Suara.com - Otentikasi merupakan cara untuk mengamankan akun, biasanya kode akan dikirim ke ponsel Anda. Langkah tersebut dilakukan untuk mencegah peretas mengakses tanpa izin, bahkan jika mereka telah memiliki password Anda.
Namun, peretas mengelola untuk menemukan cara-cara di sekitarnya. Awal pekan ini, Alex MacCaw, salah seorang pendiri perusahaan Data API Clearbit, berbagi screenshot dari teks yang mencoba mengelabui cara melewati otentikasi pada akun Google.
Berikut adalah cara kerja peretas tersebut masuk ke akun Anda:
1. Peretas mengirimkan target sebuah pesan teks, berpura-pura menjadi perusahaan yang memiliki akun.
2. Mereka mengatakan telah mendeteksi ada aktivitas "mencurigakan" ke akun dan mengirimkan kode 2FA ke target, kemudian target harus mengirimkan pesan kembali ke mereka, agar akun mereka tidak terkunci.
3. Korban, mereka khawatir terbajak dan tidak ingin kehilangan akses ke data mereka, mengirimkan kode kembali, percaya mereka telah menggagalkan usaha pembajakan.
4. Tetapi justru mereka benar-benar telah memberikan pembajak itu, apa yang mereka butuhkan untuk masuk ke akun.
5. Peretas itu memasukkan password korban, diikuti dengan kode 2FA.
6. Peretas kadang-kadang dapat identitas pemilik akun, sehingga seolah-olah teks tersebut terlihat seperti datang dari Google atau Facebook atau Apple.
Tentu saja, peretas masih membutuhkan password korban untuk bekerja. Tetapi ada sejumlah cara yang bisa mereka lakukan untuk mendapatkan itu.
Seringkali mereka melihat data hasil peretasan di masa lampau seperti email atau bahkan username dan password, yang kemudian mereka mencoba di situs lain. Hal tersebut dilakukan karena begitu banyak orang menggunakan kembali password di beberapa akun dan platform.
Untuk memastikan agar tetap aman, gunakan password yang kuat, unik untuk setiap akun Anda. Kelola semua dengan dengan manager password jika memang diperlukan. (Business Insider)
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Pasca Penonaktifan, 3.000 Warga Kota Yogyakarta Geruduk MPP untuk Reaktivasi PBI JK
- 5 Pemain Top Dunia yang Berpotensi Ikuti Jejak Layvin Kurzawa Main di Super League
- 7 HP Xiaomi RAM 8 GB Termurah di Februari 2026, Fitur Komplet Mulai Rp1 Jutaan
- 7 HP Murah Terbaru 2026 Buat Gaming: Skor AnTuTu Tinggi, Mulai Rp1 Jutaan!
- 10 HP OPPO RAM 8 GB dari yang Termurah hingga Flagship 2026
Pilihan
-
Kembali Diperiksa 2,5 Jam, Jokowi Dicecar 10 Pertanyaan Soal Kuliah dan Skripsi
-
Geger! Pemain Timnas Indonesia Dituding Lakukan Kekerasan, Korban Dibanting hingga Dicekik
-
Polisi Jamin Mahasiswi Penabrak Jambret di Jogja Bebas Pidana, Laporan Pelaku Tak Akan Diterima
-
Komisi III DPR Tolak Hukuman Mati Ayah di Pariaman yang Bunuh Pelaku Kekerasan Seksual Anaknya
-
Bocah-bocah di Sarang Polisi: Asal Tangkap Perkara Aksi Agustus
Terkini
-
5 Pilihan HP RAM 16 GB Paling Murah, Penyimpanan Besar dan Performa Kencang
-
Lebaran Perdana XLSMART, Jaringan Dipersiapkan Hadapi Lonjakan Trafik hingga 30 Persen
-
Terpopuler: HP Gaming Murah, Honor 600 Lite Siap Rilis
-
7 HP Gaming Paling Murah dengan RAM Besar, Solusi Main Game Lancar Anti Lag
-
Pakar Ungkap Alasan Pembatasan 1 NIK 3 Nomor per Operator
-
Monster Hunter Wilds Siapkan Ekspansi Ukuran Besar, Ada Peta Anyar?
-
Siapa Roster EVOS di MPL ID Season 17? Transfer Anyar, Ada Bocoran Nama Baru
-
68 Kode Redeem FF Terbaru Aktif 11 Februari: Ada M1014 Green Flame Draco dan Emote
-
Platform Digital Bikin Kerja Lebih Cerdas dan Produktif
-
Honor 600 Lite Siap Rilis, Pakai Chipset Anyar dan Baterai Jumbo