/
Senin, 24 April 2023 | 13:52 WIB
Ilustrasi diet. Hukum berdiet dalam Islam. (suara.com)

SUARA TASIKMALAYA – Bagaimanakah hukum diet dalam Islam? Simak penjelasan dalam artikel ini.

Setiap orang pasti mendambakan tubuh yang indah dan ideal, mereka bahkan rela malakukan berbagai cara untuk tampil dengan proporsi tubuh yang diinginkan. 

Tak sedikit pula yang melakukan diet sebagai salah satu cara menurunkan berat badan, sekaligus mendapatkan bentuk tubuh yang diinginkan. 

Diet sendiri bermacam-macam, bisa dilakukan dengan mengatur porsi makan, waktu makan, atau mengganti jenis makanan yang dikonsumsi.

Namun, aktivitas diet ini tidak jarang menyulitkan bahkan membahayakan kesehatan orang yang melakukannya. 

Melihat fenomena tersebut, lantas apakah diet ini diperbolehkan dalam Islam?.

Para ulama menghubungkan perilaku diet dengan kebiasaan orang Arab di masa lalu, yang disebut dengan tasmin

Tasmin adalah sebuah kebiasaan dengan mengatur porsi makan dan jenis makanan yang akan dikonsumsi, tujuannya untuk menambah berat badannya agar ideal. 

Tasmin ini juga dilakukan oleh ibunda Aisyah, istri Rasulullah SAW. Di mana sebelum Aisyah dinikahkan, ibunya selalu memberikan Aisyah makanan tertentu yang dapat membuat tubuhnya lebih ideal. 

Baca Juga: 5 Cara Membakar Lemak saat Tidur, Diet Mudah Tanpa Capek Olahraga

Dari hal ini, maka hukum tasmin dibolehkan, meski jika itu dikiaskan dengan diet yang terkadang sifatnya untuk mengurangi jumlah berat badan. 

Tentunya dengan beberapa syarat, yang pertama, diet tidak membahayakan atau merusak kesehatan orang yang melakukannya. 

Sebab, Allah SWT memerintahkan hambanya untuk tidak melakukan hal-hal yang dapat menjerumuskan kita ke dalam mara bahaya, seperti tertuang dalam QS. Al-Baqarah ayat 195. 

Kemudian yang kedua, diet tersebut tidak boleh mengubah hukum makanan, jadi diet ini tidak boleh menghalalkan seusatu yang haram, dan sebaliknya. (*)

Tag

Load More