- Indeks Harga Saham Gabungan di Bursa Efek Indonesia melemah 0,64 persen ke level 5.864 pada Kamis pagi.
- Pelemahan pasar saham dipengaruhi oleh tensi geopolitik Timur Tengah serta aksi jual investor asing yang berkelanjutan.
- CGS International Sekuritas memproyeksikan IHSG bergerak variatif cenderung menguat didukung oleh penguatan nilai tukar rupiah terhadap dolar.
Suara.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mulai memerah pada perdagangan, Kamis, 11 Juni 2026. IHSG dibuka anjlok ke level 5.899.
Mengutip data Bursa Efek Indonesia (BEI), hingga pukul 09.05 WIB, IHSG masih melanjutkan pelemahan 0,64 persen ke level 5.864.
Pada perdagangan pada waktu itu, sebanyak 2,35 miliar saham diperdagangkan dengan nilai transaksi sebesar Rp 1,52 triliun, serta frekuensi sebanyak 176.700 kali.
Dalam perdagangan di waktu tersebut, sebanyak 267 saham bergerak naik, sedangkan 269 saham mengalami penurunan, dan 423 saham tidak mengalami pergerakan.
Adapun, beberapa saham yang menjadi Top Gainers pada waktu itu diantaranya, BABY, RISE, KBLV, DEFI, dan MLPT.
Sedangkan, saham yang masuk dalam Top Loser diantaranya, FLMC, GRIA, TRIN, BLOG, dan MDIA.
Proyeksi IHSG
IHSG diperkirakan bergerak variatif namun cenderung menguat pada perdagangan hari ini di tengah tarik-menarik sentimen global dan domestik.
Tim Riset CGS International Sekuritas Indonesia menilai pelemahan indeks-indeks utama di Wall Street akibat meningkatnya tensi geopolitik di Timur Tengah masih menjadi faktor yang membebani pergerakan pasar saham. Selain itu, aksi jual investor asing yang belum mereda juga berpotensi menekan laju IHSG.
Baca Juga: Pasar Global 'Berdarah' Akibat Ancaman Perang Trump, IHSG Malah Meroket!
Meski demikian, penguatan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat diperkirakan menjadi katalis positif yang dapat menopang pergerakan indeks.
"Dengan kombinasi sentimen tersebut, IHSG diprediksi akan bergerak bervariasi cenderung menguat," tulis CGS International Sekuritas Indonesia dalam riset hariannya.
Secara teknikal, IHSG diproyeksikan bergerak pada area support 5.760 dan 5.620, sementara level resistance berada di kisaran 6.045 hingga 6.190.
Rekomendasi Saham CGS International Sekuritas Indonesia:
- BBRI
- BMRI
- MBMA
- TINS
- ISAT
- ADRO
Saham-saham tersebut mendapatkan rekomendasi buy dari tim riset CGS karena dinilai memiliki potensi pergerakan positif di tengah kondisi pasar saat ini.
Disclaimer: Artikel ini merupakan pandangan dan analisis pasar yang ditujukan sebagai informasi umum, bukan saran atau rekomendasi investasi. Keputusan investasi tetap berada di tangan pembaca, dan setiap risiko investasi menjadi tanggung jawab pribadi.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Kulkas 1 Pintu Anti Bunga Es dan Hemat Listrik, Harga Mulai Rp1 Jutaan
- Tok! Panja DPR Sepakati RUU Polri: Usia Pensiun Bintara 59 Tahun, Perwira 60 Tahun
- Resmi! Chatib Basri Dapat Jabatan Baru Hari Ini
- Anaknya Terlibat di Program MBG, Wamenaker Afriansyah Noor Beri Penjelasan Usai Namanya Terseret
- Beda Cushion Wardah Colorfit Hijau dan Krem: Intip Harga, Kandungan, dan Manfaatnya
Pilihan
-
Haji Bolot Dikabarkan Terkena Serangan Jantung, Posisi Masih di Rumah Sakit
-
Derita Masyarakat RI Bertambah Kini Harga Pertamax Naik, Apa yang Harus Dilakukan?
-
Anaknya Terlibat di Program MBG, Wamenaker Afriansyah Noor Beri Penjelasan Usai Namanya Terseret
-
Namanya Terseret Isu Dugaan Korupsi BGN, Yahya Golkar: Semua Anggota Komisi IX DPR Tak Terlibat!
-
Perhatian! Harga Pertamax Naik Jadi Rp 16.250/Liter
Terkini
-
Pasar Global 'Berdarah' Akibat Ancaman Perang Trump, IHSG Malah Meroket!
-
Survei Konsumen BI Laporkan Indeks Keyakinan Konsumen Menurun di Mei 2026
-
Emiten BMHS Gunakan Capex Bangun Skybridge, Berapa Besarannya?
-
Inflasi Melejit ke 3,08 Persen, Apa Dampaknya?
-
Intiland Tahan Dividen, Fokus Pangkas Utang dan Kejar Penjualan Rp1,95 Triliun
-
PMB 2026 Universitas Nusa Mandiri Gelombang 4 Dibuka! Daftar Program S1 Hingga Doktoral (S3)
-
Kewajiban Neto Investasi Turun Jadi 227,6 Miliar Dolar AS, Ini Biang Keroknya
-
GSMS 2026 Soroti Tantangan Komunikasi Pemerintah di Tengah Fragmentasi Media
-
Jadi Aset Negara, Pemerintah Bakal Revitalisasi Kawasan Kemayoran Indah Golf
-
Pipa Cisem II Beroperasi Penuh, KITB Dapat Suntikan Energi Baru