Suara.com - Propaganda kelompok Negara Islam Irak dan Suriah di internet sungguh tidak terbendung. Tangguh dalam medan tempur nyata, kelompok yang berniat mendirikan Kekhalifahan Islam di dunia itu juga pandai memasarkan diri lewat media-media sosial.
YouTube adalah salah satu media sosial yang paling banyak dimanfaatkan ISIS untuk propaganda. Lewat layanan video milik Google itu, ISIS menayangkan video-video pertempuran, ancaman, bahkan pembantaian berdarah yang keji.
Sebuah video berjudul "Flame of War", misalnya, yang mengagungkan pertempuran ISIS dan disunting secara profesional beredar bebas di YouTube. Bahkan film pendek itu sudah tersedia dalam versi yang dilengkapi teks bahasa Indonesia.
Juru bicara Google, yang diwawancarai situs berita Australia, News.com.au, mengaku kewalahan menghapus video-video ISIS dari YouTube. Padahal dalam kebijakannya YouTube mengklaim tidak akan menoleransi konten-konten yang mengumbar kekerasan.
"Tim kami bertugas untuk menandai video-video (yang melanggar ketentuan) sepanjang waktu dan secara rutin menghapus video-video yang mengandung pesan kebencian dan kekerasan," kata juru bicara itu.
Tetapi begitu ada video yang dihapus, maka video-video baru akan kembali dan terus bermunculan, keluh dia.
Adapun dalam video-video itu, ISIS menayangkan pembantaian terhadap sejumlah orang dengan cara menembak kepala mereka dengan pistol dari belakang.
Berita Terkait
-
Polisi Ringkus Komplotan Begal Sadis di Pekanbaru, Belasan Motor dan Mobil Disita
-
Kematian Ruang Diskursus: Mengembalikan Roh Penny University di Tengah Bisingnya Kafe Estetik
-
Laba Naik Saat Industri Media Berat, Emiten DIGI Bongkar Strategi Rahasianya
-
Andrew Mulyono Bos Vendor Motor Listrik Jadi Tersangka Kelima Korupsi MBG, Ini Perannya
-
Aura Research Jadi Senjata Baru DIGI, Andalkan AI untuk Riset hingga Advokasi Bisnis
Terpopuler
- Anaknya Terlibat di Program MBG, Wamenaker Afriansyah Noor Beri Penjelasan Usai Namanya Terseret
- Tak Terima Ditahan KPK, Titin Rita Lestari Bongkar Peran Atasan di Kasus Suap BPK Muara Enim
- Indonesia Sudah Capek! Mahasiswa UI Serukan Demo di Bundaran HI, Tuntut Prabowo Akui Kesalahan
- Peluang Baru Terbuka, Kehidupan 4 Shio Ini Diprediksi Semakin Membaik Mulai 10 Juni 2026
- Beredar 24 Nama Terseret Kasus BGN, Kuasa Hukum Sony Sonjaya: Nama Itu Sudah Diserahkan ke Penyidik
Pilihan
-
Thamrin Lumpuh Total, Massa Aksi Mengular hingga Dukuh Atas Hingga Jumat Malam
-
Ngotot Mau Demo di Bundaran HI Meski Dihadang Aparat, Mahasiswa: Istana dan DPR Tak Mendengar Kami!
-
'Kalau Semua Diam, Siapa yang Akan Bicara?' Alasan Zaskia Adya Mecca Dukung Aksi Mahasiswa
-
Silakan Tabrak Kami! Polisi Tantang Massa Mahasiswa UI yang Nekat ke Bundaran HI
-
Mahasiswa Belum Muncul, Begini Kondisi Terkini Bundaran HI Jelang Aksi 12 Juni
Terkini
-
Higgs Games Island Gaet Lus Figo, Dorong Ekosistem Game Mobile Indonesia Naik Kelas ke Level Global
-
Dorong Transformasi Digital Korporasi Indonesia, XLSMART Luncurkan ESTA Ecosystem Berbasis AI dan 5G
-
Honor X7e Plus 5G Lolos Sertifikasi, Siap Meluncur ke Pasar Global
-
7 Kelebihan dan Kekurangan Huawei MatePad Mini: Pesaing iPad Mini Memori Lega
-
4 Simulasi Sebelumnya Akurat, EA Sports Prediksi La Furia Roja Juara Piala Dunia 2026
-
HP Tangguh Terbaru, Moto G Max Usung Kamera 200 MP dan Layar 5.000 Nits
-
Bali Jadi Tuan Rumah Pertemuan Tata Kelola Internet Internasional ICANN
-
Limbah Elektronik Makin Mengkhawatirkan, Acer Gerakkan 150 Changemaker dari Sekolah
-
Narkoba Kini Menyusup Lewat Platform Digital dan Vape, Menkomdigi Minta Orang Tua Waspada
-
HP Flagship Anyar, Honor Magic 9 Bakal Bawa Stylus dan Layar Mewah Compact