Serangan "Si Kentut Api"
Atas permintaan gereja, Sao Vicente lalu berlayar membawa harta mendiang De Castillon ke Avignon, tempat Paus Inosensius VI (berkuasa dari 1352 - 1362).
Pada abad 14, paus memang kerap mengungsi ke Avignon, karena gejolak politik dan perang sering pecah di Italia.
Tetapi saat sedang berlayar dekat Cartagena, yang kini terletak di wilayah Spanyol, puluhan awak kapal Sao Vicente disergap oleh dua kapal bajak laut.
Salah satu kapal dipimpin oleh seorang lelaki bernama Antonio "Botafoc". Kata botafoc berarti "letusan api" atau "kentut api". Nama aslinya lenyap dalam sejarah. Sementara kapal lainnya dipimpin oleh Martin Yanes.
Kapal Botafoc bersenjata lengkap dan berat. Catatan dalam dokumen Vatikan menyebutkan awak kapal bajak laut itu bersenjatakan pedang melengkung yang biasa digunakan oleh pelaut dan lembing.
Botafoc juga memasang setidaknya tujuh ballistae, senjata mirip busur raksasa yang bisa menembakan peluru batu berukuran 29 sentimeter.
Menghadapai bajak laut bersenjata lengkap, kru Sao Vicente menyerah.
Tetapi kencan Botafoc dengan dewi fortuna tidak berlangsung lama. Ketika Yanes berhasil lolos dengan kapal berisi harta berharga, Botafoc justru kandas di dekat kota Aigues-Mortes, Prancis.
Tentara setempat menangkap anak buah Botafoc dan menggantung mereka di pinggir pantai menggunakan tali layar kapal bajak laut itu.
"Awak kapal bajak laut biasa, dalam tradisi, adalah hostis humani generis atau musuh umat manusia. Tak ada hukum yang melindungi mereka," jelas Williman dan Corsano.
Adapun Botafoc dan beberapa perwirnya dipenjara untuk menunggu hukuman.
Sementara itu kapal yang kandas mulai dijarah oleh oleh nelayan-nelayan lokal, yang mengklaim hak mereka karena berjasa menyelamatkan kapal tersebut.
Pada 11 Februari 1357, Jean des Baumes, seorang juru tulis pada hakim setempat mencatat barang-barang yang masih tertinggal dalam kapal. Ia hanya menemukan sejumlah besar pakaian, buku-buku, dan jubah-jubah gerejawi.
Nasib Botafoc
Lalu apa yang terjadi dengan Botafoc?
Setelah awak kapalnya digantung dan para perwiranya yang ditahan akhirnya dibebaskan dengan membayar tebusan, Botafoc tampaknya juga lolos dari tiang gantungan.
Rupanya tebusan yang dibayarkan ke dewan keuangan gereja Katolik juga turut mencakup Botafoc. Akan tetapi, jelas Williman dan Corsano, tentara-tentara di Aigues-Mortes "berhak melakukan apa saja kepadanya."
Adapun kapal yang dikomando oleh Yanes, tidak pernah disebut lagi dalam catatan sejarah. Yanes dan krunya tampaknya berhasil melarikan harta jatah mereka meski tetap menjadi buronan. (Live Science)
Berita Terkait
Terpopuler
- Bedak Wardah Apa yang Cocok untuk Usia 40 Tahun? Ini 5 Rekomendasi Terbaik agar Flawless dan Fresh
- Tak Lagi Disamping Prabowo, Kursi Wapres Gibran Geser Sejajar Menteri di Sidang Kabinet
- 7 Statistik Miris Argentina Saat Dipecundangi Spanyol di Final Piala Dunia 2026
- Persib dan Persija Dikabarkan Tak Lolos IPO di Bursa Efek Indonesia
- Perbedaan Eau De Parfum dan Eau De Toilette, Mana yang Sesuai Kebutuhanmu?
Pilihan
-
Laporkan Hotman Paris ke Polda Metro, PWI Ragukan Ketulusan Permohonan Maaf Sang Pengacara
-
Mendukung Working Mom Mengelola Keuangan Keluarga Lebih Efisien dengan AstraPay
-
Usai Nobar Final Piala Dunia, Bupati Lombok Barat Lalu Ahmad Zaini Kena OTT KPK
-
Menteri PU Dody Hanggodo Bakal Dicopot Agustus? 'Prabowo Tak Suka Menteri yang Bikin Gaduh'
-
Tersangka Don Ritto Dikawal Rantis Brimob saat Tiba di Kejagung, Emas hingga Brankas Ikut Dibawa
Terkini
-
FIFA Buka Voting Tim Terbaik Piala Dunia 2026: Argentina Sumbang 5 Pemain, Spanyol?
-
Dari Pameran Kudatuli, Megawati Titip Pesan untuk Generasi Muda Indonesia
-
Kasus Dugaan Penculikan Atlet Golf Jesslyn Wijaya, Polisi Telusuri Perjalanan hingga Kuala Lumpur
-
Bukan Sekedar Catatan Masa Lalu, Peristiwa Kudatuli Merupakan Simbol Perjuangan Lawan Ketidakadilan
-
Usut Aliran Rp 91 Miliar Suap Bea Cukai, KPK Tetapkan Tersangka Baru
-
Korupsi Disebut Kejahatan HAM, Mengapa Hak Korban Belum Jadi Perhatian?
-
Aksesori Estetik Makin Digemari, Ini Tempat Belanja Lengkap Incaran Reseller hingga Jastiper
-
Salah Setting Aplikasi Navigasi, Pemotor RX-King Nekat Masuk Tol Jagorawi
-
Anggaran Jasa Belanja Tenaga Ahli Banten Tembus Rp55,47 Miliar, Kepala BPKAD Mengaku Kaget
-
Jembatan di Serang Mulai Dibangun Andra Soni Usai 25 Tahun Tak Tersentuh Perbaikan