/
Jum'at, 31 Maret 2023 | 09:44 WIB
Pamflet seruan aksi duka 1 juta pita hitam. (Twitter/@FaktaSepakbola)

SuaraTasikmalaya.id- Pada Rabu (29/3/2023), FIFA telah mengonfirmasi pada laman resminya memutuskan Indonesia batal jadi tuan rumah Piala Dunia U-20 2023.

Banyak pecinta bola yang kecewa atas keputusan FIFA tersebut, terlihat kekeecewannya itu diungkap pada media sosialnya masing-masing.

Buntut dari gagalnya Indonesia sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20, terungkap ada pecinta sepakbola yang akan menggelar aksi akibat hal tersebut.

Disampaikan langsung oleh akun Twitter @FaktaSepakbola yang mempublish pamflet seruan aksi duka atas batalnya Indonesia sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20 dan batalnya Timnas Indonesia bermain di Piala Dunia.

Aksi Duka 1 Juta Pita Hitam, Untuk Timnas dan Piala Dunia U-20,” tulis dari pamflet tersebut.

Diketahu pada pamflet seruan aksi tersebut akan digelar pada hari Jumat (31/3/2023), di FX Sudirman, pukul 4 sore.

Warganet pun heran atas seruan aksi tersebut, karena memandang aksi itu terlalu berlebihan untuk meluapkan kekecewaan.

“Siapa lagi sih yang menginspirasi gerakan gak guna gini?,” ungkap akun Twitter @FaktaSepakbola pada Kamis, (31/3/2023).

Mau 1 Miliar pita pun FIFA gabakal kasian dan balikin status tuan rumah balik,”

Baca Juga: Akhir Pekan, Harga Jual Emas Antam Naik Lagi Jadi Rp1,078 Juta per Gram

Netizen juga mengaitkan aksi 1 Juta Pita Hitam dengan tragedi kanjuruhan yang terjadi pada (1/10/2022) lalu.

“Lagi pula Tragedi Kanjuruhan sudah terjadi pada bulan Oktober 2022, tahun kemarin, kalian make pitanya baru sekarang,”

“Itupun Pita buat kekecewaan Timnas gak masuk Piala Dunia U-20 2023,” ujar akun Twitter @FaktaSepakbola pada postingannya.

“Ada pakai waktu tragedi Kanjuruhan, tapi untuk hal seperti ini? What Another drama? Paling diketawain orang luar,” tulis akun @rthur*****

“Diliat makin kesini, support utk timnas U-20 yg ‘gagal’ meraih mimpi digelaran sekelas pildun makin bombardir ngga karuan,” tulis akun @isokey*********

“Kalian sendiri sadar ngga, pertandingan antar sesama klub dlm negri aja msk banyak mencerminkan kurang sportivitasnya lah ini soksoan mau ‘bela negara’,” tambahnya. (*)

Load More