SUARA TASIKMALAYA - Pinjaman online (pinjol) yang dijalankan oleh AdaKami dan dipimpin oleh Bernardino Moningka Vega mendapat sorotan tajam karena meningkatnya pengaduan terkait praktek-praktek kontroversial. Pengaduan mencakup praktek bunga tinggi yang terselubung, taktik teror penagihan, dan bahkan serangan palsu menggunakan layanan GoFood.
Pengguna media sosial mengungkapkan keprihatinan mereka terhadap praktek pinjol ini. Salah satunya adalah melalui akun Twitter @partaisocmed, yang mengutip beberapa pengaduan pada Selasa (19/9/2023).
Akibat hal ini kinerja Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dianggap tak becus dalam melakukan pengawasan terhadap pinjol Adakami.
"Ini apa2an @ojkindonesia? Bunga mencekik dengan istilah biaya layanan yang hampir 100% dari pinjaman pokoknya. Apakah praktek-praktek culas begini diizinkan oleh OJK? Adakami dibawah pengawasan OJK kan? Apanya yg kalian awasi, setoran anggotanya saja? " kata Partaisocmed dalam salah satu tweetnya.
Pengaduan yang semakin meningkat menunjukkan perhatian yang berkembang terhadap praktik pinjol yang merugikan konsumen.
Masyarakat semakin waspada terhadap bunga tinggi yang tersembunyi dan metode penagihan yang dapat memengaruhi kehidupan sehari-hari mereka.
Otoritas perbankan Indonesia, seperti Otoritas Jasa Keuangan (OJK), diharapkan untuk mengambil tindakan tegas untuk memastikan bahwa pinjol beroperasi sesuai dengan aturan yang berlaku dan melindungi hak-hak konsumen.
Perlu ada upaya untuk mengawasi praktik bisnis pinjol yang transparan dan adil, serta untuk mengatasi praktik yang merugikan masyarakat.
Kondisi ini mengingatkan kita semua akan pentingnya berhati-hati dalam memilih penyedia pinjaman online dan untuk selalu memahami syarat dan ketentuan sebelum meminjam. Kesadaran konsumen adalah kunci untuk mencegah praktik-praktik yang merugikan oleh pinjol. (*)
Baca Juga: Laga Sepak Bola Porprov Sumsel Rusuh, Pemain PS Palembang Baku Hantam Dengan OKUS
Berita Terkait
-
Parah! Utang Pinjol Tetap Ditagih, Meski Korban Telah Meninggal
-
Jangan Senang Dulu: Bursa Karbon RI Bisa Senasib Malaysia dan Korea, Sepi!!
-
Viral! Seseorang Bunuh Diri Karena Tak Sanggup Bayar Utang Pinjol
-
Bocoran Bos OJK: Bursa Karbon RI Meluncur Seminggu Lagi
-
Warga Jakarta Pilih Belanja Pakai Pinjol Daripada Gunakan Uang Tabungan
Terpopuler
- Rumor Cerai Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie Memanas, Ini Pernyataan Tegas Sang Asisten Pribadi
- 5 Sepeda Murah Kelas Premium, Fleksibel dan Awet Buat Goweser
- 5 HP Murah RAM Besar di Bawah Rp1 Juta, Cocok untuk Multitasking
- 5 City Car Bekas yang Kuat Nanjak, Ada Toyota hingga Hyundai
- Link Epstein File PDF, Dokumen hingga Foto Kasus Kejahatan Seksual Anak Rilis, Indonesia Terseret
Pilihan
-
Viral Dugaan Penganiayaan Mahasiswa, UNISA Tegaskan Sanksi Tanpa Toleransi
-
5 HP RAM 8 GB untuk Multitasking Lancar Harga Rp1 Jutaan Terbaik Februari 2026
-
Ivar Jenner Gabung Dewa United! Sudah Terbang ke Indonesia
-
3 Emiten Lolos Pemotongan Kuota Batu Bara, Analis Prediksi Peluang Untung
-
CV Joint Lepas L8 Patah saat Pengujian: 'Definisi Nama Adalah Doa'
Terkini
-
Izin Impor BBM Shell Belum Terbit, ESDM: Masih Dievaluasi!
-
5 Pemain Keturunan Siap Bela Timnas Indonesia, Tinggal Naturalisasi
-
Sejumlah Masyarakat Sipil Laporkan Kejahatan Genosida Israel ke Kejaksaan Agung
-
Kapolda Metro ke Anggota: Jangan Sakiti Hati Masyarakat, Satu Kesalahan Bisa Hapus Seluruh Prestasi!
-
5 Mobil yang Tampilannya Di-Bully Tapi Menang Fungsi
-
Gerakan Gentengisasi Presiden Prabowo Subianto, Apa Itu?
-
Aksi HOA Malam Nanti di Jakarta, Intim tapi Bakal Meledak-ledak
-
Viral Dugaan Penganiayaan Mahasiswa, UNISA Tegaskan Sanksi Tanpa Toleransi
-
Thomas Djiwandono Geser ke BI, Benarkah Juda Agung Jadi Wamenkeu Baru Pilihan Prabowo?
-
Meski Turun, Jumlah Pengangguran RI Capai 7,35 Juta Orang