/
Rabu, 08 Maret 2023 | 13:07 WIB
Jelang Ramadhan 1444 H, Bagaimana hukum melaksanakan qada puasa setelah Nisfu Syaban? Begini penjelasan Ustaz Abdul Somad (Suara.com)

SuaraTasikmalaya.id – Tidak terasa bulan Ramadhan 1444 Hijriah semakin dekat.

Umat Islam di dunia akan kembali menjalankan ibadah puasa Ramadhan sebulan penuh.

Namun sebelum memasuki bulan Ramadhan 1444 Hijriah, pastikan kita tidak memiliki utang pada puasa sebekamnya.

Lantas, bagaimana jika kita masih memiliki utang puasa Ramadhan tahun lalu?

Membayar utang atau qada puasa di bulan Ramadhan juga memiliki batas waktu.

Seperti yang diketahui, utang puasa Ramadhan bisa diganti di bulan lain atau dengan cara membayar fidyah.

Terkait waktu serta batas akhir untuk membayar utang puasa Ramadhan, yaitu sampai pertengahan dan akhir di bulan Syaban.

Terdapat hadis yang melarang puasa setelah masuk pertengahan bulan Syaban atau setelah Nisfu Syaban.

Hadis dari Abu Abu Hurairah radliallahu ‘anhu, Nabi SAW bersabda: “Jika sudah masuk pertengahan Syaban, janganlah berpuasa,” (HR. Abu Daud 2337).

Baca Juga: Ustad Adi Hidayat Bagikan 4 Cara Mengatasi Takut dan Cemas Berlebihan Menurut Islam

Dalam hadis yang lain, Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah SAW bersabda: “Janganlah kalian berpuasa satu atau dua hari sebelum Ramadhan, kecuali seseorang yang punya kebiasaan puasa sunah, maka bolehlah ia berpuasa,” (HR. Bukhari 1914 dan Muslim 1082).

Ada juga hadis yang menjelaskan jika Nabi selalu merutinkan berpuasa selama bulan Syaban.

Dari A’isyah radhiallahu ‘anha, beliau mengatakan: “Belum pernah Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam berpuasa satu bulan yang lebih banyak dari pada puasa bulan Syaban. Terkadang hampir beliau berpuasa Syaban sebulan penuh,” (HR. Bukhari 1970 dan Muslim 1156).

Melaksanakan puasa qada bulan Ramadhan hukumnya adalah wajib.

Tetapi, bagaimana jika puasa qada bulan Ramadan masih belum selesai bahkan setelah Nisfu Syaban?

Dikutip dari channel YouTube Dakwah Islam, Ustaz Abdul Somad menjelaskan terkait waktu dan pelaksanaan serta hukum qada puasa Ramadhan.

Load More