Suara.com - Pemerintah Republik Afrika Tengah melarang warganya berkirim pesan lewat layanan pesan pendek (SMS). Larangan itu diberlakukan sebagai upaya meredam kekerasan yang mengoyak keamanan negara selama kurang lebih satu tahun terakhir.
Larangan itu diumumkan hari Selasa (3/6/2014). Pemerintah berharap, pemblokiran layanan SMS bakal membendung gelombang demonstrasi yang kerap berujung ricuh. Pasalnya, selama ini, aksi-aksi semacam itu diorganisir melalui pengiriman SMS massal.
"Untuk mengembalikan keamanan di negara ini, penggunaan SMS di seluruh pengguna ponsel diblokir sejak Senin, 2 Juni 2014 sampai pemberitahuan sebelumnya," kata kementerian telekomunikasi negara tersebut.
Ketika seorang pengguna ponsel mencoba mengirim SMS, dia akan menerima SMS balasan berbunyi "SMS tidak diperbolehkan".
Kerusuhan terjadi sejak tahun lalu saat pemberontak muslim Seleka merebut kekuasaan negara yang mayoritas penduduknya beragama Kristen. Pada bulan Maret 2013, Michel Djotodia mengangkat diri sebagai Presiden sekaligus pemimpin militer Republik Afrika Tengah menggantikan Presiden sebelumnya Francois Bozize.
Djotodia dipaksa turun pada bulan Januari 2014. Pemerintah dipegang oleh pemerintahan sementara yang terdiri atas pasukan penjaga perdamaian gabungan Prancis dan Afrika. Namun, hingga kini, kekerasan terus terjadi. (Mashable)
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 Rekomendasi Merk Rice Cooker yang Awet dan Bagus untuk Pemakaian Jangka Panjang
- Feng Shui Rumah Menghadap Utara, Lakukan 4 Tips Ini agar Energi Seimbang dan Bawa Hoki
- TNI Mau Ambil Alih Kamtibmas? TB Hasanuddin: Itu Tugas Polri
- Warga Teror Pekerja Stadion Sudiang, Pembangunan Tribun Selatan Terpaksa Ditinggalkan
- 5 Pilihan HP Samsung RAM 12 GB Agustus 2026, Performa Ngebut Anti Lag
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
Terkini
-
Amplop Raja Juli Menyusut SGD2.000, KPK Buka Peluang Periksa Ajudan hingga Kapolres Kuansing
-
Korban Tolak RJ, Sidang Kasus Pengeroyokan Anggota DPRD Kabupaten Bekasi Berlanjut
-
Telok Abang Palembang Bukan Sekadar Tradisi Agustus, Kini Jadi Ikon Budaya Kota
-
Terungkap, Trik Warga Israel Bisa Lolos Masuk Bali Meski Tak Ada Hubungan Diplomatik
-
Insanul Fahmi Terpuruk dan Jualan Sayur, Wardatina Mawa: Tapi Semua Sudah Terlambat
-
Bus Koridor 13 Mogok di Ciledug, Penumpang Turun Jalan Kaki
-
Tiga Pria NTT Ditangkap Usai Bakar Burung Hantu Hidup-hidup, Alasannya Bikin Elus Dada
-
Bukan Tambang, Ini Sektor yang Diam-Diam Dorong Ekonomi Sumsel 5,20 Persen
-
Indonesia Punya Potensi Besar Kembangkan Kripto Syariah
-
5 Rekomendasi Bedak Ringan untuk Remaja Sekolah yang Hasilnya Natural dan Tidak Dempul sesuai Review