Suara.com - Memasuki tahun 2015 ini, produsen perangkat teknologi Asus mengaku memasang target agresif dalam penjualan produknya di Indonesia. Menurut Country Product Group Leader Asus Indonesia, Juliana Chen, kinerja Asus selama tahun 2014 dianggap memuaskan, bahkan ada beberapa produk yang melebihi target.
"Tahun lalu, penjualan tablet kami melebihi target dan mencapai angka 400.000 unit," katanya di Jakarta, Selasa (13/1/2015).
Sehubungan dengan itu, Juliana pun menyebut bahwa pihaknya tahun ini akan semakin memperkuat portofolio Asus, dengan fokus pada penjualan semua jenis mulai dari notebook, smartphone, tablet, maupun PC.
"Kami enggak hanya fokus di notebook saja," tegasnya.
Juliana menyebut bahwa pihaknya menargetkan penjualan notebook minimal sebanyak 1,2 juta unit tahun ini. Sementara target penjualan tablet mencapai 850.000 unit.
"(Untuk) Notebook, kami sudah sampai di angka itu tahun lalu," katanya lagi.
Sedangkan untuk smartphone, menurut Juliana lagi, pihaknya akan lebih agresif lagi dengan target penjualan yang mencapai 8 juta unit.
"Tahun lalu, smartphone kami sudah terjual 1,6 juta unit," tambahnya.
Juliana pun menilai bahwa pasar smartphone di Indonesia berkembang dengan pesat. Untuk itu menurutnya, pihaknya juga menyesuaikan target dengan pertumbuhan pasar.
"Ponsel aktivasi itu tahun lalu 70 juta, dan 30 juta di antaranya adalah smartphone. Saya rasa (tahun ini) akan semakin tinggi, karena harga smartphone semakin murah," tuturnya pula.
Berita Terkait
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
Pilihan
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
Terkini
-
Menyoal PHK 178 Buruh Garmen di Cimahi, Dedi Mulyadi Minta Pekerja Fleksibel Ikuti Peta Industri
-
Kronologi Misteri Jasad Mutilasi dalam Karung di Pancoran Mas Depok
-
Final Piala Presiden 2026 Antara Persib vs Persebaya Digelar Tanpa Penonton, Ini Alasannya
-
Potongan Kaki Masih Dicari, Polisi Buru Motif Pelaku Mutilasi Pria Tanpa Identitas di Depok
-
Lawan Kejagung dan Polri, Sidang Perdana Praperadilan Febrie Digelar Usai HUT RI
-
Waktu Istirahat Minim Jelang Final, Pelatih Persib: Mari Kita Lihat Siapa yang Bisa Bertahan
-
Gubernur Andra Soni Sebut Gedung Baru DPD RI Rp4,1 M Kebutuhan Daerah, Bukan Senator
-
Pelaku Mutilasi Depok Semula Korban? Polisi Diminta Uji Klaim Percobaan Pelecehan
-
Soroti Kasus 46 Juta Obat Ilegal di Tangsel, DPR: Bongkar Mata Rantai Distribusi Sampai ke Akar!
-
BRI Perkuat Sinergi dengan Ditjenpas DIY Melalui Optimalisasi Layanan Pemasyarakatan