SUARA TASIKMALAYA- Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) putuskan untuk menjemput mantan Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo.
Hal itu dilakukan usai SYL ditetapkan sebagai tersangka atas dugaan kasus korupsi. Seharusnya Syahrul dipanggil oleh KPK pada hari ini.
Namun, dirinya mengaku tidak bisa memenuhi panggilan KPK untuk menjenguk orang tuanya yang sakit di Makassar, Sulawesi Selatan.
Sebagai informasi, terdapat dua tersangka lainnya selain eks Mentan tersebut, ialah Sekretaris Jendral Kementerian Pertanian (Sekjen Kementan) Kasdi Subagyono dan Direktur Alat dan Mesin Pertanian Kementan, Muhammad Hatta.
Ketiganya diduga melakukan korupsi berupa penyalahgunaan wewenang dan pemerasan serta pengadaan barang disertai penerimaan gratifikasi.
Kepala bagian pemberitaan KPK, Ali Fikri menjelaskan ada alasan dibalik penjemputan paksa SYL, meskipun pengacara eks Mentan itu telah memastikan jika Syahrul akan hadir sesuai dengan surat panggilan di esok hari.
“Ketika SYL tidak hadir di KPK hari ini kami melakukan analisis dan penangkapan kepada SYL, sesuai hukum acara pidana, karena adanya kekhawatiran melarikan diri dan menghilangkan bukti,” kata Ali Fikri di Gedung KPK, Jakarta, dikutip dari Suara.com, Kamis (12/10/2023).
“Dari tadi malam dan saya pikir sesuai dengan komitmennya yang kemarin kami sampaikan bahwa dia akan kooperatif, semestinya datang hari ini ke KPK untuk menemui tim penyidik KPK," imbuhnya. (*)
Baca Juga: Pria di Medan Nekat Curi Motor dan HP untuk Main Judi Online, Nasibnya Berakhir Tragis
Berita Terkait
Terpopuler
- Hadir ke Cikeas Tanpa Undangan, Anies Baswedan Dapat Perlakuan Begini dari SBY dan AHY
- 7 Rekomendasi Bedak Tabur yang Bagus dan Tahan Lama untuk Makeup Harian
- 30 Kode Redeem FF 25 Maret 2026: Klaim Bundle Panther Gratis dan Skin M14 Sultan Tanpa Top Up
- 5 Rekomendasi HP Samsung Terbaru Murah dengan Spek Gahar, Mulai Rp1 Jutaan
- Panas! Keluarga Bongkar Aib Bunga Zainal, Sebut Istri Sukhdev Singh Pelit hingga Nikah tanpa Wali
Pilihan
-
Mengamuk! Timnas Indonesia Hantam Saint Kitts dan Nevis Empat Gol
-
Skandal Rudapaksa Turis China di Bali: Pelaku Ditangkap Saat Hendak Kembalikan iPhone Korban!
-
Arus Balik Susulan, 14 Ribu Kendaraan Diprediksi Lewat GT Purwomartani Sabtu Ini
-
Fokus Timnas Indonesia, John Herdman Ogah Ikut Campur Polemik Paspor Dean James
-
Video Jusuf Kalla di Pesawat Menuju Iran adalah Hoaks
Terkini
-
'Ini Terakhir Kali Saya ke Jakarta': Curahan Hati Perantau yang Balik Kampung Demi Jaga Sang Putri
-
Dakwaan Jaksa Soal Dugaan Gratifikasi dan TPPU Tak Terbukti, Eks Sekretaris MA Pilih Mubahalah
-
Dorong UMKM Naik Kelas, BRI Regional Office Palembang Kucurkan KUR Rp 2,34 Triliun
-
Krisis Sampah Berakhir? 7 Fakta Pemkab Serang 'Gempur' TPS3R demi Lingkungan Bersih
-
Gus Ipul Dukung Narapidana Dapat Bansos PBI, Kemensos Siap Tindak Lanjut
-
Mengamuk! Timnas Indonesia Hantam Saint Kitts dan Nevis Empat Gol
-
Tiga Jam Bertemu di Istana hingga Antar ke Bandara, Ini Obrolan Presiden Prabowo dan PM Anwar
-
Akhirnya! 7 Titik Biang Macet Puncak Bogor Mulai Dieksekusi, Simak Lokasinya
-
Arus Balik Memuncak: Tol MBZ Mulai Diserbu Pemudik, Volume Kendaraan Naik Drastis
-
Gubernur Sulsel Ajak Saudagar KKSS Pulang Kampung: Bangun Daerah dengan Prinsip Kebaikan