SuaraTasikmalaya.id – Pembatalan mendadak kelulusan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) sejumlah 403 guru honorer di Jawa Barat, menuai banyak protes dan kekecewaan mendalam.
Sebelumnya, ratusan guru honorer tersebut dinyatakan lolos PPPK dengan tiga kategori, yakni pelamar PG sebagai prioritas satu (P1), kategori 2, dan pelamar umum.
Tanggal 10 Maret 2023, Panitia Seleksi Nasional (Panselnas), akan mengumumkan formasi guru yang lolos PG.
Namun, alangkah terkejutnya ratusan calon PPPK atas terbitnya surat edaran dari Dirjen GTK Nomor : 1199/B/GT.00.08/2023 Tentang Pembatalan Penempatan Pelamar P1 pada Seleksi ASN PPPK Tahun 2022.
Perasaan suka cita berubah menjadi duka. Ada yang merasa malu juga karena menjadi salah satu yang status kelulusannya dibatalkan.
Beberapa guru honorer tersebut bahkan tercatat sudah mengabdi selama lebih dari 20 tahun, namun semua harapannya harus pupus setelah melihat pengumuman pembatalannya.
Dihimpun dari berbagai sumber, anggota DPRD Jawa Barat, Enjang Tedi, mengatakan guru yang dibatalkan pengangkatannya sudah melakukan pengaduan kepadanya.
Menurut anggota Komisi V DPRD Jawa Barat tersebut, dari informasi sejumlah guru, dirinya juga menemukan kejanggalan terkait pembatalan status PPPK tersebut, dan berencana mengajak ratusan guru yang dibatalkan status PPPK-nya datang ke Kemendikbud pada Senin, (14/3/2023), untuk melakukan audensi.
Saat informasi ini ditulis, belum ada informasi terbaru terkait hasil audensi ratusan guru honorer tersebut dengan pihak Kemendikbud. (*/editor zahran)
Baca Juga: Alhamdulillah, 250 Ribu Guru PPPK Tahun 2022 Telah Mendapatkan Penempatan!
Berita Terkait
Terpopuler
- TNI Mau Ambil Alih Kamtibmas? TB Hasanuddin: Itu Tugas Polri
- Cara Menata Isi Dompet yang Baik Menurut Feng Shui agar Rezeki Lebih Lancar
- 6 Tanda-Tanda Rumah Memiliki Energi Positif Chi yang Membuat Penghuni Tenang
- 5 Sunscreen untuk Flek Hitam Usia 30 Tahun ke Atas Sesuai Review dan Harga
- Media Italia Sebut Jay Idzes Masuk Radar PSG: Transfer Mewah untuk Sassuolo
Pilihan
-
Kampung Bahari Memanas! Massa Lawan BNN dan Brimob Pakai Petasan saat Gerebek Narkoba
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
Terkini
-
Menolak Bungkam! Rakyat Kecil di Kota Bogor Tuntut Keadilan Hak Tanah yang Diduga Diserobot
-
Tukang Cukur dan Camat Sudah Minta Maaf, Netizen Masih Buru Pelaku Perekam Video Viral
-
Tanggapi Insiden Tukang Cukur di Rancabungur, Bupati Bogor: Mari Bersama Maknai Kemerdekaan
-
Cara Seru Jakarta Ajak Ratusan Pelajar Kenali Pariwisata Berkelanjutan
-
Nekat Panjat Atap Hingga Bakar Dua Motor, Evakuasi Pria ODGJ di Cibadak Sukabumi Menegangkan
-
BRI Perluas Akses Pembiayaan KUR Petani di Bengkayang Guna Swasembada Pangan
-
Retribusi Melempem, Benyamin Davnie Bentuk Perseroda 'Citra Anggrek Mandiri' Kelola Pasar Tangsel
-
Geledah Jateng-Jatim, KPK Cari Bukti untuk Tetapkan Tersangka Baru dalam Kasus Suap Pajak
-
Bupati Brebes Temui Siswa Sespimmen Polri, Bahas Persoalan Pupuk Subsidi
-
Kembalikan Hak Pejalan Kaki, Pemkot Bandung Tertibkan Bangunan Liar di Jalan Rajawali