/
Minggu, 19 Maret 2023 | 07:25 WIB
Pimpinan Pesantren Al Bahjah Cirebon Buya Yahya. (tasikmalaya.suara.com | suara network jabar)

SuaraTasikmalaya.id- Buya Yahya, Penceramah sekaligus pengurus bagian dakwah Al Bahjah Cirebon membagikan ilmu yang sering terjadi ketika hendak shalat.

Seringkali kita lihat kalau orang-orang yang pergi ke masjid membawa sajadah dan membagi sejadahnya sebagai tempat sujud.

Dilansir Suara Tasikmalaya.id dari kanal YouTube Buya Yahya, orang yang membawa sejadah ke masjid itu dapat menghancurkan shaf dalam shalat.

Buya Yahya menuturkan, kalau shaf dalam shalat ketika membawa sejadah itu bisa memunculkan sifat gaenakan seseorang untuk menginjak sejadah yang ukurannya lebih lebar dalam sejadah masjid.

Beliau menuturkan, kalau masjid itu suci dan tidak perlu membawa sejadah jikalau menghawatirkan menghancurkan shaff dalam shalat.

“Membawa sejadah ke masjid itu kadang menjadikan shaf itu tidak rapih, sejadahnya lebih gede dari ukuran orangnya. Gausah bawa sejadah masjid suci kok, gausah ragu-ragu,” ujar Buya Yahya.

Sementara itu, fenomena yang terjadi di Indonesia ini ketika membagikan sejadah sebagai tempat sujud sehingga membuat orang itu tidak khusyuk karena sujud ke tempat kaki di sejadah.

Menjawab terkait hal itu, Buya Yahya mengasihi sejadah itu bukan menjadi tambah baik, namun membagikan bau yang tak sedap dari yang dihasilkan oleh kaki dan tidak ada adab.

“kan sejadah tuh kan ada bekas kaki dan kepala, sesudah itu dibagikan kepada orang, itu tidak boleh, apalagi sujud di tempat bekas kaki,” ujar Buya Yahya

Baca Juga: Stres dan Tegang Banget, Nggak Sanggup Nonton Ahsan Hendra! Alhamdulillah Tembus Final All England

Pengasuh pondok Al Bahjah itu memberikan argument lebih baik itu kita memberikan sejadah yang baru kepada orang yang akan dibagikan sejadahnya, atau membawa dua sejadah, satu lagi untuk dibagikan kepada orang yang tidak membawa sejadah jika masjid tidak menyediakan sejadah. (*/editor zahran)

Load More