SuaraTasikmalaya.id – Selebgram Ajudan Pribadi yang memiliki nama asli berinisial A ditangkap terkait kasus penipuan dan penggelapan. Ia dilaporkan telah menipu dengan kerugian mencapai Rp1,3 miliar.
Pihak Kepolisian menjelaskan terkait dugaan penipuan yang dilakukan oleh selebgram ini.
“Kasusnya penipuan dan penggelapan dikenakan Pasal 37B KUHP tentang penipuan,” ucap Reskrim Polres Metro Jakbar, Andri Kurniawan, Rabu (15/3/2023).
Dirinya ditangkap oleh SAT Reskrim Polres Metro Jakarta Barat di Makassar, Sulawesi Selatan dan setelah penangkapan segera dibawa ke Jakarta.
Peristiwa penipuan ini awalnya terjadi pada Desember 2021. Ketika sang korban dengan inisial AL mengaku sudah mengirimkan uang ke rekening Ajudan Pribadi untuk pembelian sebuah mobil mewah.
Namun, mobil-mobil tersebut tidak yang datang ke pihak korban. Polisi menegaskan kendaraan mewah yang dijual Ajudan Pribadi fiktif.
“Kendaraan tidak pernah ada alias fiktif. Tersangka terlapor menjual mobil dibawah harga pasar agar korban tertarik,” lanjut Andri Kurniawan.
Sampai saat ini, diketahui bahwa hanya satu korban yang melakukan laporan kepada pihak kepolisian.
"Berdasarkan perkembangan dan hasil penyelidikan menyeluruh, hanya satu korban yang melapor bahwa tindak pidana tersebut dilatarbelakangi oleh kebutuhan finansial dan kepentingan pribadi selama ini," kata Andri Kurniawan.
Baca Juga: Malah Tak Sehat, Ini Alasan Tomat Tidak Boleh Disimpan di Kulkas
Kehidupan Ajudan Pribadi yang berhenti sekolah kelas dua SMP, lantas menjadi pemulung, lalu jualan kacang, hingga banjir uang sebagai ajudan konglomerat menjadi sebuah plot twist. (*)
Editor: Lukas Muhammad
Sumber: Akun Twitter @zoelfick
Berita Terkait
Terpopuler
- Pentagon Gelar Karpet Merah, Sjafrie Sjamsoeddin Dituding Bawa Agenda Akses Bebas di Langit RI
- 6 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Wajah dan Harganya
- AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
- 7 HP Murah di Bawah Rp1 Juta Paling Layak Beli di 2026, Performa Oke Buat Harian
- 7 HP Samsung Seri A yang Sudah Kamera OIS, Video Lebih Stabil
Pilihan
-
Bukan Merger, Willy Aditya Ungkap Rencana NasDem-Gerindra Bentuk 'Political Block'
-
Habis Kesabaran, Rossa Ancam Lapor Polisi Difitnah Korban Operasi Plastik Gagal
-
Konflik Geopolitik Tak Pernah Belanja di Warung, Tapi Pelaku UMKM Semarang Dipaksa Akrobat
-
Kenapa CFD di Kota Lain Lancar, Tapi Palembang Macet? Ini Penyebab yang Terungkap
-
JK Dilaporkan ke Polisi, Juru Bicara Jelaskan Konteks Ceramah
Terkini
-
Daftar Pengusaha Rokok Dibidik KPK di Kasus Bea Cukai, dari Haji Her hingga Rokhmawan
-
Urat Nadi Way Tenong Terputus! Parosil Instruksikan Sambung Kembali Jalan Padang Tambak
-
Daripada Beli Emmo untuk MBG, Spesifikasi Royal Enfield Listrik Ini Jauh Lebih Menggoda
-
Bingung Pilih Jurusan Kuliah? Intip Daftar Jurusan PTN Agar Masa Depan Tidak Salah Langkah
-
Empat Tahun Bintang 5, Bank Kalbar Disebut Kelas Nasional: Prestasi Nyata atau Sekadar Label?
-
Menteri PPPA Kecam Dugaan Pelecehan di FH UI, Minta Pelaku Dihukum Tegas Sesuai UU TPKS
-
Deforestasi Bergeser ke Timur, Bisakah Indonesia Lindungi Benteng Terakhir Hutannya?
-
Gen Z Mulai Pilih Baju dengan Nilai, Bisakah Ini Tekan Limbah Fashion?
-
Tak Cuma Edukasi, Ini Strategi Kertabumi Ubah Cara Warga Kelola Sampah
-
Guru SMP Islamic Center Siak Jadi Tersangka Buntut Siswa Tewas Akibat Ledakan