SUARA TASIKMALAYA - Salah satu biskuit yang melegenda disediakan masyarakat Indonesia saat hari raya Idul Fitri atau Lebaran adalah biskuit Khong Guan.
Biskuit ini sudah ada sejak puluhan tahun lalu dan dirasakan dari generasi ke generasi.
Dikutif dari akun instagram @animedistrict.id, Khong Guan telah hadir selama lima puluh tahun dan terus memberikan rasa yang sama selama generasi ke generasi. Rasa khas dari Khong Guan dapat mengingatkan kita akan masa lalu.
Di kaleng Khong Guan terdapat berbagai biskuit dengan aneka bentuk dan rasa. Dan biasanya anak kecil di masa lalu akan suka mengambil biskuit tersebut sesuai kesukaannya, baik rasa atau bentuknya.
Konon berdasarkan survei terbaru dari Good Stats, biskuit kalengan legendaris Khong Guan masih menjadi produk kue kaleng favorit masyarakat Indonesia untuk disajikan saat lebaran. Persentase masyarakat menyajikan biskuit ini mencapai 27% responden.
Survei ini dilakukan di tanggal 1 hingga 10 April 2023 dengan melibatkan sebanyak 500 responden yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia.
Mereka berasalan memilih biskuit ini karena sudah cukup identik dengan momen Hari Raya Idul Fitri.
Pengaruh brand image yang kuatdari biskuti ini dengan gambar sebuah keluarga yang sedang menikmati biskuit di bagian luar kaleng, membuat masyarakat akhirnya memilih Khong Guan sebagai produk makanan ringan kalengan yang akan disajikan di hari lebaran.
Ciri Isinya Bukan Biskuit
Baca Juga: Satu Lagi Mantan Anak Asuh Luis Milla di Timnas Indonesia Dirumorkan Gabung Persib, Siapa Dia?
Saking melegendanya biskuit ini, banyak masyarakat Indonesia yang tetap menyimpan kaleng bekas Khong Guan untuk wadah makanan lain.
Bahkan bukan tak mungkin akhir-akhir ini di hari lebaran tersaji kaleng-kaleng Khong Guan di meja, namun ternyata isinya bukan biskuit tersebut.
Bisa saja isinya adalah makanan ringan lainnya seperti rengginang, opak hingga seroja.
Nah, jika anda tak ingin tertipu tampilan kaleng Khong Guan di hari Raya Idul Fitri, kenali dua ciri berikut.
Pertama, jika plastik pembungkus kaleng sudah tak ada, maka besar kemungkinan isi kaleng tersebut bukan lagi biskuit Khong Guan, tapi makanan lain.
Hal lain kaleng yang disajikan itu terlihat bukan kaleng baru lagi, maka isinya tak seindah bayangan anda.
Kedua, kalau ada waktu dan kesempatan, berat kaleng berisi biskuit dan makanan ringan tradisional bisa dibedakan.
Jika isinya biskuit, maka akan terasa agak berat dan padat. Namun jika terasa ringan dan lebih berisik, bisa jadi itu isinya seroja, opat atau rengginang dan makanan tradisional lainnya.
Selamat Hari Raya Idul Fitri dan selamat membuktikannya! (*)
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Bedak Marcks Tabur untuk Usia Berapa? Ini Penjelasan dan 3 Pilihan Variannya
- 3 Pompa Air Otomatis untuk Sumur Dalam, Air Deras dan Mesin Awet
Pilihan
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
-
UBK Nonaktifkan Ketua BEM FH dari Jabatan Usai Mengaku Terima Suap Rp20 Juta dari Oknum Polisi
-
Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
-
Anak Mantan Bupati Sleman, Raudi Akmal Jadi Tersangka Korupsi Dana Hibah Pariwisata
Terkini
-
I'm Back! Kata-kata Cristiano Ronaldo Usai Cetak Brace, Sindir Lionel Messi
-
Udah Siap Belum? Cristiano Ronaldo Bakal Bawa Portugal Juara Piala Dunia 2026
-
Rekor 60 Tahun Tumbang! Cristiano Ronaldo Jadi Raja Gol Portugal di Piala Dunia
-
Kok Sepi, Mana Suaranya? Sindiran Pedas Sang Kakak Usai Cristiano Ronaldo Cetak Brace
-
Portugal Pesta Gol 5-0 atas Uzbekistan, Cristiano Ronaldo Cetak Rekor Bersejarah
-
Ini Tampang Pria yang Tega Sekap Perempuan di Cileunyi hingga Alami Kebutaan dan Bibir Sumbing
-
Perang Bintang AADC di Pasar Obat Herbal
-
BMKG Petakan Kemarau di Sumsel, Sejumlah Daerah Mulai Masuk Zona Kering
-
Harga DMO Batu Bara Dirombak, Apa Dampaknya bagi PTBA dan PLN?
-
Pelaku Penyekapan Tragis Bandung Ditangkap, Dedi Mulyadi Puji Gerak Cepat Polda Jabar