Suara.com - Badan antariksa Rusia, Roscosmos, mengatakan akan mengirim kosmonotnya ke bulan pada 2029. Pesawat antariksa yang akan mengantar para kosmonot itu sedang dibangun dan akan diuji coba pada 2021.
"Sebuah misi berawak ke bulan dan sebuah pesawat yang akan mendarat di bulan akan diluncurkan pada 2029," kata Vladimir Solntsev, pemimpin Roscosmos, pada Selasa (27/10/2015).
Pesawat antariksa itu dirancang khusus untuk mencapai bulan dan kini sedang dibangun di Moskwa. Selain uji coba pada 2021, pesawat itu rencananya juga akan dikirim ke Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS) pada 2023 dan kemudian mengirim sebuah misi nirawak ke bulan pada 2025.
Dua pekan lalu Badan Antariksa Eropa (ESA) mengaku tertarik dengan ambisi Rusia untuk mendirikan koloni di bulan. ESA mengatakan siap mendukung dengan menyediakan ilmuwan-ilmuwannya untuk misi yang dijadwalkan pada 2020 itu.
Misi kolonisasi bulan akan menggunakan pesawat robotik bernama Luna 27, yang akan mendarat di Kawah Kutub-Aitken, di sisi gelap bulan.
Bos ESA, Johann-Dietrich Woerner sendiri adalah pendukung misi kolonisasi bulan. Dia pernah menyusun sebuah proposal untuk membangun sebuah koloni antariksa internasional di bulan, mirip dengan rencana Rusia.
"Kami punya ambisi untuk menempatkan astronot Eropa di bulan. Sudah ada diskusi pada level internasional untuk membangun kerja sama, mewujudkan misi ke bulan," kata Berengere Houdou, pemimpin kelompok ekplorasi bulan di pusat riset dan teknologi antariksa Eropa (Estec), sebuah lembaga di bawah ESA.
Selain Eropa, Rusia juga sedang berbicara dengan Cina untuk membangun pos luar angkasa di bulan.
Menurut Deputi Perdana Menteri Rusia, Dmitry Rogozin, kini Roscosmos sedang membahas kemungkinan untuk melibatkan Cina sebagai mitra utama untuk membangun stasiun antariksa di bulan.
"Kami sudah memberitahukan rencana kami pada Cina," kata Rogozin dalam sebuah jumpa pers, usai bertemu dengan Wakil Perdana Menteri Cina, Wang Yang di Beijing pada April lalu. (Russian Today)
Berita Terkait
Terpopuler
- Febrie Adriansyah Minta Emas 74 Kg dan Uang Ratusan Miliar Segera Dikembalikan
- 4 Perbedaan Rice Cooker Keramik vs Stainless Steel untuk Memasak Nasi, Mana yang Lebih Sehat?
- 3 Sepatu Jalan untuk Lansia Paling Nyaman, Hands Free Tak Perlu Membungkuk
- Spanduk Polwan saat Adang Aksi BEMI UI Kena Rujak Netizen: Bu Polwan Salah Bawa Spanduk?
- Kulkas Sharp 2 Pintu Berapa Harganya? Ini 3 Pilihan yang Dingin dan Hemat Listrik Sesuai Review
Pilihan
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
-
Dihadang Polisi di UOB Plaza, Massa UI: Ini Bukti Kita Belum Merdeka!
Terkini
-
Yasonna Laoly Dukung Kewarganegaraan Ganda Terbatas Usulan Prabowo: Demi Kepentingan Nasional
-
Sudah Beroperasi Tanpa Tarif, Tol Betung-Tempino-Jambi Seksi Bayung Lencir-Pijoan Segera Bertarif
-
Siapa yang Menentukan Audit BPK di 3 Daerah Sumsel? Ini yang Kini Didalami KPK
-
Minta Praperadilan Febrie Ditolak, Kejagung: Tak Ada Duplikasi Penetapan Tersangka
-
Yuk Nonton Maestro Tenor Andrea Bocelli di Borobudur, Pertemuan Mahakarya Dunia dan Warisan Budaya
-
PDIP Kirim Kapal Rumah Sakit ke Flores, Hasto: Bantu Korban Tanpa Lihat Pilihan Politik
-
Bantu Korban Gempa NTT, Pemprov DKI Kumpulkan Donasi Rp5,8 Miliar
-
Beredar Kabar OTT di Kabupaten Bogor, KPK: Kami Akan Sampaikan Kepada Publik Secara Transparan
-
Mengenal Karakter Zodiak Bulan September, Si Detail Virgo dan Si Harmonis Libra
-
Airlangga Bantah Tudingan Indonesia Jadi Jalur Transshipment Barang China ke AS