Suara.com - Perjalanan antarnegara maupun benua menjadi lebih mudah dengan hadirnya pesawat terbang. Bahkan kini Anda bisa mengatur perjalanan udara hanya dengan hitungan detik.
Tapi di balik kemudahan dari hadirnya pesawat terbang, pernahkah Anda berpikir mengapa rata-rata pesawat terbang berwarna putih? Ternyata, ada beberapa alasan yang mendasari terpilihnya warna putih untuk melapisi pesawat yang ada saat ini.
Berikut beberapa alasannya seperti dilansir laman Boldsky:
1. Lebih hemat biaya operasional
Menggunakan banyak warna untuk mengecat pesawat yang berukuran besar dapat mengeluarkan biaya yang tidak sedikit. Itu sebabnya para pemilik maskapai memilih untuk mewarnai 'badan' pesawat dengan warna putih.
2. Menghindari pemanasan
Warna putih dapat menghindari pesawat dari risiko pemanasan karena dapat merefleksikan sinar matahari. Pasalnya dalam kondisi cuaca yang panas, butuh waktu cukup lama untuk mendinginkan badan pesawat yang memiliki warna selain putih.
3. Mudah saat mengecek kerusakan
Pada pesawat berwarna putih, petugas akan lebih mudah mengecek ada tidaknya korosi atau keretakan pada permukaan badan pesawat.
4. Nilai jual kembali lebih tinggi
Pesawat berwarna putih menjadi ekonomis ketika pemilik dapat menjualnya kembali dengan harga yang lebih tinggi. Ya, pesawat berwarna membutuhkan biaya yang besar untuk mengecatnya kembali jika Anda berniat membelinya.
5. Mudah disewakan
Untuk menjadi maskapai penerbangan, maskapai tak harus memiliki terlebih dahulu sejumlah pesawat. Mereka bisa menyewa dari penyedia pesawat terbang. Pesawat bewarna putih tentu lebih mudah untuk disewa karena maskapai hanya tinggal mengganti logo.
Berita Terkait
Terpopuler
- Megawati: Saya Dipanggil Polisi 3 Kali, Diperiksa Jaksa Sampai Malam
- Febrie Adriansyah Minta Emas 74 Kg dan Uang Ratusan Miliar Segera Dikembalikan
- Besok, Front Mahasiswa UI hingga IPB Siap Gelar Aksi 'Merebut Kemerdekaan' di Jakarta
- Sunscreen Apa yang Bisa Memudarkan Flek Hitam di Wajah? Ini 9 Rekomendasi Terbaiknya
- PJJ Jakarta 18 Agustus 2026 Besok: Berlaku untuk Sekolah Negeri-Swasta, ASN Boleh WFH 50 Persen
Pilihan
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
-
Dihadang Polisi di UOB Plaza, Massa UI: Ini Bukti Kita Belum Merdeka!
Terkini
-
Jika Aku Mereka: Melihat Dunia dari Sudut Pandang Penyandang Disabilitas
-
Menuju Piala Asia U-20 2027: Timnas Indonesia Ladeni Musuh Bebuyutan Malaysia
-
Di Balik El Nino 2026: Mengapa Indonesia Terancam Krisis Air dan Pangan?
-
Gempa Susulan di Flores Masih Akan Berlangsung 30 Hari ke Depan, Frekuensi Menurun
-
Terima Gratifikasi Rp20,7 Miliar, Eks Kakanwil DJP Mohamad Haniv Ditahan KPK
-
Kemarahan Publik Tak Hanya Soal Prabowo, tapi Akumulasi Masalah 10 Tahun Era Jokowi
-
Ardhito Pramono Gugat Sony Music Terkait Royalti, Akui Rugi Rp5,7 Miliar
-
Masukan LMC untuk RUU Hak Cipta: Lindungi Jurnalisme Tanpa Mematikan Distribusi Digital
-
Jose Mourinho Sewot Rodri Tolak Real Madrid Pilih Gabung ke Barcelona
-
Potensi Panas Bumi Indonesia Capai 23,2 GW, Baru 11,6 Persem Terpasang