SuaraTasikmalaya.id – Masih tingginya angka obesitas di Indonesia menjadi perhatian serius dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI.
Pada 2018, angka obesitas di Indonesia tercatat sekitar 21,8 persen. Lebih banyak terjadi pada wanita dibanding laki-laki. Pada 2030, diperkirakan sekitar 1 dari 5 wanita alami obesitas.
Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kemenkes, Maxi Rein Rondonuwu, menjelaskan bahwa obesitas tidak boleh dianggap remeh.
"Obesitas ini masalah global, dampaknya di sekitar 2 miliar penduduk dunia. Pada 2030 diperkirakan 1 dari 5 wanita, 1 dari 7 pria akan hidup dengan obesitas. Lebih tinggi pada wanita," ucap Maxi dalam konferensi pers Hari Obesitas Sedunia secara daring, Senin (6/3/2023).
Hal tersebut karena dapat menjadi faktor risiko terhadap penyakit menular, jantung, kanker, hipertensi yang berkontribusi menjadi penyebab kematian tertinggi.
“Obesitas jadi faktor risiko kepada penyakit menular, jantung, kanker, hipertensi yang berkontribusi menjadi penyebab kematian tertinggi,” jelas Maxi.
Untuk mencegah dan mengatasi obesitas, Kemenkes menjalankan 3 kampanye untuk mendorong penurunan kasusnya serta meminta masyarakat untuk melakukan upaya keras dan memperbaiki perspektif terhadap obesitas.
1. Mendorong percakapan atau komunikasi mengangkat isu obesitas sebagai topik pembicaraan di masyarakat.
2. Menjadikan obesitas upaya kolektif serta perlunya mengubah perspektif terhadap obesitas. Selain itu, penting untuk membuat masyarakat tahu adanya perannya untuk mengatasi obesitas.
Baca Juga: Sarah Keihl Bagikan Foto Kaki Penuh Darah, Dipukuli Pelaku dan Disuruh Bunuh Diri
3. Merumuskan upaya nasional, mengambil tindakan proaktif untuk mencegah dan mengatasi obesitas.
Tidak hanya itu, masyarakat juga diminta untuk melakukan upaya keras agar kasus obesitas di Indonesia dapat terus menurut.
Nantinya akan diterapkan Germas yang aktif untuk membantu mencegah obesitas meningkat.
Lalu, terdapat beberapa faktor yang membuat wanita lebih berpotensi mengalami obesitas dibandingkan dengan pria. Beberapa faktor tersebut antara lain:
1. Perbedaan hormone
Wanita memiliki hormon estrogen yang lebih tinggi dibandingkan dengan pria.
Hormon ini dapat mempengaruhi metabolisme tubuh dan menambah lemak di sekitar pinggul, paha, dan payudara. Hal ini dapat membuat wanita lebih berpotensi mengalami obesitas.
2. Perbedaan massa otot
Pria cenderung memiliki massa otot yang lebih banyak dan besar dibandingkan dengan wanita.
Massa otot yang lebih banyak dapat membantu meningkatkan metabolisme tubuh dan membakar lemak lebih efektif. Sementara itu, wanita yang memiliki massa otot yang sedikit cenderung lebih mudah mengalami obesitas.
3. Kebiasaan makan dan aktivitas fisik
Kebanyakan wanita memiliki kebiasaan makan yang tidak sehat dan kurang melakukan aktivitas fisik dibandingkan dengan pria.
Hal ini dapat menyebabkan peningkatan berat badan dan berpotensi mengalami obesitas.
4. Faktor psikologis
Beberapa faktor psikologis seperti stres, kecemasan, dan depresi juga dapat mempengaruhi berat badan.
Wanita cenderung lebih rentan mengalami stres dan kecemasan dibandingkan dengan pria, sehingga dapat memicu peningkatan berat badan dan obesitas.
Meskipun wanita lebih berpotensi mengalami obesitas, tetapi dengan mengubah gaya hidup menjadi lebih sehat dan aktif secara fisik.
Selain itu juga, mengatur pola makan yang seimbang, maka potensi untuk mengalami obesitas dapat diminimalisir. (editor: kangdar)
Berita Terkait
-
Sinovac Habis, Stok Vaksin Covid-19 Anak 6-11 Tahun di Jakarta Kosong
-
Kasus Gagal Ginjal Akut, Ombudsman RI Temukan Potensi Dugaan Maladministrasi Kemenkes dan BPOM RI
-
Kemenkes RI Didesak Publikasikan Nama-nama Obat Sirup Mengandung Bahan Berbahaya, KKI: Obat-obat Dijual Bebas!
-
Stok Vaksin Meningitis di Sumbar Menipis, Jemaah Umrah Bisa Terancam Batal Berangkat
Terpopuler
- Gerbang Polda DIY Dirobohkan Massa Protes Kekerasan Aparat, Demonstran Corat-coret Tembok Markas
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- Setahun Andi Sudirman-Fatmawati Pimpin Sulsel, Pengamat: Kinerja Positif dan Tata Kelola Membaik
- DPR akan Panggil Kajari Batam Buntut Tuntutan Mati ABK Pembawa 2 Ton Sabu, Ada Apa?
- Viral Bocah Beragama Kristen Ikut Salat Tarawih 3 Hari Berurut-turut, Celetukannya Bikin Ngakak
Pilihan
-
Jenazah Alex Noerdin Disalatkan di Masjid Agung Palembang, Ini Suasana Lengkapnya
-
John Tobing Sang Maestro 'Darah Juang' Berpulang, Ini Kisah di Balik Himne Reformasi
-
Pencipta Lagu 'Darah Juang' John Tobing Meninggal Dunia di RSA UGM
-
Hidup Tak Segampang Itu Ferguso! Ilusi Slow Living di Magelang yang Bikin Perantau Gulung Tikar
-
Hujan Gol, Timnas Indonesia Futsal Putri Ditahan Malaysia 4-4 di Piala AFF Futsal 2026
Terkini
-
Bantai MU, Beckham Putra Mulai Bicara Peluang Persib Hattrick Juara Liga
-
Menelusuri Ruang Kreasi dan Uji Coba di Balik Lahirnya Inovasi F&B Modern
-
Persib Hajar Madura United 5-0, Igor Tolic Soroti Kunci Kemenangan
-
Skenario Hasil Undian Babak 16 Besar Liga Champions: Arsenal Bisa Jumpa Manchester City
-
Uang THR Cair? Ini 5 Laptop Gaming RTX Harga 15-20 Jutaan!
-
Viral Hasna dan Hasni, Kembar Tunarungu yang Resmi Direkrut Retail Ternama
-
Luapan Emosi Pelatih Calvin Verdonk Usai Lille Lolos ke Babak 16 Besar Europa League
-
Mudik Gratis Bulog 2026 Resmi, Ini Rute Jawa Tengah dan Jogja serta Cara Daftarnya
-
Pekerja Lepas dan Freelancer Berhak Dapat THR, Begini Cara Hitungnya agar Tak Tertipu
-
Mudik Gratis PLN 2026 Dibuka: Cek Syarat, Jadwal, Rute, dan Lokasi Keberangkatan