/
Senin, 12 Juni 2023 | 18:30 WIB
Pendiri Partai Ummat, Amien Rais. (Youtube/Amien Rais Official)

SUARA TASIKMALAYA - Ketua Majelis Syuro Partai Ummat, Amien Rais menyuarakan People Power. Amien Rais mengajaka masyarakat berjihad untuk melengserkan Presiden Joko Widodo alias Jokowi lantan dinilai tidak berfungsi. 

Amien Rais menyuarakan People Power dalam agenda Gerakan Megabintang menggelar Dialog Nasional bertema 'Rakyat Bertanya, Kapan Peope Power' yang diselenggarakan di Gedung Umat Islam Kartopuran, Solo.

Selain ada Amien Rais dalam acara itu juga hadir dua pengacara penguggat ijazah asli Jokowi, Eggi Sudjana dan Ahmad Khozinuddin dan beberapa pembicara lainnya.

Dalam gerakan People Power kata Amien Rais adalah sebuah gerakan yang sah dan konstitutisional.

Bukan itu saja, Amien Rais juga membawa buku yang bertuliskan 'Jokowi Menang karena People Power'.

"Tidak ada sedikit pun untuk takut meledakkan people power, jadi kalau Jokowi menang karena people power, kenapa kita tidak boleh, people power itu sah menurut UUD dan konstitusi," kata Amien Rais.

Atas dasar itu, Amien Rais tegas mengatakan jika Umat Islam tak perlu takut dan gerakan ini juga tidak mengarah pada aksi anarkisme, hanya seruan moral saja.

"Kita agendakan bagaimana menghilangkah penyakit takut, tapi kita tidak boleh grusa grusu. Kita perlu konektifitas dengan TNI, kepada Polisi mungkin tidak sepenuhnya. Jadi tolong kepada para intel, laporkan ke Pak Jokowi Insya allah akan menggelar people power, people power yang tidak usah meneteskan darah, ndak usah bakar-bakar ban, ndak usah melempar gedung pemerintah," jelasnya.

Amien Rais juga meminta Umat Islam dan rakyat bersama-sama serukan bahwa ayo Jokowi turun dari presiden.

Baca Juga: Nita Gunawan Dilaporkan Genit ke Raffi Ahmad, Nagita Slavina Murka!

"Semua turun, kita minta tolong Jokowi turun, anda tidak berfungsi sebagai presiden. saya ingatkan mengapa kita gak perlu takut," seru Amien Rais di kota yang berada di wilayah Wali Kota Gibran Rakabuming, putra sulung Jokowi. (*)

Sumber: Warta Ekonomi

Load More