/
Jum'at, 03 Maret 2023 | 23:47 WIB
Depo Pertamina Plumpang terbakar (twitter)

SuaraTasikmalaya.id-Kebakaran Plumpang menewaskan sebanyak 14 orang dan puluhan orang luka berat dan ringan dalam insiden ledakan pipa milik Pertamina di Plumpang, Jakarta Utara, Jumat (3/3) malam.

Bukan hanya itu puluhan rumah penduduk juga ikut tersambar si jago merah. Sementara laporan resmi dari  Kapolres Metro Jakarta Utara Kombes Gidion Arif Setyawan melansir suara.com korban sebanyak 14 orang dan puluhan  luka-luka.

 "Sampai saat ini 14 orang meninggal dunia dan beberapa mengalami luka bakar di RS rujukan RS Pelabuha, Tugu, (RS) Mulyasari," kata Gidion.

Menurutnya, ada dua RW di Kelurahan Rawa Badak Selatan yang terdampak dari kebakaran Depo Pertamina Plumpang. Kekinian, petugas gabungan dari unsur TNI-Polr hingga petugas pemadam kebakaran masih terus melakukan evakuasi korban-korban lain di lokasi kebakaran.

Baca Juga:Depo Pertamina Plumpang Terbakar, Kapolres Jakut: 14 Orang Meninggal, 24 Luka-luka

Diketahui, peristiwa kebakaran pipa milik Pertamina di kawasan Plumpang, terjadi pada pukul 20.05 WIB. Diduga kebakaran yang melanda Depo Pertamina Plumpang itu akibat pipa bensin tersambar petir.

“Tapi ini batu laporan awal, nanti kita konfirmasi lagi,” kata Kasie Ops Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan Jakarta Utara dan Kepulauan Seribu, Abdul Wahid, Jumat.

Dia mengatakan, hingga saat ini pihaknya masih melakukan pemadaman dan melakukan evakuasi terhadap para warga yang ada disekitar lokasi.

 
“Kita lagi coba evakuasi para warga yang tinggal disekitar lokasi,” katanya saat dikonfirmasi, Jumat.

Baca Juga: Banyak Korban Meninggal dalam Kebakaran Depo Pertamina Plumpang, Erick Thohir Minta Warga Cepat Dievakuasi

Hingga saat ini, kata Abdul, pihaknya telah mengerahkan sebanyak 18 unit mobil pemadam yang diisi oleh 90 personel.

Baca Juga:Depo Pertamina Plumpang Kebakaran, Belasan Korban Dilarikan ke RS Mulyasari

“Kemumgkinan bakal terus bertambah. Kita juga meminta bantuan dengan Dinas,” jelasnya.

Sempat beredar kabar tentang adanya korban jiwa akibat kebakaran tersebut. Namun Abdul belum bisa memastikan hal tersebut.

“Kita belum monitor. Kita fokus padamkan dulu,” tutupnya. (*)

Load More