Suara.com - Banyak yang mengira bahwa bulan adalah seonggok batu yang tanpa lelah mengelilingi Bumi dan tak berubah. Faktanya, bulan terus menyusut dan perlahan bergerak menjauhi Bumi. Sebuah studi terbaru bahkan menunjukkan bahwa satelit Bumi itu rupanya pernah berotasi pada sumbu lain.
Dalam riset yang diterbitkan di jurnal Nature pada Rabu (23/4/2016), para ilmuwan antariksa di Amerika Serikat menunjukkan bahwa bulan pernah berotasi pada sumbu berbeda. Keyakinan mereka didasarkan pada temuan dua kawasan berlapis hidrogen beku di dekat kutub-kutub bulan.
Memanfaatkan data yang dikumpulkan oleh misi Lunar Prospector dari Badan Antariksa AS (NASA) pada akhir 1990an, para ilmuwan menemukan bahwa selain di kawasan kutub bulan, lapisan es juga ditemukan di dua titik berbeda di sekitar sumbu bulan saat ini.
Mereka yakin jika lapisan es itu tadinya merupakan sumbu bulan pada masa lalu. Berdasarkan pengukuran jarak titik-titik es itu dengan kutub bulan saat ini, diketahui bahwa sumbu bulan telah bergeser sekitar 5,5 derajat.
"Jika dibandingkan dengan Bumi, itu seperti sumbu rotasi Bumi bergeser dari Antartika ke Australia," jelas Matt Siegler, salah satu peneliti dalam riset itu yang berasal dari Southern Methodist University, AS.
Menurut Siegler, perpindahan kutub bulan itu disebabkan oleh aktivitas vulkanis di area bernama Procellarum. Mereka yakin bahwa di sekitar 3,5 miliar tahun lalu telah terjadi aktivitas vulkanis di area tersebut yang menyebabkan sumbu bulan bergeser sekitar 201 km.
Tetapi perilaku seperti ini bukan monopoli bulan saja. Bumi sendiri juga telah mengalami ini beberapa kali, terutama setelah terjadinya gempa bumi besar.
Sumbu Bumi, seperti planet lain, sangat ditentukan oleh bobot relatifnya. Bagian dari Bumi yang paling ringan adalah kawasan yang menjadi sumbu dalam berotasi. Jika terjadi gempa bumi besar, maka bobot planet akan bergeser, sehingga sumbu rotasinya pun akan bergeser. (BBC/The Washington Post)
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Tak Lagi Disamping Prabowo, Kursi Wapres Gibran Geser Sejajar Menteri di Sidang Kabinet
- Persib dan Persija Dikabarkan Tak Lolos IPO di Bursa Efek Indonesia
- 7 Statistik Miris Argentina Saat Dipecundangi Spanyol di Final Piala Dunia 2026
- John Herdman Coret 27 Pemain Jelang Timnas Indonesia vs Kamboja di Piala AFF 2026
- 7 Sepeda Terbaik untuk Pemula Mulai Rp1 Jutaan: dari Hybrid, Lipat hingga City Bike
Pilihan
-
Menang Lima Gol, Timnas Putri Indonesia Back to Back Juara AFF Women's Cup 2026
-
Sudaryono Jabat Kepala BGN, Sudah Diworo-woro Istana Sejak Selasa Malam
-
Sudaryono, Mantan Ajudan Prabowo Akan Gantikan Nanik Jadi Kepala BGN
-
Nanik Mundur dari Kepala BGN, Ini Alasannya
-
Nanik S Deyang Mundur dari Kepala BGN, Prabowo Minta Tetap Awasi MBG
Terkini
-
Heboh TNI-Polri Ikut Awasi Pajak, Bos DJP: Jangan Digoreng-goreng!
-
Bukan Sekadar Biji: Ambisi Lampung Menjadi Kiblat Cokelat Premium Dunia
-
Dibuang Xabi Alonso, Alejandro Garnacho Resmi Dipinjamkan Chelsea ke Aston Villa
-
Sunscreen Moell untuk Usia Berapa? Cek Klaim, Harga, dan Review Pembeli
-
UU Tipikor Dianggap Masih Abaikan Pemenuhan HAM, Kasus Eks Jampidsus hingga MBG Jadi Sorotan
-
Samsung Galaxy Z Fold8 Ultra Resmi Meluncur, Harga Mulai Rp30 Jutaan, Selain Fitur AI Ada Apa Lagi?
-
Resmi Meluncur, Samsung Galaxy Z Fold8 Ultra, Fold8, dan Flip8 Meluncur, AI Ubah Masa Depan HP Lipat
-
Kejutan Tim Terbaik Piala Dunia 2026: Vozinha Gusur Unai Simon, Spanyol dan Prancis Dominan
-
Dibanding Beri Denda ke Pindar, KPPU Diminta Utamakan Pencegahan
-
Amankan Aksi Cipayung Plus dan Ojol, Polda Metro Turunkan Ratusan Personel di Jakpus