/
Senin, 03 Juli 2023 | 09:04 WIB
Protes para Bobotoh terkait tiket Persib. (@pengamatsepakbola)

SUARA TASIKMALAYA - Masih ramai di dunia maya tentang harga tiket Persib yang membuat para Bobotoh protes. Ada apa? Bagaimana dengan harga tiket Persija dan PSM?

Para Bobotoh tak hanya kurang puas dengan hasil laga Persib vs Madura United, mereka juga mempermasalahkan tiket pertandingan.

Dikabarkan untuk musim ini harga tiket pertandingan home Persib Bandung mengalami kenaikan.

Namun menurut akun instagram @kumaha_aing33, 3 Juni 2023, banyak yang beragumen, pihak Bobotoh memprotes kenaikan harga naik. Padahal bukan tentang harga.

"Bukan! Kami protes itu tentang sistemnya," tegas akun tersebut.

Lanjut akun tersebut, komunitas Bobotoh sudah terbiasa menggunakan sistem iket kolektif sehingga bisa memudahkan juga untuk yang di luar kota dengan menyewa bus karena tiket sudah pasti.

Namun dengan sistem yang sekarang, mereka kesulitan mendapatkan tiket. Padahal para Bobotoh dari luar Bandung sebelumnya selalu datang dengan berkelompok dan telah menyiapkan koreo untuk Persib.

Kata akun tersebut, bagi warga Bandung tentu tidak jadi masalah melakukan verifikasi tiket, namun bagi kelompok Bobotoh di luar Bandung itu sangat merepotkan.

Akun tersebut menjelaskan bahwa harga tiket tak menjadi masalah, terbukti di laga pertama, semua tiket dibeli Bobotoh.

Baca Juga: Menolak Tua di Usia 42 Tahun, Wulan Guritno Pamer Tubuh Seksi yang Bikin Pria Ngiler

"Hey kawan pertandingan kemarin pun kita juga sold out ya, dan tiket kami pun dibatasi 28 ribu tiket sedangkan kapasitas stadion bisa 38 ribu, dan ada juga kelompok yang batal hadir sebagai bentuk kekecewaan. Sehingga terlihat sepi," kata akun itu.

Tambah akun tersebut, berapa pun harga tiket Persib, jika sistemnya bener pasti dibayar.

Terkait harga tiket Persija yang naik mencapai Rp180 ribu dan PSM 100 ribu, para Bototoh sekali lagi tak mempermasalahkan kenaikan tket Persib.

"Untuk Jakmania (atau mungkin yg lain) Kelompok kalian juga ada jatah tiket per korwil kan? Nah, di Bandung tidak ada seperti itu semua 100% online dengan aplikasi sendiri yang servernya sering down. Apakah salah kami meminta keadilan? Respect juga untuk kalian yg mengerti keresahan kami terhadap management kami," ujar Bobotoh.

Load More