News / Metropolitan
Senin, 03 Maret 2014 | 17:23 WIB
Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo [suara.com/Bagus Santosa]

Suara.com - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menyediakan lahan di kawasan Perkampungan Industri Kecil (PIK), Penggilingan, Jakarta Timur, untuk pembangunan Balai Pelatihan dan Pengembangan (Research and Development) Perusahaan Foxconn Industry. Hal ini untuk menindaklanjuti kerjasama investasi antara Pemerintah Jakarta dan perusahaan teknologi asal Cina itu.

"Kemarin, kan Foxconn mau masuk. Tetapi memang pertama mau dimulai dengan pusat litbang (penelitian dan pengembangan) dulu. Kerjasama dalam artian kami menyiapkan (lahan). Tetapi, isian dari mereka," kata Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) saat meninjau lokasi, Senin (3/2/2014).

Jokowi menambahkan, di Penggilingan, Pemerintah Jakarta memiliki lahan seluas 106 hektar. Dari total aset, 46 hektar di antaranya disiapkan untuk merealisasikan kerjasama dengan Foxconn Industry.

Menurut Jokowi, kerjasama investasi ini bukan semata-mata demi kepentingan bisnis, melainkan juga untuk transfer teknologi ke dalam negeri.

"Jadi itu yang kita perlukan. Kita urusannya tidak hanya investasi, tapi masalah transfer teknologi," katanya.

Dalam perjanjian kerjasama investasi, Pemerintah Jakarta juga menyiapkan pabrik di Kawasan Berikat Nusantara (KBN), Marunda, Jakarta Utara.

"April ini baru. Ini lagi dicek visibel atau tidak. Di Marunda itu untuk pabrik oke, tapi untuk risetnya enggak mau," tuturnya.

Penandatanganan kerjasama investasi dilaksanakan 2 Februari 2014. Nilai investasinya mencapai sekitar 1 miliar dolar Amerika Serikat.

Kesepakatan kerjasama ditandatangani langsung oleh Chief Executive Officer (CEO) Foxconn Industry, Terry Gou, dan Jokowi.

Load More