Suara.com - Kabar Apple menggabungkan fitur pengisian wireless ke dalam iPhone 8 semakin kuat. Menurut sebuah laporan baru dari Fast Company, sebuah perusahaan bernama Energous baru-baru ini menandatangani kesepakatan investasi dengan pemasok Apple Dialog Semiconductor.
Energous 'dekat' dengan pengembangan teknologi pengisian nirkabel. Kabarnya, Dialog Semiconductor menginvestasikan 10 juta dolar AS kepada Energous dan, sebagai imbalannya, Dialog akan mengambil kendali atas semua teknologi Energous.
"Kami benar-benar mentransfer semua operasi silikon untuk Dialog," kata CEO Energous Steve Rizzone.
"Semua teknologi Energous akan dijual di bawah merek Dialog dan semua pesanan penjualan akan melalui Dialog. Ini akan membawa kita sekitar 90 hari untuk melakukan semua itu," kata Rizzone.
Hubungan antara Energous dan Apple. sudah terdengar sejak Februari tahun ini. Sejak itu, Energous berulang kali mengatakan tengah mendapat panggilan untuk berkerja pada produsen smartphone "tingkat 1" .
Masuknya Energous ke lingkup Apple semakin memperkuat desas desus bahwa iPhone 8 akan mencakup fitur pengisian futuristik nirkabel.
Sementara itu, Energous mungkin terlalu kecil untuk menjadi pemasok Apple. Pemasok Apple harus cukup besar untuk diandalkan memasok suku di skala besar.
Dialog jelas sudah memiliki kapasitas itu. Dengan teknologi Energous, pada dasarnya masuk ke dalam struktur Dialog.
Adapun teknologi itu sendiri, jauh lebih maju daripada kebanyakan implementasi pengisian nirkabel yang sudah sering didengar. Secara khusus, Energous telah datang dengan cara bagi smartphone mengisi secara nirkabel dari jarak 15 kaki jauhnya.
Baca Juga: Buntut Bom Bekasi, Eko Patrio Blak-blakan di Bareskrim Besok
Seperti yang kita rinci bulan lalu, pengguna hanya perlu untuk posisi base station di rumah mereka dimana sebuah chip kecil di perangkat mobile dapat terhubung ke itu dan menyerap melalui udara. Kemampuan pengisian iPhone dari seberang ruangan akan menjadi perubahan besar.
Analis Apple Ming-Chi Kuo mengeluarkan sebuah catatan penelitian tiga minggu lalu, dimana ia mengklaim bahwa iPhone 8 akan berpenampilan dari logam kaca dan membuat fungsi pengisian nirkabel perangkat jauh lebih efisien.
"Kami percaya salah satu alasan mengapa iPhone baru akan beralih dari casing logam untuk kaca casing adalah untuk mendukung pengisian nirkabel," kata Kuo dalam sebuah catatan penelitian diperoleh MacRumors.
Pada akhirnya perlu dilihat konsep akhir dari pengisian nirkabel iPhone 8 nanti. [BGR]
Berita Terkait
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
- 4 Shio Beruntung Hari Ini 4 Agustus 2026: Macan hingga Babi Berpeluang Dapat Kabar Baik
Pilihan
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
Terkini
-
Kasus Yusrizal Pasien BPJS: Ketika Empati Tak Bisa Ditawar dalam Profesi Dokter
-
Bromo Membara di Blok Bantengan: Jalur Jemplang-Senduro Ditutup
-
Greenpeace Bantah Bahlil, Sebut Raja Ampat Masih Terancam Ekspansi Tambang Nikel
-
10 Mobil Bekas di Bawah 100 Juta untuk Keluarga, dari yang Irit hingga Jagoan Tanjakan
-
Yang Mana Duluan, Bedak Tabur atau Bedak Padat? Ini Urutan Pemakaian yang Benar
-
Suhardiman Amby Disebut Potong Penghasilan ASN Kuansing hingga 50 Persen
-
3 Parfum Heaven Scent Paling Wangi dan Laris, Wewangian Lokal Rasa Premium
-
Rupiah Bangkit, Dolar AS Mulai Turun ke Level Rp17.974
-
Drama Tengah Malam di Perairan Krakatau: 4 Nelayan Selamat Usai 7 Jam Terombang-ambing
-
Di Hadapan Presiden, Menteri PKP Apresiasi Dirut BTN Jadi Penyalur KPR Subsidi Tertinggi