/
Sabtu, 15 Juli 2023 | 14:35 WIB
Konten viral dua anak ugal-ugalai bawa benda diduga celurit. (instagram)

SUARA TASIKMALAYA - Video pendek viral merekam bagaimana dua bocah ugal-ugalan mengendarai sepeda sambil membawa benda yang mirip dengan celurit.

Kedua bocah tersebut diduga meniru bagaimana kebrutalan geng motor yang videonya banyak viral.

Sebuah video telah menjadi viral di media sosial, memperlihatkan dua bocah ugal-ugalan yang mengendarai sepeda sambil membawa benda yang mirip dengan celurit. 

Kejadian tersebut terjadi di pusat pertokoan Kota Tasikmalaya, tepatnya di Jalan HZ Mustofa, Tasikmalaya, Jawa Barat.

Meskipun waktu pengambilan video tersebut belum diketahui secara pasti, dalam rekaman tersebut terlihat kedua bocah berboncengan di sebuah sepeda dan mengendarai secara zig-zag. 

Namun, perhatian warganet tertuju pada benda yang dipegang oleh bocah yang dibonceng, yang sangat mirip dengan celurit.

Diduga, kedua bocah kecil tersebut meniru aksi geng motor yang sedang melakukan pawai di jalan raya. 

Video berdurasi 11 detik ini hanya beredar dalam status WhatsApp dan belum menyebar secara luas di dunia maya.

Banyak warga yang menganggap aksi kedua bocah tersebut tidak pantas dan tidak seharusnya ditiru oleh anak-anak seumur mereka. 

Baca Juga: Performa Tim RANS Nusantara FC Sedang Dalam Kondisi Terbaik, Akankah Persita Dibantai?

"Videonya menjadi viral dan saya juga terkejut. Bocah-bocah itu sepertinya meniru aksi geng motor. Tapi sangat memprihatinkan untuk dilihat," kata warga Indihiang, Kota Tasikmalaya, Gunawan.

Seorang pemerhati dan aktivis anak, sekaligus Ketua Komisi Perlindungan Anak Daerah (KPAID) Kabupaten Tasikmalaya, Ato Rinanto, mengaku prihatin setelah menonton video tersebut. Menurutnya, aksi kedua bocah tersebut menjadi peringatan bagi orang tua dan pemerintah agar lebih peduli terhadap anak-anak.

"Kita sungguh prihatin. Ini merupakan peringatan bagi orang tua dan pemerintah bahwa keadaan anak-anak saat ini darurat. Kita harus menyelamatkan mereka bersama-sama," ujar Ato.

Menurutnya, video tersebut menjadi bukti dan teguran bagi para orang tua agar lebih ketat dalam pengawasan dan pendidikan moral di rumah. Ato juga menyebut bahwa maraknya aksi geng motor di Tasikmalaya menjadi salah satu faktor yang mempengaruhi perilaku kedua bocah tersebut.

"Video ini menunjukkan bahwa anak-anak memiliki kemampuan meniru yang luar biasa. Mereka bisa mendengar, meniru, dan melihat apa yang terjadi di sekitar mereka. Maraknya geng motor di Tasikmalaya harus menjadi perhatian khusus dari Kepolisian, yang sampai hari ini belum sepenuhnya diatasi dari akar masalah hingga penyelesaiannya. Ini adalah salah satu dampaknya," tambah Ato.

Saat ini, identitas kedua bocah tersebut masih belum diketahui secara pasti. (*)

Load More