Suara.com - Hingga hari ini pemerintah tengah berusaha mendesak Google Indonesia menyelesaikan masalah perpajakannya di Indonesia dan menyerahkan data transaksinya selama beroperasi di Indonesia.
Jika perusahaan asal Amerika Serikat tersebut tidak segera menanggapi hal ini, Direktorat Jenderal Pajak Kementerian Keuangan mengancam akan menaikkan status Google ke tingkat penyidikkan.
"Kalau ada terindikasi Anda mengulur waktu, bukan tak mungkin kami tak berani ke level penyidikan. Berarti ini semua akan terlibat dari kepolisian, jaksa," Kata Kepala Kantor Ditjen Pajak Wilayah Jakarta Khusus Muhammad Haniv di Jakarta (17/1/2017).
Haniv menjelaskan, alasan pemerintah meminta data transaksi Google lantaran memuat berbagai data yang sangat penting untuk menentukkan berapa total pajak yang harus diselesaikan oleh Google.
"Data data transaksi iklan, server. Dokumen ini sangat penting bagi pemerintah untuk menghitung total pajak Google yang harus dibayarkan," katanya.
Oleh sebab itu, pihaknya masih menunggu niat baik Google untuk segera menyelesaikan permasalahan ini. Sehingga, bisnis Google nantinya bisa berjalan dengan lancar.
Hal senada juga diungkapkan oleh Menteri Komunikasi dan Informatika, Rudiantara yang mengaku telah berkoordinasi dengan Menteri Keuangan Sri Mulyani untuk menindaklanjuti kasus Google ini.
"Kami juga sudah berkoordinasi dengan Kementerian Keuangan. Mudah-mudahan permasalahan ini cepat selesai," kata Rudiantara di Kantor Menko Perekonomian, Jakarta Pusat.
Jika Dirjen Pajak benar-benar meningkatkan kasus ini, maka Indonesia akan mengikuti jejak sejumlah negara di Eropa yang mengambil langkah tegas terhadap raksasa internet asal Amerika Serikat tersebut.
Prancis, misalnya, pada Mei 2016 lalu menggerebek kantor Google di Paris untuk mengusut dugaan pengemplangan pajak. Penegak hukum dari kantor kejaksaan bidang kejahatan finansial serta otoritas antikorusi dan antipenipuan pajak Prancis, dibantu oleh 25 pakar teknologi informasi membongkar semua data Google.
Sementara pada Juni tahun lalu, kantor Google di Madrid juga digerebek oleh penegak hukum Spanyol. Penggeledahan yang melibatkan 30 penegak hukum itu bertujuan untuk mengumpulkan bukti pendapatan yang dikeruk Google di Spanyol.
Terpopuler
- Pompa Air Paling Bagus dan Awet Merk Apa? Ini 4 Pilihan Terbaik Versi Review Pengguna
- Ciri-Ciri Sepatu Berbahan Kulit Babi, Kenali sebelum Membeli
- 4 Rekomendasi Tablet Mini Serbaguna: Nyaman Digenggam, Muat Tas Kecil
- 5 HP Murah Terbaru Penyimpanan Lega Juni 2026: Memori 256 GB, Baterai 8.100 mAh
- Viva Sunscreen Foundation SPF Berapa? Banyak Dapat Review Positif dari Pengguna
Pilihan
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
Terkini
-
5 HP Gaming Rp2 Jutaan dengan RAM Besar dan Baterai Jumbo Menurut Review
-
Sony Luncurkan 1000X THE COLLEXION dengan Audio Premium dan Noise Cancelling Generasi Terbaru
-
Poco F8 Ultra Kembali Ready Stock, Usung Snapdragon 8 Elite Gen 5 dan Performa Gaming Kelas Konsol
-
Kaspersky Ungkap Malware Argamal yang Menyamar dalam Game Dewasa, Hacker Bisa Kuasai Komputer Korban
-
Punya Uang Rp1,2 Juta Dapat HP Apa? Ini 5 Pilihan dengan Performa Terbaik Juni 2026
-
Microsoft Perluas Literasi AI di Indonesia, 50 Ribu Peserta Kantongi Sertifikasi Kecerdasan Buatan
-
Samsung Konfirmasi Exynos 2700, Siap Jadi Otak Galaxy S27 dan Tantang Snapdragon Generasi Terbaru
-
Startup Singapura Luncurkan Platform AI untuk UMKM Indonesia, Bantu Brand Kuasai Pencarian Google
-
Bujet Rp2 Juta Dapat HP Samsung Apa? Ini 3 Pilihan dengan Review Memuaskan
-
45 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 20 Juni 2026: Tahan Puzzle Messi Demi Pemain OVR 118