Suara.com - AlphaGo, sistem kecerdasan buatan bikinan Google, berhasil mengalahkan juara dunia asal Korea Selatan dalam permainan Go. Tak main-main, superkomputer yang dirancang Google di Inggris itu mengalahkan Lee Sedol dengan skor 2-0. Masih ada tiga set yang tersisa.
Secara mengejutkan AlphaGo mengalahkan Lee di laga pertama yang digelar pada Rabu (9/3/2016). Di laga kedua, Kamis, otak komputer itu kembali menaklukan Lee dalam laga yang berlangsung selama empat setengah jam.
Laga yang dijuluki sebagai "pertandingan terbesar abad ini" oleh media-media di Korsel digelar di Hotel Four Seasons, Seoul. Duel keduanya disiarkan langsung oleh saluran-saluran televisi di Korsel, Jepang, dan Cina. Sebagian besar penggemar permainan Go mendukung Lee.
"Ia bertarung sendirian melawan puluhan ilmuwan dan pakar komputer top dunia, yang didukung oleh kekuatan procesing besar. Saya tak bisa membayangkan betapa besar tekanan yang dihadapi Lee," tulis salah seorang komentator online.
Di laga kedua para pengamat melihat Lee mengambil beberapa langkah "mengejutkan" yang tak biasa dalam permainan kuno Asia Timur itu.
"Jika Anda melakukan survei atas seluruh pemain go profesional di Korsel, Jepang, dan Cina, yang berjumlah 1.300 orang, maka tak seorang pun akan mengambil langkah itu," kata Kim Seong-Ryong salah satu komentator dan pemain Go profesional.
Permainan Paling Rumit
AlphaGo mulai menarik perhatian dunia ketika ia mengalahkan Fan Hui, juara Go Eropa pada 2015 lalu. Ia menang dengan skor 5-0. Kemenangan AlphaGo atas Hui diulas dalam jurnal Nature edisi 27 Januari lalu.
Para pencipta AlphaGo dari laboratorium komputer Google DeepMind dari London, Inggris, menjuluki sistem buatan mereka itu sebagai "Puncak Everest" dari kecerdasan buatan (artificial intelligence).
Selain keberhasilannya di Eropa, AlphaGo menjadi lebih unik karena permainan Go itu sendiri disebut sebagai permainan tradisional paling rumit di dunia. Jauh lebih rumit ketimbang catur.
Permainan strategi ini diciptakan di Cina sekitar 2.500 tahun lalu. Permainan ini memiliki aturan sederhana, yang bisa membuat para pemainnya terlena.
"Ini mungkin permainan yang paling rumit yang pernah diciptakan oleh manusia," kata Demis Hassabis, pakar ilmu komputer dari Google DeepMind.
Ia mengatakan bahwa Go memiliki konfigurasi yang lebih banyak ketimbang atom-atom dalam alam semesta.
AlphaGo sendiri dirancang untuk bisa beroperasi berdasarkan "intuisi dan perasaan", menggunakan pendekatan yang disebut "deep learning" - jaringan yang memiliki jutaan koneksi mirip syaraf.
Dalam jaringan ini analisis dan hitungan dilakukan pada beberapa lapis hierarki yang tersusun secara terorganisasi. Data akan dianalisis dari lapisan paling rendah hingga paling tinggi.
Berita Terkait
-
Ketika AI Jadi Tempat Curhat, Apa yang Dicari Manusia dari Chatbot?
-
HUAWEI Pura90s Series 5G Hadir Usung 200MP Zoom Maxing, AI, & True Color Maxing
-
Saat AI Mulai Jadi Asisten Baru bagi Pelaku UMKM
-
Paradoks AI, Ciptakan Pengangguran Massal Hingga Krisis Air di India
-
Konsumsi Energi AI Setara Satu Negara, Pemerintah Petakan Sumber Daya
Terpopuler
- Febrie Adriansyah Minta Emas 74 Kg dan Uang Ratusan Miliar Segera Dikembalikan
- 4 Perbedaan Rice Cooker Keramik vs Stainless Steel untuk Memasak Nasi, Mana yang Lebih Sehat?
- 3 Sepatu Jalan untuk Lansia Paling Nyaman, Hands Free Tak Perlu Membungkuk
- Spanduk Polwan saat Adang Aksi BEMI UI Kena Rujak Netizen: Bu Polwan Salah Bawa Spanduk?
- Kulkas Sharp 2 Pintu Berapa Harganya? Ini 3 Pilihan yang Dingin dan Hemat Listrik Sesuai Review
Pilihan
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
-
Dihadang Polisi di UOB Plaza, Massa UI: Ini Bukti Kita Belum Merdeka!
Terkini
-
Korupsi KUR BSI Rp9,5 Miliar di OKI, Uang Pengganti 3 Terdakwa Tembus Rp9 Miliar
-
Buaya Muara 3 Meter Mendadak Muncul di Pantai Pasir Putih Cihara
-
Tenis Meja Indonesia Bidik 8 Besar di Asian Games 2026
-
Gempa NTT, PDIP Kirim Bantuan Khusus untuk Ibu Hamil dan Anak
-
Diisukan Ada OTT KPK, Begini Kondisi Kompleks Pemkab Bogor Malam Ini
-
Yasonna Laoly Dukung Kewarganegaraan Ganda Terbatas Usulan Prabowo: Demi Kepentingan Nasional
-
Purbaya: Pembatasan Subsidi BBM Hemat Anggaran 10 Persen
-
Sudah Beroperasi Tanpa Tarif, Tol Betung-Tempino-Jambi Seksi Bayung Lencir-Pijoan Segera Bertarif
-
Siapa yang Menentukan Audit BPK di 3 Daerah Sumsel? Ini yang Kini Didalami KPK
-
Minta Praperadilan Febrie Ditolak, Kejagung: Tak Ada Duplikasi Penetapan Tersangka