Suara.com - OnePlus, merek telepon seluler cerdas asal Cina, mengatakan bahwa desain, spesifikasi, dan harga yang murah akan menjadi daya tarik utamanya untuk mendulang pelanggan di Indonesia.
Di pasar ponsel cerdas Tanah Air, OnePlus memang tergolong pemain baru. Di Indonesia ponsel OnePlus One, nama ponsel OnePlus, baru dijual sejak Januari lalu. Itu pun hanya melalui toko online Lazada.
"OnePlus optimistis bisa sukses di Indonesia," kata Simon Lim, Operation Manager OnePlus Asia Tenggara, dalam perbincangan dengan Suara.com, Selasa (23/6/2015).
Lim mengatakan bahwa ponsel-ponsel cerdas OnePlus menampilkan desain yang sederhana dan solid, spesifikasi yang handal, serta harga yang terjangkau, sehingga lebih mudah diterima oleh pasar Indonesia.
"Kombinasi ini yang belum ditemukan pada pesain kami di Indonesia," sambung Lim.
Ponsel OnePlus One di jual di Lazada dengan harga sekitar Rp4.5 juta per unit. Harga ini tergolong murah dibanding para pesaingnya, karena OnePlus One punya spesifikasi mesin yang tak main-main.
OnePlus One, dengan otak Android Cyanogen, dipacu prosesor Qualcomm Snapdragon 2,5GHz Quadcore dan ditopang oleh RAM 3GB. Kamera utamanya berkekuatan 13 megapiksel dan menggunakan sensor Exmor Sony.
Layar 5,5 inci OnePlus One menggunakan kaca superkuat Gorilla Glass 3, dengan resolusi 1080 full HD. Ponsel ini sudah dilengkapi dengan koneksi LTE.
Di Indonesia, jelas Lim, OnePlus akan menyasar pasar kelas menengah dan terutama lelaki muda yang hirau akan penampilan dan kecanggihan gadget.
"Segmen kami bukan menengah atas, karena itu butuh investasi besar. Apalagi kami masih menganggap diri kami sendiri sebagai perusahaan rintisan (startup). Kami akan mengejar segmen kelas menengah," beber Lim.
Berita Terkait
Terpopuler
- Kinerja Tim Komunikasi Buruk, Prabowo Diingatkan Segera Reshuffle Seskab Teddy hingga Kapolri
- Desil Mendadak Melonjak, Warga Jogja Terancam Kehilangan Bansos
- Lawan Pernyataan Eki Pitung, Pemuda Kaum Betawi Percaya dengan Warga Pati yang Demo 27 Agustus
- 3 Rice Cooker untuk Nasi Tahan 2 Hari dan Tidak Lengket Sesuai Klaim
- Anggaran Bencana Tak Ditemukan, Istana Malah Beli Merpati Rp305 Juta untuk Perayaan HUT ke-81 RI
Pilihan
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
Terkini
-
Dear Mom, Kabut Asap Makin Pekat, Ini Tanda Anak Mulai Terdampak
-
Kabut Asap Palembang Makin Pekat, Kapan Sekolah Mulai Belajar dari Rumah?
-
Ekonom Ungkap Efek Domino Karhutla: Dari Biaya Berobat hingga Pendapatan Warga Tertekan
-
Sumsel Dikepung 1.742 Hotspot, Seberapa Aman Warga dari Kabut Asap?
-
Viral Debt Collector Cek Nomor Mesin Kendaraan, Anggota DPR: Ya Sudah Lha
-
Lahan Perkebunan Indofood di Muba Terbakar, Mengapa Sumber Api Diminta Diusut?
-
Tak Perlu Transit, Citilink Kini Terbang Langsung Palembang-Yogyakarta Setiap Hari
-
Megawati Sentil Pragmatisme Politik: Jangan Jadikan Uang dan Kekuasaan sebagai Tujuan
-
Rekening Aktivis Pati Dibekukan, Koalisi Sipil: Jangan Jadikan Bank Alat Membungkam Kritik
-
Kebakaran Desa Adat Sade, Gubernur NTB Ungkap Dugaan Awal: Masalah Listrik