/
Sabtu, 12 Agustus 2023 | 12:32 WIB
Pasangan artis Ashanty dan Anang Hermansyah.

SUARA TASIKMALAYA - Dikenal karena hubungan yang selalu serasi, nampaknya kehidupan bersama bagi Ashanty dan Anang Hermansyah ternyata tidak selalu berjalan mulus. 

Bahkan, Ashanty secara terbuka mengakui bahwa ia pernah hampir ingin bercerai dari Anang Hermansyah.

Dalam sebuah sesi podcast bersama Melaney Ricardo, Ashanty mengungkapkan bahwa setiap tahunnya ia seringkali merasa ingin menyerah dalam menjalani kehidupan rumah tangganya. Ia bahkan mengakui bahwa dirinya kadang-kadang merasa belum siap untuk menjalani pernikahan dengan Anang Hermansyah.

"Kalau dibilang sering banget aku merasa menyerah, mungkin setahun sekali. Setahun sekali aku kayak 'Kayaknya aku mungkin nggak siap dengan rumah tangga ini'," ujar Ashanty dalam konten YouTube Melaney Ricardo, pada Kamis (10/8/2023).

Salah satu pengalaman paling berat yang dialami oleh Ashanty adalah selama masa pandemi Covid-19. Pada saat itu, ia benar-benar merasa putus asa dan bahkan sempat mempertimbangkan untuk bercerai dari Anang Hermansyah. Anang Hermansyah sendiri sangat terpukul hingga menangis, dan ia bahkan bersedia menerima keputusan Ashanty jika memang ia sudah tidak mampu lagi.

"Yang terakhir ada lagi nih di masa-masa dua tiga tahun lalu. Aku merasa kayak 'Kayaknya aku nyerah deh. Dia (Anang) shalat, dia keluar air mata. 'Aku kasihan sama kamu. Kalau kamu nggak kuat, nggak papa'," ungkap Ashanty.

Namun, setelah itu, Ashanty bermimpi bertemu dengan ibunya dalam mimpinya. Mimpi tersebut memberinya kekuatan dan semangat untuk bertahan dan memperbaiki hubungannya dengan Anang Hermansyah.

12 poin penting

Menjaga rumah tangga tetap harmonis melibatkan komunikasi yang baik, kerja sama, pengertian, dan usaha bersama dari semua anggota keluarga. Berikut adalah beberapa tips untuk menjaga rumah tangga tetap harmonis:

Baca Juga: Ciut Nyali! Calon Komisioner Bawaslu Tasikmalaya Diduga Ada Darah Biru Rahmat Bagja

1. Komunikasi Terbuka: Penting untuk selalu berkomunikasi secara terbuka dengan anggota keluarga. Mendengarkan dengan baik dan berbicara dengan penuh pengertian akan membantu mencegah salah paham dan konflik.

2. Pembagian Tugas: Buatlah jadwal atau sistem pembagian tugas rumah tangga yang adil. Setiap anggota keluarga harus berkontribusi dalam pekerjaan rumah tangga, seperti membersihkan, memasak, mencuci piring, dan lain-lain.

3. Hormati Privasi: Berikan privasi kepada setiap anggota keluarga. Memberikan ruang pribadi dan menghormati waktu sendiri-setiap orang perlu waktu untuk diri mereka sendiri.

4. Atur Waktu Bersama: Meskipun masing-masing anggota keluarga memiliki jadwal yang sibuk, usahakan untuk mengatur waktu berkumpul bersama. Ini bisa dalam bentuk makan malam bersama, bermain game, atau aktivitas keluarga lainnya.

5. Kelola Konflik Dengan Dewasa: Konflik tak dapat dihindari dalam setiap rumah tangga. Penting untuk mengatasi konflik dengan cara yang dewasa dan konstruktif. Jangan membiarkan konflik membesar atau berkembang menjadi pertengkaran yang tidak perlu.

6. Jaga Keseimbangan Antara Pekerjaan dan Keluarga: Jika anggota keluarga memiliki jadwal kerja yang padat, penting untuk menjaga keseimbangan antara pekerjaan dan keluarga. Prioritaskan waktu untuk bersama-sama dan hindari terlalu banyak bekerja hingga mengabaikan keluarga.

Load More