Suara.com - Setelah menghabiskan hampir dua tahun di luar angkasa, pesawat ulang alik Amerika Serikat X-37B akhirnya pulang ke Bumi. Mendarat di Pangkalan Angkatan Udara Vendenberg, California, AS, pesawat itu hanya membawa pulang misteri.
Pesawat ulang alik tanpa awak itu diketahui menghabiskan 675 hari di luar angkasa. Itu adalah penerbangan ketiga dari pesawat yang juga dikenal dengan nama Orbital Test Vehicle tersebut. Angkatan Udara AS sendiri mempunyai dua pesawat X-37B.
Penerbangan ketiga ini, yang dinamai misi OTV-3, adalah misi terlama X-37B. Misi pertama, pada April 2010 hanya bertahan 225 hari sementara misi kedua hanya bertahan 469 hari.
"Saya sangat bangga karena tim kami berhasil melakukan pendaratan ketiga ini dengan selamat dan sukses," kata Kolonel Keith Balts, komandan 30th Space Wing yang bermarkas di Vandenberg, dalam sebuah pernyataan.
Hanya itu informasi yang diketahui publik soal wahana itu. Selebihnya, terutama soal apa yang dilakukan pesawat itu orbit, hanya spekulasi dan memantik lahirnya teori-teori konspirasi.
Berikut adalah lima teori tentang misi rahasia X-37B di antariksa:
1. Mata-mata
Militer Amerika Serikat punya sangat banyak satelit mata-mata di orbit tetapi X-37B diduga dilengkapi dengan perangkat pengintai lebih canggih, yang dirancang untuk memata-matai wilayah tertentuh di Bumi.
"X-37B diduga membawa purwarupa alat mata-mata untuk memantau Timur Tengah dan wilayah lain yang sensitif secara geopolitik," tulis ExtremeTech.com, sebuah situs berita teknologi di AS.
Tetapi mengapa menggunakan pesawat ulang alik dan bukan satelit biasa?
Pesawat ulang alik bisa bergerak dari satu wilayah ke wilayah lain lebih cepat dari satelit, meski bahan bakar yang diperlukan membuat keleluasaanya terbatas.
2. Pengebom dari luar angkasa
Beberapa penggemar teori konspirasi sangat menyukai gagasan bahwa X-37B adalah pegebom yang mengintai dari luar angkasa dan menunggu hingga saat yang tepat untuk menghancurkan targetnya.
Tetapi menurut Mark Lewis, ilmuwan yang pernah bertugas di Angkatan Udara AS dan kini mengajar di Universitas Maryland, AS, hal itu sangat sukar dilakukan.
Mengubah arah sebuah pesawat di orbit membutuhkan dorongan yang besar, sementara menggunakan pesawat seperti X-37B sebagai pengebom berarti memaksa pesawat itu untuk keluar dari orbit dan terbang di atas targetnya dan manuver itu akan mengonsumsi bahan bakar yang sangat banyak.
3. Menghabisi satelit lain
Teori lain menyebutkan bahwa X-37B berfungsi sebagai James Bond, menghabisi satelit lain yang dinilai sebagai ancaman terhadap AS.
Tetapi menurut Daily Beast, misi mata-mata seperti itu bisa dilakukan X-37B jika ia tidak banyak bergerak dan beroperasi dari jauh. Jika sering bergerak aktivitas X-37B bisa dipantau dengan mudah oleh pemerintah dan para amatir.
4. Memata-matai stasiun antariksa Cina
Sebelum X-37B diluncurkan, BBC dan Spaceflight Magazine menerbitkan laporan yang menyebutkan bahwa orbit pesawat ulang alik itu cukup dekat untuk mengawasi pembangunan stasiun antariksa Tiangong-1 milik Cina.
Meski demikian analis antariksa, Jim Oberg, mengatakan kepada BBC bahwa itu hal itu mustahil. Menurut dia kedua satelit berada di orbit yang melintasi katulistiwa dalam sudut 90 derajat dan saat melintasi jalur yang bersinggungan, keduanya melesat dalam kecepatan ribuan meter per detik sehingga mustahil untuk mengintip satu sama lain.
5. Melepaskan satelit pengintai
Alih-alih menghabisi satelit lain, X-37B diduga dimanfaatkan untuk mengirim satelit-satelit lain ke orbit untuk menggangu satelit musuh atau untuk mengintai negara lain.
Pada misi tahun 2011 pesawat itu terbang di atas wilayah-wilayah Bumi yang sama berulang-ulang kali, sehingga ada kemungkinan ia melepas mesin pengintai di orbit yang sama.
Dalam penyelidikan New York Times yang melibatkan beberapa pemantau antariksa amatir, ditemukan bahwa pesawat ulang alik itu terbang di wilayah yang sama setiap empat hari, mirip dengan perilaku satelit pengintai. (Live Science)
Berita Terkait
-
Dari Terisolasi ke Terkoneksi: Internet Satelit Jadi Penopang Pemulihan Pasca Banjir dan Longsor
-
Infinix Note 60 Series Siap Bikin Ponsel Anti Sinyal: Bisa Telepon dan Chat Langsung via Satelit
-
Transformasi Digital BRI Didukung Infrastruktur Satelit BRIsat
-
Nasib Terbaru Proyek Satelit Satria-2, Resmi Masuk PSN!
-
BAKTI Komdigi Akui Ada 2.121 Desa di Indonesia Belum Kebagian Internet
Terpopuler
- Selamat Tinggal Jay Idzes? Sassuolo Boyong Amunisi Pertahanan Baru dari Juventus Jelang Deadline
- 4 Calon Pemain Naturalisasi Baru Era John Herdman, Kapan Diperkenalkan?
- Kakek Penjual Es Gabus Dinilai Makin 'Ngelunjak' Setelah Viral, Minta Mobil Saat Dikasih Motor
- 4 Mobil Kecil Bekas 80 Jutaan yang Stylish dan Bandel untuk Mahasiswa
- 5 Rekomendasi HP Rp1 Jutaan untuk Ojol, RAM 8 GB dan Baterai Awet
Pilihan
-
Bertemu Ulama, Prabowo Nyatakan Siap Keluar dari Board of Peace, Jika...
-
Bareskrim Tetapkan 5 Tersangka Dugaan Manipulasi Saham, Rp674 Miliar Aset Efek Diblokir
-
Siswa SD di NTT Akhiri Hidup karena Tak Mampu Beli Buku, Mendikdasmen: Kita Selidiki
-
Kasus Saham Gorengan, Bareskrim Tetapkan 3 Tersangka Baru, Salah Satunya Eks Staf BEI!
-
Bareskrim Geledah Kantor Shinhan Sekuritas Terkait Kasus Saham Gorengan
Terkini
-
17 Kode Redeem MLBB 3 Februari 2026 Terbaru: Ada Skin Eksklusif hingga Diamond Gratis
-
31 Kode Redeem FF 3 Februari 2026 Terbaru: Ada Skin SG2, Emote Langka, dan Bundle Eksklusif Gratis
-
Acerpure Clean V2 Resmi Hadir, Vacuum Cordless Ringan dengan Fitur Canggih Khusus Pemilik Hewan
-
Dua Eksekutif Teknologi Senior Siap Pacu Akselerasi Cloud dan AI di Asia Tenggara
-
Xiaomi Pad 8 Global Muncul di Geekbench: Siap ke Indonesia, Pakai Chip Kencang Snapdragon
-
Siapa Daud Tony? Viral Ramal Kejatuhan Saham dan Kripto, Harga Perak Meroket
-
5 Rekomendasi Smartwatch Terbaik di Bawah Rp1 Jutaan, Spek Canggih!
-
Xiaomi Rilis Monitor Gaming Anyar: Tawarkan Refresh Rate 200 Hz, Harga Kompetitif
-
53 Kode Redeem FF Terbaru 3 Februari 2026, Ada Jujutsu Kaisen Monster Truck Gratis
-
POCO F8 Series Segera Dipasarkan di Indonesia, Harga POCO F7 Makin Miring