Suara.com - Orang-orang yang tinggal di negara kaya raya, seperti Amerika Serikat, umumnya lebih puas dengan hidupnya ketimbang mereka yang tinggal di negara lebih miskin. Tetapi sebuah studi terbaru menemukan bahwa mereka yang di negara kaya justru lebih sering risau dan marah, ketimbang masyarakat di negara miskin.
"Kehidupan di negara makmur jauh lebih cepat dan ada banyak hal yang harus dikerjakan," kata Louis Tay pakar psikologi dari Purdue University, Amerika Serikat, yang memimpin penelitian itu.
Menurut dia masyarakat di negara kaya punya lebih banyak harapan dan pilihan dibandingkan dengan mereka di negara miskin, sehingga tekanan dalam hidup mereka lebih tinggi dan dengan demikian lebih mudah mengalami stres.
Penelitian itu senada dengan sebuah riset sebelumnya yang menemukan adanya hubungan antara kerisauan dengan banyaknya pilihan dalam hidup. Orang mudah stress karena berusaha untuk menentukan pilihan terbaik dari banyak alternatif.
Dalam studi itu para peneliti mempelajari data pendapatan dari hampir 840.000 orang di 158 negara. Para responden dalam penelitian itu juga diminta untuk menceritakan seberapa puas mereka dalam hidup dan apakah mereka merasakan "kerisauan", "kesedihan" atau "marah" dalam hidup.
Hasilnya para peneliti menemukan bahwa orang yang tinggal di negara kaya cenderung lebih puas dengan kehidupan mereka ketimbang orang dengan penghasilan yang sama tetapi tinggal di negara yang lebih miskin.
Misalnya, orang yang menghasilkan 30.000 dolar per tahun di AS cenderung lebih puas dengan kehidupannya ketimbang orang yang punya penghasilan yang sama di Zimbabwe atau di negeri lainnya yang rata-rata pendapatan negaranya lebih rendah dari AS.
Studi itu diterbitkan dalam jurnal Psychological Science edisi 22 April. (LiveScience)
Berita Terkait
Terpopuler
- Profil Norman Joesoef, Pengusaha Muda yang Disebut-sebut Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
- 4 Shio yang Menarik Keberuntungan Hari Ini 5 Agustus 2026: Segalanya Berjalan Lancar
- 4 HP Redmi Memori 256 GB dan Kamera Jernih Harga Rp1 Jutaan, Cocok untuk Multitasking
- Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
- Jalan Santai Cocoknya Pakai Sepatu Apa? Ini 6 Produk Lokal yang Nyaman Buat 17 Agustusan
Pilihan
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
Terkini
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Rekor Buruk Timnas Indonesia di Piala AFF Semakin Panjang, Pemain Naturalisasi Tak Berkutik
-
100 Petani Sidomulyo Muba Serahkan Diri, Bela 4 Warga yang Dituduh Mencuri di Kebun Sendiri
-
Eks Penyidik KPK: Kasus Febrie Adriansyah Harus Dikembangkan ke Atas, Bawah, dan Samping
-
Dari Batam Menuju Timnas Indonesia, Garudayaksa FC Buka Kesempatan bagi Talenta Muda
-
Tak Berdiri Sendiri, Pengamat Unas Endus Ada Sosok Berpengaruh di Kasus Eks Jampidsus
-
Erick Thohir Evaluasi Skuad Timnas Indonesia Usai Gagal di Piala AFF 2026, John Herdman Out?
-
Kata-kata Mengharukan Rizky Ridho Usai Timnas Indonesia Tersingkir dari Piala AFF 2026
-
Tangis Haru Karsa, Rumah Reotnya di Klapanunggal Kini Kokoh Direnovasi Indocement