiii, rumah di kompleks pertamina plumpang (jarak 3 km dari kilang) masih kemasukan ular. Jadi intinya warga pemukiman liar yang merangsek belakangan,' ujar akun tersebut.
Ortu punya rumah di Kompleks Pertamina Plumpang (dr tahun 1980-an). Jaraknya 3 km dari Kilang. Seinget gue, dulu di sekitar situ kosong, gak ada perumahan. wong di blakang kompleks aja masih kebon kangkung & banyak ular. Warga yg kemudian datang & memadati wilayah kilang," lanjut dia.
Memang layaknya kompleks depo pertamina itu berada jauh dari [emukiman warga, namun karena perkembangan zaman, kini Depo Plumpang dikepung bangunan-bangunan lain terutama rumah warga.
Kata warga tersebut memnag Kilang Plumpang sudah ada sejak dulu daripada bangunan rumah warga.
"Kilang duluan. Gue yakin, karena sejak 1980 Ortu punya rumah di Kompleks Pertamina Plumpang (jarak 3 km dr kilang). Sekitar situ dulu Kebon Kangkung! Ular aja masuk rumah . Pemukiman datang belakangan. Apalagi begitu Kelapa Gading maju, Plumpang ikutan rame/padat," kata dia.
Baca Juga: Update Korban Kebakaran Depo Pertamina Plumpang: 14 Tewas, Puluhan Rumah Tersambar Api
Seperti diketahui kebakaran Plumpang menewaskan sebanyak 14 orang dan puluhan orang luka berat dan ringan dalam insiden ledakan pipa milik Pertamina di Plumpang, Jakarta Utara, Jumat (3/3) malam.
Bukan hanya itu puluhan rumah penduduk juga ikut tersambar si jago merah. Sementara laporan resmi dari Kapolres Metro Jakarta Utara Kombes Gidion Arif Setyawan melansir suara.com korban sebanyak 14 orang dan puluhan luka-luka.
"Sampai saat ini 14 orang meninggal dunia dan beberapa mengalami luka bakar di RS rujukan RS Pelabuhan, Tugu, (RS) Mulyasari," kata Gidion. (*)
Berita Terkait
Terpopuler
- Selamat Tinggal Jay Idzes? Sassuolo Boyong Amunisi Pertahanan Baru dari Juventus Jelang Deadline
- 4 Calon Pemain Naturalisasi Baru Era John Herdman, Kapan Diperkenalkan?
- Kakek Penjual Es Gabus Dinilai Makin 'Ngelunjak' Setelah Viral, Minta Mobil Saat Dikasih Motor
- Rumor Cerai Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie Memanas, Ini Pernyataan Tegas Sang Asisten Pribadi
- 4 Mobil Kecil Bekas 80 Jutaan yang Stylish dan Bandel untuk Mahasiswa
Pilihan
-
5 HP Baterai Jumbo untuk Driver Ojol agar Narik Seharian, Harga mulai dari Rp2 Jutaan
-
Bom Molotov Meledak di SMPN 3 Sungai Raya, Polisi Ungkap Terduga Pelaku Siswa Kelas IX
-
KPK Benarkan Lakukan OTT di Jakarta Hari Ini, Siapa Targetnya?
-
Resmi! Indonesia Masuk Daftar Kandidat Tuan Rumah Piala Asia 2031
-
Mauro Zijlstra Resmi Gabung Persija
Terkini
-
14 Pejabat Eselon II Pemkot Cilegon Diambil Sumpah, Ini Daftar Nama dan Jabatanya
-
UNM Punya Plt Rektor Baru, Bagaimana Kelanjutan Kasus Karta Jayadi?
-
Harga Pangan Merangkak Naik Jelang Ramadan, Pedagang Tekan Stok dan Porsi demi Bertahan Hidup
-
Xiaomi Pad 8 Siap Meluncur di Pasar Global, Usung Chipset Kencang Snapdragon 8s Gen 4
-
4 Brightening Sleeping Mask Alcohol-Free untuk Kulit Cerah Tanpa Iritasi
-
Cara Mengaktifkan 2FA: Langkah Mudah Lindungi Akun Media Sosial dari Peretas
-
Lempar Bom ke Sekolah, Siswa SMP di Kubu Raya Ternyata Terpapar TCC dan Jadi Korban Perundungan
-
Galon Air Minum Tampak Buram dan Kusam? Waspadai Risiko BPA Semakin Tinggi
-
Purbaya Sebut Revisi UU P2SK Bisa Perbaiki Gejolak Pasar Saham
-
Seni Meraih Doktor Berasa Healing di Eropa: Sebuah Perjalanan yang Menginspirasi