Bisnis / Energi
Kamis, 11 Juni 2026 | 09:24 WIB
Iran yang menutup Selat Hormuz, jalur perdagangan energi paling krusial di dunia. [Suara/AI]
Baca 10 detik
  • Harga minyak dunia melonjak lebih dari 2 dolar AS per barel pada 11 Juni 2026 akibat ketegangan geopolitik.
  • Iran menutup Selat Hormuz sebagai respons atas serangan udara militer Amerika Serikat di wilayah Iran sejak Rabu.
  • Penutupan jalur distribusi minyak vital tersebut menyebabkan stok minyak mentah Amerika Serikat menyusut drastis hingga 7,2 juta barel.

Suara.com - Harga minyak mentah dunia melesat lebih dari 2 dolar AS per barel pada perdagangan Kamis, 11 Juni 2026. 

Lonjakan ini dipicu oleh pernyataan Iran yang menutup Selat Hormuz, jalur perdagangan energi paling krusial di dunia. 

Penutupan tersebut sebagai respons atas serangan udara lanjutan yang dilancarkan oleh Amerika Serikat (AS).

Minyak mentah berjangka Brent naik 2,30 dolar AS atau 2,47 persen ke posisi 95,40 dolar AS per barel. 

Sementara itu, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS terkerek 2,60 dolar AS atau 2,89 persen menjadi 92,63 dolar AS per barel, setelah sempat menyentuh kenaikan hingga lebih dari 3 dolar AS pada awal sesi perdagangan.

Komando tinggi militer gabungan Iran resmi mengumumkan penutupan total Selat Hormuz bagi kapal tanker minyak maupun kapal komersial. Pihak Iran menegaskan bakal menembak kapal apa pun yang nekat melintasi jalur tersebut.

Kapal dagang Iran Touska disita militer Amerika Serikat di Teluk Oman. (Dok. Aljazeera)

Di sisi lain, militer AS melalui akun resminya di platform X membantah klaim sepihak tersebut. Pihak Washington menyatakan bahwa kapal-kapal komersial terpantau masih terus lalu lalang melintasi selat.

Militer AS juga menegaskan tidak ada kapal perang mereka yang terkena serangan di Selat Hormuz. 

Pernyataan ini sekaligus menganulir laporan media pemerintah Iran yang mengeklaim telah berhasil menargetkan kapal-kapal AS di dekat jalur perairan tersebut menggunakan rudal dan pesawat tanpa awak (drone).

Baca Juga: Harga Minyak Kembali Meroket! Serangan AS ke Iran Bikin Harga BBM Makin Mahal

Eskalasi ini kembali meruncing setelah pasukan AS membombardir sejumlah target di wilayah Iran pada Rabu pukul 17.15 waktu setempat (Kamis 04.15 WIB). 

Rentetan serangan balasan yang terus meningkat ini mengancam akan menyulut kembali perang skala penuh, yang sebelumnya sempat mereda pada awal April lalu berkat kesepakatan gencatan senjata.

Blokade Selat Hormuz oleh Iran yang telah berlangsung selama berbulan-bulan menjadi faktor utama yang menjaga harga minyak tetap melambung tinggi. 

Jalur laut sempit ini merupakan rute vital yang biasanya mengangkut seperlima dari total pasokan minyak dan gas global.

Di tengah ketidakpastian pasokan global, Badan Informasi Energi AS (EIA) melaporkan stok minyak mentah domestik AS menyusut signifikan sebesar 7,2 juta barel menjadi 426,5 million barel untuk pekan yang berakhir pada 5 Juni. 

Penurunan ini jauh lebih besar dari perkiraan para analis dalam jajak pendapat Reuters yang memproyeksikan penurunan hanya sebesar 4 juta barel.

Secara kumulatif, cadangan minyak mentah AS—termasuk Cadangan Minyak Strategis (SPR)—telah merosot tajam hingga 79 juta barel sejak konflik dengan Iran pecah pada 28 Februari lalu. 

Ilustrasi cadangan minyak. (Freepik)

Penurunan drastis ini terjadi karena AS, sebagai produsen minyak terbesar di dunia, terpaksa menguras cadangannya demi menutupi kelangkaan pasokan global akibat lumpuhnya jalur Selat Hormuz.

Load More