Suara.com - Foxconn semakin agresif mengakuisisi perusahaan besar, seperti Sharp dan lain-lain. Keagresifannya ini kemudian membuat menjadi pabrikan kontraktor elektronik terbesar di dunia dan menjadi perusahaan teknologi informasi terbesar ketiga di dunia dalam hal pendapatan.
Perusahaan yang berkantor pusat di Taiwan tersebut masuk dalam 32 perusahaan teratas pada Forbes 500, dengan revenue 148 bilion dolar AS dan jumlah karyawan mencapai sekitar 1,5 juta serta memiliki hak paten lebih dari 54 ribu di seluruh dunia.
Akuisisi yang dilakukan terhadap Sharp pada Maret lalu senilai 3,5 miliar dolar AS atau sekitar Rp46 triliun untuk dua pertiga saham tak lepas dari upaya perusahaan untuk semakin memperkuat pengaruhnya di sektor manufaktur. Dalam keterangan tertulisnya, Selasa (24/5/2016), tujuan akuisisi ini adalah perusahaan bermaksud menguasai teknologi layar besutan Sharp yang dikenal berkualitas tinggi.
Terlebih, Sharp memiliki beberapa paten kunci berhubungan dengan layar yang akan dimanfaatkan Foxconn saat memperluas bisnis panel layarnya. Sedangkan Foxconn terkenal karena dominasinya sebagai manufaktur oursourcing sehingga populer dengan perusahaan dari Eropa, Jepang, dan Amerika yang ingin mengurangi biaya tenaga kerja tanpa mengorbankan kualitas.
Ini kemudian yang mejadikannya dipercaya Apple untuk memproduksi smartphonenya. Nama Foxconn semakin melambung berkat dikenal sebagai pabrikan untuk iPhone dan iPad.
Apple memang telah menjadi klien utama sekaligus yang terbesar. Namun siapa sangka, ternyata banyak juga beberapa perusahaan terkemuka yang mempercayakan produknya untuk dibuat di Foxconn. Di sektor smartphone, selain Apple ada, Amazon, Sony, BlackBerry dan kemudian pada tablet memproduksi iPad, Amazon Kindle, dan Sony Xperia.
Tak hanya di smartphone dan tablet saja, namun Foxconn juga memperluas cakupannya sebagai manufaktur untuk teknologi Internet of Things dengan memproduksi perangkat PC, display, TV, printer, server, switches, set-top-box, gaming, base station, electronic vehicle, dan robot. Mereka menyebutnya, sebagai penyedia solusi total berteknologi tinggi terbesar di dunia dan menjadi partner pilihan untuk semua aspek layanan pabrikan kontrak di sektor 3C (Computer, Communication, and Consumer-electronics).
Ekspansi Foxconn tak berhenti sampai di situ saja. Di Korea Selatan, perusahaan ini bekerja sama dengan operator terkemuka SK Telecom memproduksi Luna Smartphone. Smartphone ini dibuat dengan standar kualitas tinggi sebagaimana yang dibuat pada iPhone, namun dengan harga lebih terjangkau. Kabarnya, smartphone yang laris di Korea Selatan ini akan segera masuk ke Indonesia dalam waktu dekat.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
- 4 Shio Beruntung Hari Ini 4 Agustus 2026: Macan hingga Babi Berpeluang Dapat Kabar Baik
Pilihan
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
Terkini
-
Modus Penimbun Pertalite Terbongkar, Isi BBM Berulang Pakai Barcode Berbeda di SPBU
-
Geger Temuan Mayat Mutilasi dalam Karung Beras di Pancoran Mas Depok
-
Jelang HUT ke-81 RI, Masjid Indonesia Pertama di Kanada Barat Resmi Berdiri
-
Diduga Bawa Kabur Kamera Rp200 Juta, DJ Wanita dan Suaminya Dipolisikan di Bogor
-
5 Perubahan Contact Center di Era Generative AI, Tak Lagi Sekadar Layanan Pengaduan
-
Terungkap Penyebab Kematian Dokter PPDS di RSUD Tengku Rafian Siak
-
Profil Direktur PO ALS yang Jadi Tersangka Kasus Kecelakaan Bus Tewaskan 19 Orang
-
Pertamina Marine Solutions Resmi Jalin Kerjasama dengan Perusahaan China, Ini Rinciannya
-
Tak Cukup Alim, Cak Imin Minta Santri Melek Literasi Keuangan Agar Tak Terjebak Judol dan Pinjol
-
Berdayakan Puluhan Kelompok Usaha, Klaster Unggulan BRI Sukses Dongkrak Potensi Peternak