Suara.com - Dua perusahaan raksasa teknologi punya "tawaran" khusus bagi para pegawai perempuannya. Tawaran atau fasilitas khusus itu adalah membayari penyimpanan (pembekuan) sel telur mereka, yang dengan demikian membuat para karyawati bisa menunda punya anak dalam beberapa tahun.
Facebook sudah mengawali penawaran skema tersebut sejak 1 Januari 2014 lalu. Kini, sebagaimana dikutip Mashable dari NBC News, Apple pun bersiap mengikuti langkah itu, dengan rencana memulainya terhitung Januari 2015.
Seperti diketahui, seiring bertambahnya usia perempuan, kemungkinan berhasilnya kehamilan mereka akan terus menurun, meskipun kebanyakan perempuan masih akan tergolong subur hingga setidaknya usia 30-an.
Di sinilah hadir proses penyimpanan atau pembekuan sel telur (oocyte cryopreservation) sebagai sebuah metode demi mempertahankan fertilitas untuk jangka lebih panjang, terutama karena sel telur di usia lebih muda cenderung lebih sehat.
Terkait apa yang dilakukan oleh Facebook dan Apple, Robin McCarthy dari Eggbanxx, sebuah organisasi advokasi penyimpanan sel telur, menyatakan bahwa langkah ini tidaklah biasa. Namun menurutnya, salah satu alasan utama untuk itu adalah ketika American Society for Reproductive Medicine mulai tidak lagi menyebut pembekuan sel telur sebagai sebuah "eksperimen", sekitar dua tahun lalu.
Sebelumnya, pembekuan sel telur rata-rata ditujukan bagi para pasien kanker yang ingin menyimpan sel telurnya, demi menghadapi risiko kematian atau potensi ketidaksuburan nantinya.
Sebagaimana juga proses IVF (pembuahan buatan), pembekuan atau penyimpanan sel telur lazimnya tidak termasuk yang di-cover dalam asuransi kesehatan karyawan di Amerika Serikat (AS). Saat ini, biayanya mencapai sekitar US$10.000 (sekitar Rp122 juta), plus biaya tahunan mencapai US$1.000 (Rp12 jutaan).
Menurut McCarthy pula, peluang sukses pembuahan sel telur yang dibekukan hampir sama dengan sel telur baru pada perempuan. Artinya, jika seseorang membekukan sel telurnya di usia 27, lantas pada usia 35 tahun melakukan pembuahan in vitro (IVF), sel telurnya akan sama sehatnya dengan saat dia masih berusia 27 tahun.
Meski begitu, tidak semua pihak mendukung angka potensi kesuksesan itu. Berdasarkan sebuah riset pada Agustus 2013 yang hasilnya dipublikasikan di jurnal Fertility dan Sterility, peluang suksesnya kelahiran dengan sel telur yang dibekukan pada perempuan berusia 30 tahun ke atas angkanya justru di bawah 25 persen. [Mashable]
Berita Terkait
-
Viva Gold Whitening Serum Aman untuk Bumil? Ini Petunjuk Resmi dan Manfaatnya
-
4 Rekomendasi Serum Wardah yang Aman untuk Ibu Hamil, Kulit Glowing Tanpa Was-Was!
-
Tak Cuma Andalkan Mal, Digiplus Buka Free Standing Store Pertama untuk Kejar Pasar Gadget
-
Mac Mini dan Mac Studio Dapat Chip Baru Apple, Harganya Tembus Rp323 Juta
-
Apple Diam-Diam Siapkan Server AI Berbasis Chip M5, Ini Bocoran Wujudnya
Terpopuler
- Profil dan Pekerjaan Jhon LBF, Siap Bantu Ruben Onsu Bayar Kerugian Rp3,5 M
- 6 HP Realme RAM 12 GB dengan Performa Kencang, Mulai Rp2 Jutaan
- 3 Shio yang Menarik Keberuntungan Sepanjang September 2026, Hoki Sebulan Penuh
- Erick Thohir Buka Hasil Evaluasi Timnas Indonesia usai Gagal di Piala AFF 2026
- 5 Pilihan Rice Cooker Panci Keramik yang Awet, Tahan Gores, dan Mudah Dibersihkan
Pilihan
-
Sempat Serukan Serang Hercules! Admin Akun Pemukiman Setan Ditangkap Polisi karena Molotov
-
Pidato Pertama Sebagai Ketua Umum PBNU, Gus Kikin Berseloroh: Baru Dua Jam Saja
-
Jalani Ritual di Danau Sunter, WNA Aljazair Dievakuasi Setelah Dirayu 3 Jam
-
Diseret dari Gang ke Jalan! Kronologi Pedagang Cermin Tewas Dikeroyok Saat Demo Ricuh
-
Senayan Kondusif: Tol Dalam Kota Normal dan Blokade Jalan Dibuka Pasca Bentrok 27 Agustus
Terkini
-
Tunggakan Rp14,8 Miliar, 303 Pemain Belum Digaji: Ada Klub Raffi Ahmad Rans FC
-
Bukan Cuma Jadi Konsumen! DPR Ingin Indonesia Kuasai Ekosistem AI
-
Alasan Ada Agenda Lain, Anggota DPR Satori Mangkir dari Pemeriksaan KPK
-
Persib Lolos ACL Two dengan Drama! Mariano Peralta Jadi Pahlawan di Menit-Menit Akhir
-
Cegah Risiko Pidana, Pakar Sebut Pemerintah Tepat Atur Pembelian Timah Rakyat
-
Desak Pelaku Pengeroyok Bambang Setiawan Ditangkap, Wamen HAM: Harus Ditindak Tegas!
-
Dedi Mulyadi: Uang Pajak Warga Depok Siap Disulap Jadi Flyover dan Underpass
-
Setengah Karhutla Terjadi di Wilayah Korporasi yang Izinnya dari Negara!
-
Sikap Bupati Bogor Usai KPK Masuk Pemkab: Serahkan Proses Hukum dan Hargai Praduga Tak Bersalah
-
Padam Setelah 30 Jam, Kebakaran Pabrik Plastik di Serang Telan Kerugian Rp41 Miliar