/
Senin, 20 Maret 2023 | 16:16 WIB
Kolase foto Buya Yahya. (YouTube/Al-Bahjah TV)

SuaraTasikmalaya.id – Hanya dalam hitungan hari, semua umat muslim di seluruh dunia akan bertemu kembali dengan bulan Ramadhan. Bulan yang ditunggu-tunggu untuk berlomba mendapatkan pahala berlimpah.

Memasuki bulan Ramadhan 2023, sebagai umat muslim, hendaknya menjalankan ibadah puasa selama 30 hari dengan tidak makan dan minum dari mulai terbit fajar hingga terbenam.

Ada beberapa hal yang dianggap menjadi sebab batalnya puasa Ramadhan, yakni tubuh akan kekurangan cairan, sehingga menimbulkan haus, dan haus tersebut berimbas kepada dehidrasi. 

Satu di antara ciri seseorang yang mengalami dehidrasi adalah bibir pecah-pecah dan kering.

Lantas, bagaimana seseorang menyiasati bibir kering dan pecah-pecah? Sementara saat puasa tidak diperkenankan minum di siang hari. Apakah boleh memakai pelembab bibir atau lip balm saat berpuasa?

Dilansir SuaraTasikmalaya.id dari kanal YouTube Buya Yahya pada Minggu, (19/3/2023), beliau menjawab pertanyaan seorang penanya mengenai bibirnya yang pecah-pecah saat berpuasa dikarenakan cuacanya yang dingin, sehingga meminta jawaban boleh atau tidaknya memakai pelembab bibir saat berpuasa.

“Di sini kan musimnya agak dingin, kalau misalnya puasa itu bibirnya pecah-pecah. Kalau memakai pelembab bibir itu bagaimana hukumnya, Buya?” tanya seseorang melalui telepon kepada Buya Yahya.

Buya Yahya, dalam videonya, menjawab pertanyaan si penelepon.

“Gak ada masalah, letakkan di bibirmu. Asalkan ya itu saja, jangan sampai tertelan,” jawab Buya Yahya.

Baca Juga: Profil Pitha Haningtyas Mentari, Kekasih Syabda Perkasa Belawa, Dukungan Doa dan Belasungkawa Mengalir

Buya menambahkan bahwa dengan dipakaikan pelembab bibir saat berpuasa tidak ada masalah, justru bisa digunakan untuk menjaga (bibir tidak pecah dan kering).

Beda ceritanya, apabila pelembab bibir atau lip balm tersebut tertelan dan dirasakan lidah, maka puasanya sudah pasti batal. (*/editor zahran)

Load More