Suara.com - Bicara soal kehidupan, pasti akan bicara pula soal kematian. Semua yang hidup sudah pasti akan mati. Tapi seperti yang sudah kamu ketahui, hampir tidak mungkin untuk mengetahui tentang kematian. Kapan kamu mati atau bagaimana kamu mati. Tak ada yang bisa mengetahuinya dengan pasti.
Tapi, seperti halnya ramalan kehidupan, ada juga ramalan kematian. Dengan mengetahui ramalan kematian, maka kamu akan bisa mempersiapkan diri. Bukan dituntut untuk percaya ramalan, tapi setidaknya agar kamu bisa mengambil hikmahnya.
Nah, kali ini JalanTikus akan mengulas tentang sebuah website yang mengklaim diri bisa meramalkan tentang kematian seseorang.
Adalah DeathTimer, sebuah situs ramalan kematian yang bisa kamu gunakan untuk meramal kapan kamu akan mati. Jika penasaran, silakan buka halaman web www.deathtimer.com. Lalu mulai deh cari tahu ramalan kematian kamu. Selain meramal kematian, apa saja yang dilakukan DeathTimer?
Analisis Perkiraan Gaya Hidup Kamu
Saat meramal kematian menggunakan DeathTimer, ada yang menarik. Cara meramalnya adalah dengan menganalisis beberapa data seperti tanggal lahir, domisili, gaya hidup, dan tinggi serta berat badan kamu. Jadi sudah dipastikan ramalan kamu dengan orang lain akan berbeda.
Cukup isikan data kamu secara lengkap, maka hasil ramalan kematian kamu pun akan ditampilkan.
Mengajarkan Pola Hidup Sehat
Dengan memberikan data lengkap tentang diri kamu, DeathTimer akan memperkirakan kapan kamu akan mati. Tapi bukan cuma itu saja, karena DeathTimer juga menampilkan kalkulasi kenapa kamu bisa mati dalam waktu yang diramalkan. Dijelaskan juga misalnya karena kamu merokok jatah umur kamu berkurang berapa tahun dan begitu juga jika kamu minum minuman keras.
Bahkan DeathTimer juga menyertakan berat badan dan tinggi badan yang ideal untuk orang seumur kamu loh! Jadi, daripada percaya ramalan kematiannya, kenapa enggak percaya penyebab kematian, serta berat dan tinggi badan ideal yang ditampilkannya saja? Sehingga kamu bisa belajar gaya hidup sehat.
Sangat disayangkan DeathTimer belum tersedia dalam bentuk aplikasi mobile. Eh tapi jika kamu seorang pengembang aplikasi, kenapa tidak coba membuat aplikasi ramalan kematian untuk Android dengan base website ini saja?
| Published by Jalantikus.com |
Terpopuler
- Megawati: Saya Dipanggil Polisi 3 Kali, Diperiksa Jaksa Sampai Malam
- Febrie Adriansyah Minta Emas 74 Kg dan Uang Ratusan Miliar Segera Dikembalikan
- Besok, Front Mahasiswa UI hingga IPB Siap Gelar Aksi 'Merebut Kemerdekaan' di Jakarta
- Sunscreen Apa yang Bisa Memudarkan Flek Hitam di Wajah? Ini 9 Rekomendasi Terbaiknya
- PJJ Jakarta 18 Agustus 2026 Besok: Berlaku untuk Sekolah Negeri-Swasta, ASN Boleh WFH 50 Persen
Pilihan
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
-
Dihadang Polisi di UOB Plaza, Massa UI: Ini Bukti Kita Belum Merdeka!
Terkini
-
Pemuda Betawi Pimpin PCNU Kota Tangerang, Sejak Kecil Ditempa di Pesantren
-
Warna Pintu Toko yang Baik Menurut Feng Shui agar Bisnis Lancar, Jangan Salah Pilih
-
Dampak Kerusakan Akibat Gempa di Pulau Palue NTT
-
Festival Udin 2026, Merawat Ingatan 30 Tahun Kasus Udin
-
Enam Saksi Pihak Swasta Diperiksa Terkait Korupsi dan TPPU Febrie Adriansyah
-
Penuhi Kebutuhan Masyarakat, Mendagri Salurkan Bantuan bagi Warga Terdampak Gempa di Pulau Palue
-
Ancaman Delisting WSKT Memang Jadi Risiko Restrukturisasi
-
Diwarnai Ketegangan Dua Kubu, Ribuan Warga Tetap Rebutan Telur Asin & Janur di Sekaten Solo
-
Eiger Nature Megamendung: Pelopor Ekowisata Masa Depan dengan Vibe Swiss di Jantung Bogor
-
Skandal Suap BPK Meluas, KPK Endus Pengondisian Audit Tak Hanya di Muara Enim