Suara.com - Presiden Joko Widodo (Jokowi) dijadwalkan melakukan kunjungan ke Siemens di Berlin, Jerman yang dianggap sukses mengembangkan pendidikan vokasi (keterampilan). Sehingga tingkat pengangguran di Jerman termasuk paling rendah.
"Ini sesuai dengan fokus kita meningkatkan pendidikan vokasional pendidikan yang sangat diperlukan untuk penuhi kebutuhan pasar saat ini," kata Menteri Luar Negeri Retno LP Marsudi di Berlin, Minggu malam atau Senin (18/4/2016) dinihari waktu Indonesia.
Di Jerman, pendidikan diarahkan ke dua jalur yaitu universitas atau vokasi walaupun dari vokasi bisa juga melanjutkan ke perguruan tinggi.
"Di Indonesia, peningkatan kompetensi tenaga kerja harus dilakukan terkait dengan pelaksanaan MEA (Masyarakat Ekonomi ASEAN)," katanya.
Menlu menyebutkan kegiatan Presiden Jokowi di Jerman pada Senin waktu Jerman cukup padat karena ada tujuh program atau kegiatan.
"Presiden ke Jerman untuk memenuhi undangan Kanselir Jerman yang bertemu tahun lalu di Pertemuan G20," katanya.
Menlu menyebutkan tujuh prgram esok terdiri dari tiga menyangkut bisnis, dua one on one meeting, dan forum masyarakat Indonesia. Kunjungan ke Jerman untuk meningkatkan perdagangan dan investasi.
Menlu menyebutkan pendidikan vokasional untuk menjawab bonus demografi karena 60 persen penduduk Indonesia berumur di bawah 30 persen sehingga ini pasar untuk captivasi bonus demografi itu.
Sementara Dubes RI untuk Jerman Fauzi Bowo mengatakan Jerman juga memberlakukan wajar 9 tahun. Setelah selesai, siswa diberi kesempatan bekerja atau magang atau kuliah di universitas.
"Angka pengangguran di Jerman di seluruh dinia terendah karena tenaga kerja punya keterampilan, dan tidak jadi beban pihak lain. Presiden akan bicara dengan merkel berkaitan dengan ini," kata Fauzi Bowo. (Antara)
Berita Terkait
Terpopuler
- 50 Orang Berambut Cepak 'Serbu' Polda Metro Jaya: 'Mau Ambil Saksi Kasus Jampidsus'
- Jampidsus Febrie Adriansyah Tengah Disorot Publik, Keberadaannya Masih Misterius
- Surat Edaran Rahasia Kejagung Bocor, Jaksa Diminta Waspada dan Dilarang Berkomentar soal Perkara
- Gibran Bukan Panglima! Pakar UGM: Keamanan Papua Tetap Tanggung Jawab TNI dan Polri
- JK Jadi Tersangka Korupsi Ekspor Logam Tanah Jarang, Langsung Ditahan Kejagung
Pilihan
-
Jampdisus Febrie Adriansyah Akhirnya Mundur
-
Tangan Terborgol, Mulut Bungkam: Raut Wajah Bupati Sukoharjo Pakai Rompi Oranye KPK Tengah Malam
-
Ironi Hukum: Menuju Indonesia Emas, Ternyata Emasnya Ada di Rumah Febrie!
-
Bikin Melongo! Polri Pamerkan 74 Kg Emas hingga Ratusan Miliar Hasil Sitaan Kasus Jampidsus
-
Jampidsus Febrie Adriansyah: Saya Tidak Mundur! Masih Terima Perintah Usut Kasus Korupsi
Terkini
-
Registrasi Kartu SIM Pakai Verifikasi Wajah Resmi Berlaku, Wamen Komdigi Apresiasi Kesiapan Indosat
-
Rekomendasi HP Snapdragon 8s Gen 4 Terbaik, Performa Flagship Harga Terjangkau
-
Rincian Update Game Ragnarok Origin Classic, Ada Job hingga Server Baru
-
Jelang Galaxy Unpacked, Samsung Beberkan Masa Depan AI yang Lebih Personal dan Aman
-
Indonesia Siapkan Strategi Geopolitik Digital, Chip dan Mineral Kritis Jadi Andalan
-
Shopee - Meta, Kreator Instagram Kini Bisa Dapat Komisi dari Reels dan Feed Lewat Program Afiliasi
-
Dulunya Hutan Tropis Kini Benua Es, Bagaimana Antartika Terbentuk?
-
6 Fitur Wajib HP Kelas Menengah untuk Gaming, Lancar Tanpa Lag
-
Quantum Accelerator Pertama di Singapura Resmi Diluncurkan, Startup Indonesia Masuk Daftar
-
8 HP Murah dengan Kamera Terbaik untuk Fotografi Ringan 2026, Hasil Jernih