SUARA TASIKMALAYA - Jelang Liga 1 musim 2023/2023, PSSI telah mengumumkan 18 wasit terpilih untuk Liga 1 2023. Dari 18 wasit terpilih, tak ada lagi wasit kesayangan Bobotoh, justru dominan Bandung dan ada dari Ciamis.
Liga 1 musim 2023 nampaknya akan terasa beda dari musim-musim sebelumnya. Pasalnya, salah satunya dari segi wasit, kini terpilih 18 wasit untuk memimpin Liga 1 dan ternyata banyak wajah baru.
Seperti diberitakan laman tasikmalaya.suara.com, 23 Juni 2023, 18 wasit terpilih merupakan hasil seleksi yang dilakukan pihak PSSI dibantu oleh Japan Football Association (JFA).
Dari 161 wasit yang mengikuti seleksi, hanya 18 wasit saja yang akan memimpin Liga 1 2023/2024 musim depan..
Menariknya, dari 18 wasit terpilih tak ada lagi wasit-wasit 'kesayangan' para Bobotoh atau pendukung Persib Bandung.
Wasit 'kesayangan' adalah wasit yang kerap jadi sorotan para Bobotoh yang dinilai keputusan-keputusannya kerap kontroversial atau lebih banyak merugikan Persib.
Salah satunya kini tak ada lagi nama wasit Fariq Hitaba. Wasit asal Yogyakarta itu tak ada di daftar 18 wasit tersebut. Selain itu tak ada nama wasit Iwan Sukoco.
Tak adanya wasit kesayangan para Bobotoh mendapat tanggapan dari akun-akun Bobotoh di instagram.
"18 wasit lolos dari FIFA selebihnya tidak lolos, termasuk wasit kesayangan kita semua. Mana nih katanya wasit bagus dan dapet lisensi juga tapi kok? Satu lagi baginda Iwan Sukoco juga ga ada yaa," ujar akun @kumaha_aing33, 22 Juni 2023.
Baca Juga: Tekad Tyronne Del Pino bersama Persib Bandung
Dari 18 wasit terpilih justru wasit asal Jawa Barat dan terutama Bandung lebih mendominasi.
Tercatat dari 18 itu, ada 5 wasit asal Bandung. Bahkan terpilih juga wasit asal Kabupaten Bandung, Karawang dan Ciamis. Total ada 8 wasit Jabar akan memimpin Liga 1 musim 2023. Atau sebanyak 44,4 %.
Berikut 18 wasit terpilih untuk Liga 1 musim 2023/2024.
1.Thoriq M Alkatiri (Bandung).
2.Yudi Nurcahya (Bandung).
3. Choirudin (Bantul).
4. Naufal Adya Fairuski (Bandung)
5. Zetman Pangaribuan (Jakarta Pusat).
6. Armyn Dwi Suryathin (Lubuklinggau).
7. Heru Cahyono (Jakarta Selatan).
8. Abdul Aziz (Ciamis).
9. Bangkit Sanjaya (Lampung Timur).
10. Nendi Rohaendi (Bandung).
11. Agus Fauzan Arifin (Sleman).
12. Aidil Azmi (Banda Aceh).
13. Gedion Dapaherang (Jakarta Timur).
14. Ginanjar Rahman Latief (Kabupaten Bandung).
15. M Erfan Efendi (Surabaya).
16. Asep Yandis (Karawang)
17. Ryan Nanda Saputra (Bandung)
18. Rio Putra Permana (Pekanbaru). (*)
Berita Terkait
Terpopuler
- DPR akan Panggil Kajari Batam Buntut Tuntutan Mati ABK Pembawa 2 Ton Sabu, Ada Apa?
- 6 Fakta Mencekam Pembacokan di UIN Suska Riau: Pelaku Sempat Sandera Korban di Ruang Seminar
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- Apakah Jateng Tak Punya Gubernur? Ketua TPPD: Buktinya Pertumbuhan Ekonomi Jateng Nomor Dua di Jawa
- Habiburokhman Ngamuk di DPR, Perwakilan Pengembang Klaster Vasana Diusir Paksa Saat Rapat di Senayan
Pilihan
-
Iran Bom Markas Besar Angkatan Laut AS! Lalu Tembakkan 75 Rudal ke Israel
-
Sabtu Pagi Teheran Dibom, Sabtu Sore Iran Langsung Kirim Rudal ke Israel
-
Kedubes Iran di Indonesia Kecam Serangan AS-Israel, Sebut Pelanggaran Berat Piagam PBB
-
'Labbaik Ya Hussein', TV Iran Siarkan Lagu Perang, Siap Balas Serangan AS dan Israel
-
Trump Ancam Hancurkan Industri Rudal dan Angkatan Laut Iran
Terkini
-
Jadwal Buka Puasa Batam dan Sekitarnya, Hari Ini Sabtu 28 Februari 2026
-
Perang Meluas di Timur Tengah: Iran Hantam Arab Saudi, Bahrain, Qatar, Kuwait dan Uni Emirat Arab
-
Jadwal Buka Puasa Samarinda dan Sekitarnya, Hari Ini Sabtu 28 Februari 2026
-
Kenapa Pakistan Deklarasikan Perang ke Afghanistan? Ini 5 Faktanya
-
BGN Tegaskan Info Pembukaan PPPK Tahap 3 Hoaks, Masyarakat Diminta Waspada Penipuan
-
KPK Soroti Mobil Dinas Rp 8,5 M Gubernur Kaltim, Ingatkan Risiko Korupsi Pengadaan
-
Viking Ajak 193 Anak Yatim Nonton Persib, Doa Jadi Kekuatan Tambahan
-
Lebih Bermanfaat dari Mobil Dinas Kaltim Rp8,5 M, Ini 4 Alokasi Alternatif Versi Ferry Irwandi
-
Raihan Rencanakan Aniaya Mahasiswi UIN Suska Riau Sejak November 2025
-
Kasus Kekerasan Atlet Panjat Tebing: Menpora Buka Layanan Aduan, Komisi X Desak Sanksi Maksimal