SuaraTasikmalaya.id- Semua orang mempunyai kecenderungan amalan tertentu, seperti halnya yang disampaikan oleh Ustadz Adi Hidayat, kecenderungan memilih masjid karena berbeda pandangan itu dibolehkan, asalkan bisa mendapatkan kebaikan.
Dilansir Suara Tasikmalaya.id dari Youtube Adi Hidayat Official, beliau menuturkan jika seseorang memilih masjid karena alasan kenyamanan terhadap sesuatu maka itu diperbolehkan.
Namun, Direktur Quantum Akhyar Institute menuturkan, orang yang shalat di masjid seringkali berbeda madzhab.
Beliau mencontohkan jika salah satu jama’ah di masjid, ketika melakukan shalat, terdapat kesalahan dalam shafnya, maka perbaiki dengan cara yang terbaik.
“Ajak dengan cara yang terbaik, bro, rapatkan bro, sini bro, karena jarak shaf salat bukan berarti rapat sepenuhnya, tetap ada jarak dan leluasa,” ujar Ustadz Adi Hidayat dikutip pada Minggu (2/4/2023).
Selanjutnya, persoalan ini berlaku untuk umum, seperti memilih masjid ketika shalat tarawih dengan alasan perbedaan jumlah rakaat.
Ustadz asal Pandeglang ini mencontohkan salah satu kasus ketika beliau hendak shalat subuh di salah satu masjid.
Ketika itu, beliau sebut ada orang-orang yang keluar dari masjid karena di masjid yang beliau datangi melakukan qunut.
Sama halnya dengan shalat berjamaah taraweh. Terkait jumlah, sudah ada dalil yang shahih antara keduanya.
Baca Juga: Ustadz Adi Hidayat Bagikan 2 Hal Utama Jelang Laylatul Qadar di Bulan Ramadhan
Antara 11 rakaat dan 23 rakaat, keduanya sama-sama memiliki dalil yang bisa dibuktikan kebenarannya, maka dari itu, diskusi dengan cara terbaik supaya menyelesaikan permasalahan yang ada.
“jangan diskusi dengan cara yang baik kata qur’an, diskusi dengan cara yang terbaik, senyum, berbeda bukan berarti melarang minum teh bersama kan,” ujarnya. (*/editor zahran)
Berita Terkait
Terpopuler
- 3 Sepatu New Balance Tanpa Tali, Bantalan Nyaman untuk Jalan Kaki Jauh
- Warga Kayumanis Bogor Tolak PSEL
- 5 Sepatu Adidas Tanpa Tali yang Serbaguna, Anti Pegal Dipakai Jalan Seharian
- 5 HP Baru 2026 Memori Besar dan Baterai Badak untuk Multitasking, Harga Rp2 Jutaan
- 5 Moisturizer Mengandung SPF untuk Pagi Hari, Melembapkan dan Mencerahkan Kulit
Pilihan
-
Kesehatan Donald Trump Bermasalah? Gedung Putih Dituding Tutupi Hasil Medical Check-up
-
Kebakaran RSUD Syekh Yusuf Gowa, Begini Kondisi Terkini Pasien
-
Israel Bombardir Lebanon, 74 Warga Jadi Korban Satu Keluarga Tewas Saat Kabur
-
AS-Iran Kembali Sepakati Gencatan Senjata, Harga Minyak Stabil di USD 90
-
Skandal! Jaksa AS Selidiki FIFA, Penjualan Tiket Piala Dunia 2026 Diduga Bermasalah
Terkini
-
4 Shio Diprediksi Paling Hoki Besok 31 Mei 2026, Akhir Bulan Hidup Makin Tenang
-
Dukung Gerakan Cegah Tindakan Bunuh Diri, Doyoung NCT Donasi Rp 1,1 Miliar
-
Pascakecelakaan Maut Wonokitri, BB TNBTS Bongkar Ulang Standar Keamanan Jip Bromo
-
Tren Fashion Polkadot Comeback! Motif Retro Kembali Digandrungi Gen Z dan Ibu Muda
-
5 Rekomendasi Moisturizer untuk Jerawat Mendem, Ampuh Redakan Peradangan
-
Detik-Detik Ban Elf Meledak di Tol Jomo: Mobil Oleng dan Terbalik, Satu Orang Alami Luka Berat
-
Dolar 'Cekik' UMKM: Harga Kedelai Tembus Rp545 Ribu, Perajin Tahu Tempe Terpaksa 'Sunat' Ukuran
-
Sinopsis The First Jasmine, Drama Kolosal Bai Lu dan Ryan Cheng Tayang 9 Juni
-
3 Kali ke Prancis dalam 5 Bulan, Elite PDIP Pertanyakan Urgensi Kunjungan Presiden Prabowo
-
Sinopsis Emily to Maria, Drama Komedi Jepang Dibintangi Marika Matsumoto