SuaraTasikmalaya.d-Sekitar tahun 1980-an pengusaha bis asal Ciamis merajai jalanan Jawa Barat. Sebut saja PO Budi Dharma, PO Merdeka, PO Aladin, Aman Abadi, Gunung Tua, Harum, Swadarma, Darma Karya, Waspada, Bahagia, Merdeka, Gapuraning Rahayu, Garuda Indah, Darma Kusumah, Kesatuan, dan Sari Bhakti Utama adala PO yang berjaya pada masa itu.
Menurut H Wawan Otid, putra dari perintis PO Budi Dharma kejayaan pengusaha bis Ciamis bertahan selama empat dekade, sejak dekade 1960 an hingga pertengahan dekade 1990.
Saat itu Budi Dharma memiliki sekitar 1.000 bus Merdeka di atas dua ratus bus. Dan PO Aladin lebih dari 150 bus. Namun kini yang bertahan hanya PO Merdeka, Gapuraning Rahayu, ALadin dan Harum.
Itu pun jumlahnya makin berkurang. Pewaris perusahan PO tersebut malah banting stir jadi pemborong, usaha SPBU toko dan lainnya.
Kenapa tak bertahan? Wawan yang kini jadi pemborong terkenal di Ciamis mengungkapkan, karena persaingan usaha dan krisis ekonomi. Pada tahun 1970, mayoritas PO ramai-ramai mengganti bus yang berbahan bakar bensin menjadi solar.
Menurut Wawan Perusahaan itu kesulitan mengganti bus. Wawan mengatakan, hal itu terjadi karena kendaraan yang begitu banyak. Tapi Aladin mampu menyesuaikan.
“Ayah punya cara ia membeli truk untuk kemudian disulap menjadi bus. “Pertimbangannya, lebih murah. Makanya, sejak itu, Alladin terus menambah bus,” terangnya.
Tatang Kendar (almarhum) dalam sebuah kesempatan menjelaskan, memasuki dekade 1990, persaingan antar-PO kian ketat. Usaha angkutan bus makin terpukul ketika krisis ekonomi melanda pada tahun 1998. Saat itu, harga onderdil sangat mahal, lalu ditambah beberapa kali kenaikan harga bahan bakar.
Usaha angkutan bus mulai meredup, termasuk Alladin. Bayangkan saja, dari total 160 bus, kini bus milik perusahaan itu berada di bawah lima puluh unit. “Begitu juga dengan Merdeka yang semula lebih dari dua ratusan bus, menurun sampai sembilan puluhan,” kata Abun Hasbullah, pengurus bus Merdeka.
Baca Juga: Ini Tanggapan Buya Yahya Atas Keikutsertaan Israel di Piala Dunia U-20 2023
Perusahaan lainnya, seperti Sari Bhakti Utama, juga terkena dampak. H. Kusmana, sang pemilik perusahaan, seperti tak lagi berharap banyak terhadap usaha angkutan bus itu. Oleh karena itu, saat ini, ia lebih banyak bergerak di bidang jasa konstruksi.
Secara perlahan, angkutan bus dari Ciamis digeser oleh pemain baru, seperti PO Budiman dari Tasikmalaya dan Sinar Jaya yang masuk ke jalur selatan.
“Tetapi, apa pun kondisinya, saya akan berusaha untuk mempertahankan Alladin. Soalnya, wasiat orang tua, Alladin jangan sampai hancur atau hilang. Sekalipun jumlah bus sedikit dan kita beralih ke usaha lain, tidak akan melepas sama sekali bus ini,” kata Tatang Kendar.
Hal serupa dikemukakan Abun. Kendati jumlah bus Merdeka menyusut, sekuat tenaga akan dipertahankan. Kalau sampai bubar, akan banyak orang kehilangan pekerjaan. “Sekarang, ada tiga ratus orang mengandalkan hidup dari Merdeka. Kalau sampai bubar, kasihan. Jadi, kita berusaha mempertahankannya, ” ujar Abun.
Akan tetapi, sampai kapan kerajaan bus dari Ciamis bertahan? Tidak ada yang bisa memastikan. Para pengusaha bus itu yang merupakan generasi kedua itu hanya bisa berdoa dan berusaha. Waktulah yang akan membuktikannya, apalagi melihat kenyataan banyak PO yang kini tinggal nama.
Sejumlah nama bisa disebut seperti Budi Darma, Aman Abadi, Waspada, Garuda Indah, Swadarma, Darma Karya, dan Darma Kusumah.(und/de
Berita Terkait
-
Kecelakaan Maut Bus ALS vs Sepeda Motor di Jalinsum Sumut, 2 Orang Meninggal
-
Valuasi Twitter Anjlok Parah, Elon Musk Akui Perusahaan Terancam Bangkrut
-
Prakiraan Cuaca Tasikmalaya dan Sekitarnya 27 Maret 2023, Mulai Pagi hingga Malam Hari
-
AS Dilanda Krisis Perbankan, Banyak Bank Kolaps, Nasib RI Bagaimana?
-
Cara Membuat Oleh-Oleh Khas Ciamis Mustopa dan Inilah Alamat Penjualnya
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
Pilihan
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
Terkini
-
Purbaya Kenang Momen Investasi Hyundai Bangun Pabrik EV ke RI, Cuma Perlu 4 Bulan
-
Ditekuk Vietnam, PSSI Bakal Rekrut Pemain Arsenal hingga Stuttgart ke Timnas Indonesia?
-
Hafalan Shalat Delisa: Novel Tere Liye tentang Tsunami Aceh dan Keikhlasan
-
Polres Sukabumi Kota Sita 159 Botol Miras Ilegal, Tiga Penjual Terjaring Razia
-
Hampir 'Terjebak' Gratifikasi, Purbaya Sempat Diming-Imingi Diskon Harley-Davidson
-
Hasil Inter vs Milan Tanpa Pemenang, Cristian Chivu Santai: Hasil Tak Penting
-
Lama Mandek, Pemerintah Klaim Kawasan Industri Madura Didukung Investor China
-
Israel Dituding Jadikan Perang Timur Tengah Jadi Konflik Agama
-
Ada 2 Pembalap Indonesia di Mandalika 2026! Ini Update Terbaru Penjualan Tiket MotoGP
-
KPK Pertanyakan Selisih Uang yang Dikembalikan Menhut Raja Juli, ke Mana Sisanya?