Tekno / Internet
Senin, 08 Agustus 2016 | 07:57 WIB
Kehebohan di Jepang gara-gara Pokemon Go. (AFP)

Suara.com - Salah satu permainan yang tengah menjadi hits Pokemon Go, tampaknya cukup menguras penggunaan baterai. Ini justru menjadi peluang besar bagi penjual baterai kemasan karena mampu mendongkrak anngka penjualan.

Menurut The NPD Group, penjualan kemasan baterai yang dirancang untuk mengisi perangkat mobile seperti smartphone dan tablet mengalami peningkatan 101 persen pada periode antara 10 Juli dan 23 Juli.

"Dalam enam minggu menjelang peluncuran Pokemon Go, penjualan baterai hanya naik empat persen dari tahun sebelumnya. Dalam dua minggu setelah peluncuran Pokemon Go, penjualan kemasan daya portabel mencapai hampir 1,2 juta unit," kata NPD seperti dilansir dari IGN, Senin (8/8/2016).

Siapa pun yang menghabiskan waktu secara signifikan bermain game tahu itu menguras baterai. Mode penghemat baterai pada Pokemon Go pun telah dihapus dari pembaruan aplikasi.

Bahkan, dengan mengaktifkan mode penghematan baterai sekalipun, aplikasi tetap mengonsumsi elektron pada tingkat yang mengkhawatirkan. Ben Arnold, direktur eksekutif, analis industri untuk teknologi konsumen di The NPD Group melihat atribut konsumsi baterai yang cepat dialirkan saat menggunakan untuk pencarian lokasi, sensor gerak dan augmented reality.

"Pokémon Go adalah permainan terpanas musim panas ini sebagian karena menggunakan fitur seperti lokasi, sensor gerak dan augmented reality di smartphone. Namun, fitur ini mengonsumsi lebih banyak hidup baterai telepon," kata Ben.

Dia menambahkan, untuk mengimbangi penggunaan baterai ekstra, konsumen kerap membeli paket daya portabel sehingga mereka dapat terus bermain, tanpa gangguan.v

Load More