Suara.com - Stasiun observasi luar angkasa Arecibo di Puerto Rico menangkap sebuah sinyal radio singkat dari luar Galaksi Bima Sakti baru-baru ini.
Sinyal itu pulalah yang ditangkap oleh teleskop radio di New South Wales, Australia. Bahkan, teleskop itu yang lebih dahulu mendeteksinya. Namun, para ilmuwan sempat mengesampingkan laporan itu karena hanya fasilitas itu yang mendeteksinya.
Ceritanya menjadi berbeda saat stasiun observasi di Poerto Rico juga menangkap sinyal itu. Tangkapan sinyal itu menepis keraguan yang ada selama ini.
"Hasil ini menjadi penting karena menepis keraguan bahwa sinyal radio itu benar-benar sinyal kosmik," kata penyidik di stasiun observasi Puerto Rico Victoria Kaspi.
Kaspi menilai, gelombang radio itu berasal dari luar galaksi Bima Sakti.
"Gelombang radio itu menunjukkan tanda-tanda bahwa itu berasal dari luar galaksi kita - benar-benar prospek yang menjanjikan," imbuh Kaspi.
Lalu, pertanyaan yang muncul kemudian adalah, dari mana asal sinyal tersebut? Hingga kini, hal itu masih menjadi misteri bagi para ahli astrofisikawan. Belum ada pemahaman yang sama di antara mereka. Sinyal tersebut tertangkap sebanyak 10.000 kali dalam sehari.
Asal dari sinyal itu bisa bermacam-macam. Beberapa di antaranya adalah lubang hitam yang menguap, tumbukan neutron bintang, atau pancaran bintang berkekuatan magnet tinggi. Namun, belum ada ilmuwan yang menyebutkan kemungkinan bahwa sinyal itu dikirimkan oleh mahluk lain yang memiliki kecerdasan di luar angkasa. (News.com.au)
Berita Terkait
Terpopuler
- Megawati: Saya Dipanggil Polisi 3 Kali, Diperiksa Jaksa Sampai Malam
- Febrie Adriansyah Minta Emas 74 Kg dan Uang Ratusan Miliar Segera Dikembalikan
- Besok, Front Mahasiswa UI hingga IPB Siap Gelar Aksi 'Merebut Kemerdekaan' di Jakarta
- Sunscreen Apa yang Bisa Memudarkan Flek Hitam di Wajah? Ini 9 Rekomendasi Terbaiknya
- PJJ Jakarta 18 Agustus 2026 Besok: Berlaku untuk Sekolah Negeri-Swasta, ASN Boleh WFH 50 Persen
Pilihan
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
-
Dihadang Polisi di UOB Plaza, Massa UI: Ini Bukti Kita Belum Merdeka!
Terkini
-
5 Contoh Susunan Acara Maulid Nabi di Sekolah, Cocok untuk SD hingga SMA
-
Jika Aku Mereka: Melihat Dunia dari Sudut Pandang Penyandang Disabilitas
-
Menuju Piala Asia U-20 2027: Timnas Indonesia Ladeni Musuh Bebuyutan Malaysia
-
Di Balik El Nino 2026: Mengapa Indonesia Terancam Krisis Air dan Pangan?
-
Gempa Susulan di Flores Masih Akan Berlangsung 30 Hari ke Depan, Frekuensi Menurun
-
Terima Gratifikasi Rp20,7 Miliar, Eks Kakanwil DJP Mohamad Haniv Ditahan KPK
-
Kemarahan Publik Tak Hanya Soal Prabowo, tapi Akumulasi Masalah 10 Tahun Era Jokowi
-
Ardhito Pramono Gugat Sony Music Terkait Royalti, Akui Rugi Rp5,7 Miliar
-
Masukan LMC untuk RUU Hak Cipta: Lindungi Jurnalisme Tanpa Mematikan Distribusi Digital
-
Jose Mourinho Sewot Rodri Tolak Real Madrid Pilih Gabung ke Barcelona