Tekno / Internet
Jum'at, 09 September 2016 | 16:48 WIB
Wakil Ketua DPR, Fahri Hamzah (Antara).

Suara.com - Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Fahri Hamzah mempertanyakan penunjukkan CEO Alibaba, Jack Ma, sebagai penasehat Presiden Joko Widodo. Fahri secara khusus bertanya tentang anggaran yang akan digunakan untuk menggaji Ma, bos dan pendiri perusahaan dagang online terbesar di dunia itu.

Seperti yang diberitakan sebelumnya Presiden Jokowi pada akhir pekan kemarin meminta Ma untuk menjadi penasehat di bidang usaha kecil dan menengah. Permintaan itu disampaikan Jokowi ketika ia menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi G20 di Hangzhou, Cina.

"Gajinya dari mana? Dasarnya apa? Kalau pakai APBN jadi rumit. Mungkin kalau mau ditempelkan BUMN, itu mudah," ujar Fahri di DPR, Jumat (9/9/2016).

Meski sempat bertanya, ia kemudian mengatakan yakin bahwa Ma hanya akan menjadi penasehat yang lebih mirip sebagai teman bertukar pikiran Presiden.

"Sekadar penasehat. Saya punya banyak teman orang asing, enggak masalah," imbuh Fahri.

Kalaupun ke Indonesia, Fahri yakin Ma hanya bertugas sebagai konsultan swasta. Bukan sebagai penasihat kepresidenan.

"Dia enggak mungkin masuk ke dalam negara. ‎Mungkin dia konsultan kayak dari Amerika. Bukan masuk sektor negara‎," pungkasnya.

Selain oleh Jokowi, sebelumnya Ma juga diminta menjadi penasehat perekonomian David Cameron ketika masih menjabat sebagai Perdana Menteri Inggris.

Load More