Suara.com - Ilmuwan iklim menemukan bukti bahwa pemanasan di malam hari lebih cepat dari hari. Menggunakan data dari 50 tahun terakhir, mereka menunjukkan bahwa sementara tren secara keseluruhan adalah pemanasan.
Suhu malam hari telah meningkat jauh lebih cepat daripada suhu siang hari. Para peneliti mengatakan, hal ini karena suhu malam hari lebih sensitif terhadap kekuatan iklim, dan model iklim global digunakan untuk melacak perubahan iklim.
Menurut para ahli iklim, alasan peningkatan ini adalah band udara menutup tanah, disebut lapisan batas planet (PBL). Lapisan tipis ini berbeda dari lapisan atas atmosfer bumi dan perubahan ketebalan selama siklus siang-malam.
Meskipun mungkin kilometer tebal di siang hari, pada malam hari bisa setipis beberapa ratus meter. Pada malam hari, radiasi matahari diserap permukaan kemudian dilepaskan ke ruang angkasa.
Tapi gas rumah kaca, seperti karbon dioksida bergantung di bagian atas atmosfer, bertindak sebagai selimut di sekitar Bumi, menjaga beberapa radiasi keluar dan menyebabkan suhu merangkak naik dari waktu ke waktu.
Para peneliti menjelaskan, bahwa karbon dioksida telah ditambahkan ke atmosfer akibat kegiatan buatan manusia. Sebagai lapisan sangat tipis pada malam hari, efek pemanasan jauh lebih jelas, menambahkan energi ekstra untuk sistem iklim.
Di daerah di mana PBL siklus harian terkuat, efeknya akan lebih parah. Temuan ini menambah unsur lain digunakan untuk memprediksi perubahan iklim.
"Dengan mengatasi masalah ini kita dapat mengurangi ketidakpastian saat ini, bagaimana suhu rata-rata global akan berubah dalam menanggapi peningkatan karbon dioksida di atmosfer," ujar ahli iklim di Pusat Penelitian Iklim, Bjerknes Richard Davy seperti dilansir di DailyMail, Minggu (13/3/2016).
Sensitivitas pertukaran panas di atmosfer bumi yang lebih rendah, sehingga memiliki efek pada dinginnya malam di beberapa lokasi. Kondisi ini menjelaskan bahwa jumlah malam yang dingin di beberapa lokasi telah turun sebanyak setengah selama lima puluh tahun terakhir.
Para peneliti menambahkan, bahwa di luar model iklim, memahami sensitivitas sistem dapat berdampak pada kesehatan, termasuk kematian yang disebabkan oleh suhu ekstrim dan bahkan pada pertumbuhan tanaman.
"Dengan memahami proses yang mengontrol iklim lokal dan regional, kami dapat lebih baik memprediksi perubahan iklim di skala ini. Kecenderungan pemanasan didukung oleh sebuah badan yang semakin berat bukti," ujar Davy.
Awal tahun ini, peneliti menunjukkan bahwa 13 dari 15 tahun menjadi tahun terpanas. Angka Nasional Kelautan dan Atmosfer Administrasi menunjukkan, 2015 adalah tahun terpanas dalam pencatatan 136 tahun. Dikatakan rata temperatur global tahun ini adalah tertinggi yang pernah tercatat.
Tag
Terpopuler
- Menteri Agama RI Nasaruddin Umar Disebut Mengundurkan Diri
- Partai Kaesang Tutup Pintu Rapat untuk Ketum Projo: Tempat Budi Arie Bukan di PSI
- Dilaporkan ke Bareskrim Polri, Gus Lilur Tantang 4 Tokoh NU Ngaji Kitab Kuning Saat Muktamar
- Desil Tak Akurat Bisa Bikin Warga Kehilangan Hak Bansos!
- AMPB Pulang Usai Audiensi DPR, Relawan Ojol Curiga Ada Kesepakatan Transaksional
Pilihan
-
Diseret dari Gang ke Jalan! Kronologi Pedagang Cermin Tewas Dikeroyok Saat Demo Ricuh
-
Senayan Kondusif: Tol Dalam Kota Normal dan Blokade Jalan Dibuka Pasca Bentrok 27 Agustus
-
Ada Isu Aksi Demo Lanjutan, BEI Minta Investor Tak Panik
-
Admin Medsos dan Pengkritik Jadi Target Penangkapan Jelang Demo Agustus
-
3 Pesawat Tempur F16 'Rally' di Langit Jakarta Jumat Pagi, Ini Klarifikasi TNI AU
Terkini
-
Demo 27 Agustus Bikin Transportasi Terganggu, Menhub Pastikan Tak Ada Fasilitas Umum Rusak
-
Boaz Solossa dan Bambang Pamungkas Lewat, Legenda Timnas Indonesia Lebih Akui Kehebatan Ole Romeny
-
Vivo X500 Series Resmi Meluncur September 2026, Usung Kamera 200 MP dan Video Sinematik
-
Siap-siap War! Tiket Konser BIGBANG di Jakarta Dijual Mulai Rp1,5 Juta, Cek Harganya di Sini
-
Daftar Shio yang Ciong Tahun Ini, Ada 5 Shio yang Mungkin Alami Sial
-
Seperempat Penjualan Mobil di Eropa Kini Didominasi Kendaraan Listrik
-
Dari Puisi Kampus hingga Renungan Cendekiawan: Membaca Dari Waktu ke Waktu
-
Rekomendasi 7 Sepatu Gunung Terbaik dan Awet: Mulai 500 Ribuan Aja!
-
Tak Dibuang Tapi Dibantu, Igor Tolic Buka Suara Keputusan Lepas Ramon Tanque
-
25 Pengemis Haji Gocap di Kebayoran Baru Dikirim ke Panti Sosial