Suara.com - Jaringan komputer Gedung Putih, Istana Kepresidenan Amerika Serikat, baru-baru ini diretas dan pihak keamanan AS yakin bahwa Rusia ada di balik serangan siber tersebut.
Surat kabar The Washington Post, Selasa (28/10/2014), mengutip seorang pejabat Gedung Putih, melaporkan bahwa serangan itu terjadi beberapa pekan lalu.
"Kami mengidentifikasi adanya aktivitas yang mengkhawatirkan terhadap jaringan kepresidenan," kata sumber yang menolak identitasnya disebut itu.
"Aktivitas seperti itu biasanya ditanggapi secara serius. Dalam kasus ini, kami langsung bertindak untuk mengevaluasi dan mengatasi aktivitas itu," imbuh dia.
Menurut sumber The Washington Post, para peretas dalam serangan itu diyakini bekerja untuk pemerintah Rusia.
Adapun akibat serangan itu beberapa komputer di Gedung Putih diputuskan dari jaringan internet.
"Komputer-komputer dan sistem kami tidak rusak, tetapi beberapa element dalam jaringan terimbas masalah itu. Beberapa komputer harus diputuskan dari jaringan sebagai bagian dari langkah yang diambil untuk mempertahankan jaringan komputer kami," kata sumber tersebut. (Phys.org/AFP)
Berita Terkait
-
Hillary Clinton Kritik Dekorasi Gedung Putih Era Donald Trump Mirip Istana Saddam Hussein
-
Donald Trump Ungkap Isi Pertemuan dengan Benjamin Netanyahu dan Zelensky di Gedung Putih
-
Ancaman Siber Mobil Modern Ternyata Lebih Mengerikan dari Sekadar Aksi Peretasan di Film
-
Selain Rudal Kiamat, Iran Kerahkan Hacker Lumpuhkan Jarigan Siber Vital Amerika Serikat
-
Mobil Bisa Dihack? Intip Fakta Ngerinya yang Ternyata Beda dari Film Hollywood
Terpopuler
- Menteri Agama RI Nasaruddin Umar Disebut Mengundurkan Diri
- Partai Kaesang Tutup Pintu Rapat untuk Ketum Projo: Tempat Budi Arie Bukan di PSI
- Desil Tak Akurat Bisa Bikin Warga Kehilangan Hak Bansos!
- Dilaporkan ke Bareskrim Polri, Gus Lilur Tantang 4 Tokoh NU Ngaji Kitab Kuning Saat Muktamar
- Harga Kulkas Mini 1 Pintu Termurah di Pasaran, Ini 3 Rekomendasinya Mulai Rp400 Ribuan
Pilihan
-
Massa Bikin Barikade di Jalan Palmerah Utara, Hadapi Polisi yang Tembakkan Gas Air Mata
-
Palmerah Dihujani Gas Air Mata oleh Polisi, Massa Terus Melawan
-
Dua Sepeda Motor yang Dibakar Massa di Pos Polisi Pejompongan Diduga Milik Intel
-
Sepeda Motor Dibakar Dekat Pos Polisi Pejompongan, Bentrok Pecah
-
Tolak MBG dan Kopdes, FMN: Anggaran Hanya Lari ke Prabowo dan Kroni-kroninya!
Terkini
-
Hanura Ganti Logo Jadi Singa, Bawa Misi Kembali ke Senayan di 2029
-
Haram Lengah! Persib Bandung Diminta Tampil Sempurna saat Hadapi Manila Digger
-
8 Tips Pilih Rice Cooker yang Awet Tahan Lama dan Hemat Listrik
-
Misi Gula Tanpa Impor: Siasat Rp1,7 Triliun Amran Sulaiman di Jantung Tebu Lampung
-
Drag Race Masuk Kejurnas! Pertamax Turbo Drag Fest 2026 Siap Panaskan Aspal Lanud Gading Yogyakarta
-
Buruan Antre, Harga Emas Antam Turun Terus Jadi Rp2.178.000/Gram
-
ROG Rayakan 20 Tahun dengan RTX 5090 hingga Monitor 540Hz, Harga Paket Tembus Rp279 Juta
-
Jakarta Makin Mahal, Koridor Timur Jadi Alternatif Pencari Rumah
-
Misteri Makam Tanpa Jasad di Tulungagung: Jejak Abad ke-16 yang Terkubur 3 Meter di Bawah Tanah
-
Ketika Utang Menjadi Jerat: Pelajaran Penting di Buku Merah MTR