Suara.com - Uni Eropa berencana membuat helikopter autokemudi untuk mengantisipasi kemacetan di kota-kota besar. Dengan helikopter tersebut, pengemudi tinggal naik, menyebutkan hendak pergi ke mana, dan diantarkan sampai tujuan.
Di saat Google dan beberapa perusahaan teknologi lainnya berlomba-lomba mengembangkan mobil autokemudi, Uni Eropa justru ingin membuat kendaraan terbang autokemudi.
MyCopter, demikian nama kendaraan autokemudi itu. Kendaraan itu akan terbang di ketinggian 2.000 meter sehingga tidak mengganggu lalu lintas udara.
Pengemudi hanya perlu naik dan menentukan tujuannya. Canggihnya, begitu mendekati tujuan, MyCopter akan memberikan pilihan-pilihan tempat pendaratan. Pengemudi cukup menunjuk tempat pendaratan yang diinginkan dan kendaraan itu akan mendarat di tempat yang dipilih.
Tidak hanya produknya. Uni Eropa juga sudah mempersiapkan sistemnya. Sistem itu diklaim akan meniadakan kemacetan, sekaligus menghemat energi dan bahan bakar. Biaya perawatan jalan raya pun tidak akan diperlukan lagi di masa yang akan datang.
Saat ini, pengembangan kendaraan ini masih dipelajari oleh enam institusi penelitian di berbagai tempat di Eropa. Uni Eropa sudah mengucurkan dana sebesar 4,7 juta Dolar untuk membantu studi tersebut.
Jika helikopter ini benar-benar terwujud, tentu akan menjadi solusi yang baik bagi kota-kota besar yang terbelenggu masalah kemacetan, seperti Jakarta. (Dailymail/MyCopter)
Berita Terkait
-
Gara-gara Berkas Tak Lengkap! Kasus Heli Anggota DKPP Tio Aliansyah Resmi Dinyatakan Gugur
-
TPA Jatiwaringin Masih Membara, 2 Helikopter Water Bombing Diterjunkan ke Lokasi!
-
Helikopter Apache Jatuh, AS Menggila! Iran Dibombardir di Selat Hormuz
-
Detik-Detik Mencekam! Helikopter AL Inggris Meledak di Udara, 3 Prajurit Tewas
-
Iran Gelar Latihan Anti-Helikopter, Siaga Hadapi Serangan AS-Israel
Terpopuler
- Bedak Wardah Apa yang Cocok untuk Usia 40 Tahun? Ini 5 Rekomendasi Terbaik agar Flawless dan Fresh
- Tak Lagi Disamping Prabowo, Kursi Wapres Gibran Geser Sejajar Menteri di Sidang Kabinet
- 7 Statistik Miris Argentina Saat Dipecundangi Spanyol di Final Piala Dunia 2026
- Persib dan Persija Dikabarkan Tak Lolos IPO di Bursa Efek Indonesia
- Perbedaan Eau De Parfum dan Eau De Toilette, Mana yang Sesuai Kebutuhanmu?
Pilihan
-
Laporkan Hotman Paris ke Polda Metro, PWI Ragukan Ketulusan Permohonan Maaf Sang Pengacara
-
Mendukung Working Mom Mengelola Keuangan Keluarga Lebih Efisien dengan AstraPay
-
Usai Nobar Final Piala Dunia, Bupati Lombok Barat Lalu Ahmad Zaini Kena OTT KPK
-
Menteri PU Dody Hanggodo Bakal Dicopot Agustus? 'Prabowo Tak Suka Menteri yang Bikin Gaduh'
-
Tersangka Don Ritto Dikawal Rantis Brimob saat Tiba di Kejagung, Emas hingga Brankas Ikut Dibawa
Terkini
-
FIFA Buka Voting Tim Terbaik Piala Dunia 2026: Argentina Sumbang 5 Pemain, Spanyol?
-
Dari Pameran Kudatuli, Megawati Titip Pesan untuk Generasi Muda Indonesia
-
Kasus Dugaan Penculikan Atlet Golf Jesslyn Wijaya, Polisi Telusuri Perjalanan hingga Kuala Lumpur
-
Bukan Sekedar Catatan Masa Lalu, Peristiwa Kudatuli Merupakan Simbol Perjuangan Lawan Ketidakadilan
-
Usut Aliran Rp 91 Miliar Suap Bea Cukai, KPK Tetapkan Tersangka Baru
-
Korupsi Disebut Kejahatan HAM, Mengapa Hak Korban Belum Jadi Perhatian?
-
Aksesori Estetik Makin Digemari, Ini Tempat Belanja Lengkap Incaran Reseller hingga Jastiper
-
Salah Setting Aplikasi Navigasi, Pemotor RX-King Nekat Masuk Tol Jagorawi
-
Anggaran Jasa Belanja Tenaga Ahli Banten Tembus Rp55,47 Miliar, Kepala BPKAD Mengaku Kaget
-
Jembatan di Serang Mulai Dibangun Andra Soni Usai 25 Tahun Tak Tersentuh Perbaikan