- Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung saat di Senen (14/2/2026) tekankan pentingnya jaga kedamaian transisi Imlek ke Ramadan.
- Pramono menegaskan Pemprov DKI telah siap menyambut Ramadan dan melarang keras ormas melakukan sweeping rumah makan.
- Gubernur tidak memberikan toleransi bagi kegiatan SOTR atau hal lain yang berpotensi memicu kerawanan atau keributan sosial.
Suara.com - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengeluarkan pernyataan tegas terkait pengamanan ibu kota menjelang masuknya bulan suci Ramadan tahun ini.
Pramono menekankan pentingnya menjaga kedamaian dan kerukunan antarumat beragama di tengah transisi perayaan besar di Jakarta.
Hal tersebut disampaikan Pramono saat melakukan kunjungan kerja di kawasan Senen, Jakarta Pusat, pada Sabtu (14/2/2026).
Awalnya, Pramono menyoroti periode perayaan Imlek yang berlangsung sejak tanggal 13 hingga 17 Februari mendatang.
Ia menyebut bahwa wajah Jakarta akan segera bersalin rupa dari suasana Imlek menuju persiapan menyambut bulan Ramadan dan Idul Fitri beberapa hari setelahnya.
"Saya ingin menegaskan bahwa itu harus penuh kedamaian dan kerukunan," ujar Pramono.
Pramono juga memastikan Pemprov DKI Jakarta telah melakukan berbagai persiapan matang untuk menyongsong bulan puasa.
Sebagai pemimpin daerah, ia merasa memikul tanggung jawab besar untuk menjaga kondusivitas masyarakat Jakarta yang mayoritas beragama Islam.
Terkait maraknya kekhawatiran masyarakat terhadap aksi sepihak organisasi kemasyarakatan (ormas), Pramono dengan lugas melarang adanya razia rumah makan selama Ramadan.
Baca Juga: Pemprov DKI Jakarta Siapkan 661 Bus untuk Mudik Gratis 2026
"Saya tahu Jakarta ini mayoritas adalah beragama Islam. Nah, tentunya saya sebagai gubernur bertanggung jawab untuk itu, dan saya tidak mengizinkan untuk ada sweeping," tegasnya.
Selain masalah razia rumah makan, orang nomor satu di Jakarta ini juga memberikan atensi khusus terhadap kegiatan Sahur on the Road (SOTR).
Kegiatan turun ke jalan pada dini hari tersebut kerap memicu kerawanan sosial, termasuk potensi terjadinya tawuran antar-kelompok.
Pramono tidak akan memberikan toleransi terhadap segala bentuk kegiatan yang berpotensi menyulut keributan di tengah masyarakat.
"Ya pokoknya, hal yang menimbulkan kerawanan, keributan saya nggak izinkan. Tapi kalau yang menimbulkan kenyamanan, saya izinkan," pungkasnya.
Pernyataan ini diharapkan menjadi maklumat bagi seluruh elemen masyarakat di Jakarta agar tetap menjaga ketertiban selama bulan suci berlangsung.
Berita Terkait
Terpopuler
- 7 Sepatu Lari Tahan Air Selevel Nike Vomero 18 GTX, Kualitas Top
- 5 HP Xiaomi dengan Snapdragon 8 Elite Gen 5, Terkencang di 2026!
- Sunscreen SPF 50 Apa yang Bagus? Ini 5 Pilihan untuk Perlindungan Maksimal
- Harga Pertamax Naik Nyaris Rp18.000 di April Besok? Ini Kata Pertamina
- Foto Pangakalan Militer AS di Arab Saudi Hancur Beredar, Balas Dendam Usai Trump Hina MBS
Pilihan
-
Mulai Besok! BPH Migas Resmi Batasi Pembelian Pertalite dan Solar, Cek Aturan Mainnya
-
Masyarakat Diminta Tak Resah, Mensesneg Prasetyo Hadi Tegaskan Harga BBM Belum Ada Kenaikan
-
Clara Shinta Minta Tolong, Nyawanya Terancam karena Suami Bawa Senjata Api
-
Harga Pertamax Naik Nyaris Rp18.000 di April Besok? Ini Kata Pertamina
-
Petir Bikin Duel Kepulauan Solomon vs Saint Kitts and Nevis di Stadion GBK Ditunda
Terkini
-
Gudang Sound System di Kembangan Ludes Dilalap Api, 15 Unit Damkar Diterjunkan ke Lokasi
-
Siapkan Puluhan Saksi dan Ahli di Kasus Korupsi Satelit Kemhan, Kejagung: Untuk Yakinkan Hakim!
-
Tiga Prajurit TNI Gugur di Lebanon, Mensos Siapkan Skema Bantuan Khusus Bagi Ahli Waris
-
Buka-bukaan Anak Riza Chalid: Tanpa Terminal BBM OTM, Cadangan Pertamax Berkurang 3 Hari
-
Indonesia Protes Keras Gugurnya Pasukan UNIFIL, Tuntut Investigasi Menyeluruh Atas Serangan Israel
-
Fakta Baru Kasus Andrie Yunus Terungkap di DPR, Berkas Sudah Dilimpahkan ke Puspom TNI
-
Istri Eks Komut Indofarma Mengadu ke DPR, Sebut Vonis 13 Tahun Penjara Tanpa Bukti Aliran Dana
-
MenpanRB: Isu Utama WFH ASN Adalah Digitalisasi, Bukan Sekadar Efisiensi
-
Detik-detik Gugurnya Praka Farizal di Lebanon, Terkena Serangan Mortir saat Salat Isya
-
Prabowo Berduka Atas Gugurnya Tiga Prajurit TNI di Lebanon