Bisnis / Makro
Rabu, 15 April 2026 | 09:40 WIB
Motor listrik tipe EMMO JVX GT yang disiapkan sebagai kendaraan operasional Badan Gizi Nasional (BGN) menuai kritik tajam lantaran memiliki kemiripan desain yang identik dengan produk asal China, Kollter ES1-X PRO. Foto ist.
Baca 10 detik
  • Motor listrik MBG disorot karena desainnya mirip produk China seharga Rp10 juta di marketplace.
  • BGN bantah rebranding; klaim spesifikasi berbeda dan bagian dari ekosistem merek global Tinbot.
  • Produk ini diklaim sebagai bagian dari ekosistem merek global.

Suara.com - Pengadaan armada operasional untuk program unggulan Makan Bergizi Gratis (MBG) tengah menjadi pusat perhatian. Motor listrik tipe EMMO JVX GT yang disiapkan sebagai kendaraan operasional Badan Gizi Nasional (BGN) menuai kritik tajam lantaran memiliki kemiripan desain yang identik dengan produk asal China, Kollter ES1-X PRO.

Isu ini mencuat setelah netizen menemukan bahwa motor dengan desain serupa dibanderol hanya sekitar Rp10 jutaan di marketplace internasional (Alibaba/AliExpress).

Sementara itu, versi yang digunakan untuk program MBG di Indonesia disebut memiliki nilai investasi mencapai Rp56 juta per unit. Perbedaan harga yang mencolok ini memicu spekulasi mengenai praktik rebranding produk impor secara langsung.

Menanggapi kegaduhan tersebut, pihak BGN memberikan klarifikasi resmi. Mereka menegaskan bahwa motor listrik yang digunakan bukanlah sekadar produk rebranding murah.

"BGN menyatakan terdapat perbedaan teknis yang signifikan pada performa mesin dan daya tahan baterai dibandingkan versi yang beredar di marketplace," tulis pernyataan BGN.

BGN menilai produk ini diklaim sebagai bagian dari ekosistem merek global yang juga dikenal dengan nama Tinbot di pasar Eropa dan Amerika, sehingga memiliki standar kualitas internasional.

Sebelumnya Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana mengatakan pihaknya sudah melakukan pengadaan sebanyak 21.801 unit motor listrik dari target awal 25.644 unit.

Dadan bilang pengadaan motor listrik itu sudah dirancang dalam anggaran 2025 untuk mendukung operasional Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Nantinya motor listrik tersebut akan digunakan untuk menunjang mobilitas Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

"Pengadaan motor listrik ini sudah direncanakan dalam anggaran tahun 2025 sebagai bagian dari dukungan operasional Program MBG, khususnya untuk menunjang mobilitas Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi," kata Dadan dalam keterangannya, dikutip Kamis (9/4/2026).

Baca Juga: Survei Cyrus: 65,4 Persen Publik Dukung MBG

Sebelumnya berdasarkan penelusuran data dari laman Inaproc, pengadaan motor trail listrik bermerek Emmo JVX GT ini dipercayakan kepada PT Yasa Artha Trimanunggal. Sebuah langkah yang cukup berani di tengah sorotan efisiensi anggaran negara.

Bukan angka kaleng-kaleng. Harga yang tercantum untuk satu unit motor trail listrik ini mencapai Rp 49,95 juta. Angka tersebut memang sudah termasuk PPN 12 persen, namun ada catatan tebal yang menjadi perhatian para pengamat kebijakan publik.

Harga nyaris Rp 50 juta itu ternyata masih berstatus off the road. Artinya, pemerintah masih harus merogoh kocek tambahan untuk pengurusan surat-kendaraan (STNK dan BPKB) agar layak jalan di aspal publik. Lebih mengejutkan lagi, harga tersebut dikabarkan belum mencakup garansi.

Load More