SuaraTasikmalaya.id – Desa Cibeureum Kecamatan Sukamantri Kabupaten Ciamis ternyata memiliki potensi UMKM yang besar.
Hal itu diungkapkan Tim Pengabdian kepada Masyarakat FISIP UNIGAL kepada SuaraTasikmalaya, baru-baru ini.
Para dosen FISIP Unigal yang terdiri dari Wawan Risnawan, Etih Henriyani dan Neti Sunarti pun tertarik melaksanakan kegiatan berupa pelatihan dan pendampingan kepada TP-PKK Desa Cibeureum tersebut.
“Salah satu potensi yang dapat dikembangkan untuk peningkatan ekonomi keluarga di Desa Cibeureum adalah Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM). Ada berbagai produk UMKM yang dihasilkan anggota PKK maupun kelompok masyarakat di Desa Cibeureum seperti : Kripik Singkong, Cilok, Wingko, Sistik, Kue lapis legit dan pisang molen,” jelas Wawan selaku Ketua Tim Pengabdian Masyarakat Fisip Unigal.
Lanjut Wawan, fokus kegiatan pengabdian tersebut pada Gerakan PKK di tahun 2021-2024, yang di antaranya adalah peningkatan ekonomi keluarga dan penguatan ketahanan keluarga.
Kata dia kondisi saat ini wawasan dan pengetahuan anggota TP-PKK terhadap tugas dan peran PKK masih sangat terbatas.
Kemudian juga keterampilan untuk mengembangkan usaha atau berwirausaha masih minim, maka perlu adanya pelatihan dan pendampingan agar produk hasil olahan anggota TP-PKK maupun kelompok home industri dapat tersentra dengan akses pemasaran yang lebih luas.
“Mudah-mudahan ini dapat meningkatkan kesejahteraan anggota dan masyarakat di lingkungan Desa Cibeureum,” kata Wawan.
Adapun rencana tindak lanjut berikutnya jelas WAwan yakni menjembatani kemitraan antara TP-PKK dengan BUMDes untuk membantu pemasaran produk UMKM.
Baca Juga: Ini Puisi Sudjiwo Tejo tentang Pembatalan Indonesia Sebagai Tuan Rumah Piala Dunia U-20 oleh FIFA
“Kemudian memfasilitasi TP-PKK untuk membangun jejaring dan memanfaatkan media digital dalam mempromosikan dan memasarkan produknya, serta memfasilitasi para pelaku UMKM untuk legalitas perizinan usaha dan proses sertifikasi produk,” kata dia.
Sementara itu salah seorang anggota tim tersebut, Etih, juga menegaskan bahwa pendampingan akan secara intens dilakukan melalui program Pendampingan Desa yang teragendakan secara rutin dari Program Studi Administrasi Publik.
“Kegiatan tersebut akan disinergikan dengan kegiatan akademik lainnya, seperti praktikum mata kuliah, kegiatan magang, dan KKN Tematik sesuai dengan kebutuhan mitra atau masyarakat,” imbuh Etih. (*)
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Rekomendasi Serum Malam untuk Hempas Flek Hitam Usia 50 Tahun ke Atas
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- Work to Run: 5 Sepatu Lari Hitam Polos yang Tetap Rapi di Kantor dan Nyaman Dipakai Lari
- 5 HP Redmi RAM 8 GB Memori 256 GB Termurah di Bawah Rp1,5 Juta, Spek Juara
Pilihan
-
Serangan Mematikan Rusia Jelang Gencatan Senjata, 26 Warga Ukraina Tewas
-
Bejatnya Kiai Cabul Ashari di Pati: Ngaku Keturunan Nabi hingga Istri Orang Bebas Dicium
-
Mengungkap Jejak Pelarian Kiai Cabul Pati: Terendus Ritual di Kudus, Kini Raib Bak Ditelan Bumi
-
Diterpa Kontroversi dan Dilaporkan ke Bareskrim Terkait Ceramah JK, Ade Armando Mundur dari PSI
-
Lolos Blokade AS! Kapal Tanker Iran Rp 3,8 T Menuju Riau, Kemlu RI: Tak Langgar Hukum
Terkini
-
Kesabaran Mulai Habis, Fabio Quartararo Tak Temukan Titik Terang di Yamaha
-
Bikin Antusias! Yoo Seung Ho Comeback Drama di Flex x Cop 2 Usai 3 Tahun
-
Gubernur Khofifah Tinjau Bedah Rumah Tenaga Keamanan SMAN 2 Surabaya, Peduli Insan Pendidikan
-
3 HP POCO Rp1 Jutaan Paling Worth It di 2026, Terbaru Ada C81 Pro dengan Baterai Jumbo
-
Fakta Menarik Jelang Piala Dunia 2026: Brasil Paling Sering Tampil, Meksiko Si Rajin Tanpa Gelar
-
Mendagri Tegaskan Realisasi Program Perumahan Rakyat Akan Dorong Kemajuan Daerah
-
Hakim Siap Jemput Bola! Andrie Yunus Absen Sidang Demi Operasi Cangkok Kulit Akibat Air Keras
-
Argentina Kuasai Piala Dunia 2026 dari Pinggir Lapangan, Kirim 6 Pelatih Sekaligus
-
Mengapa Kecelakaan Kereta Masih Terjadi di Era Modern? Ini Alasan di Balik Tragedinya
-
Novita Wijayanti Datangi Gudang Bulog Cilacap, Kawal Harga Gabah Petani dan Stok Beras